Jokowi Dianggap Uncontrol Kelembagaan Negara, Ciptakan Kesemrawutan

Dwi Bowo Raharjo | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Minggu, 22 November 2020 | 00:01 WIB
Jokowi Dianggap Uncontrol Kelembagaan Negara, Ciptakan Kesemrawutan
Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden Maruf Amin menyampaikan keterangan pers terkait hubungan Presiden Prancis dan umat Islam, Sabtu 31 Oktober 2020 / Foto : Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi dinilai kurang mengontrol manajemen kelembagaan negara. Hal itu menyebabkan terjadi kesemrawutan tupoksi setiap lembaga negara.

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan salah satu tanda kesemrawutan itu terlihat kurang jelasnya peran tanggung jawab lembaga serta koordinasinya. Hal tersebut tampak dalam penanganan pandemi virus Corona (Covid-19) di mana institusi pertahanan negara mengambil alih kewenangan pemerintah daerah untuk melakukan penertiban protokol kesehatan Covid-19.

"Jadi ada yang diberi kewenangan enggak optimal, kemudian ada orang yang bergerak malah kelebihan kewenangan, jadi itu yang saya sebut sebagai kesemrawutan," kata Ray dalam sebuah diskusi, Sabtu (21/11/2020).

Ray juga mencontohkan dengan TNI yang melakukan pencopotan baliho-baliho bergambar pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Ia menyebut Jokowi harus menegur pihak TNI yang memerintahkan prajuritnya mencopot baliho Habib Rizieq.

"Tapi kalau didiamkan artinya setidak-tidaknya kita punya asumsi bahwa presiden mengetahui tindakan itu dan membiarkannya," ujarnya.

Ray menganggap kesemrawutan itu berpusat di Jokowi sebagai kepala negara. Tetapi menurutnya bisa saja Jokowi antara sadar dan tidak karena sejumlah faktor.

"Presiden uncontrol menurut saya, unmanagement terhadap semua aspek yang saya sebut semrawut," tuturnya.

"Tapi apakah itu disadari presiden? Bisa iya, bisa tidak, artinya presiden dalam kondisi memang menginginkan situasi terntentu dengan katakanlah, ya, sedikit banyak mengabaikan proses-proses profesionalitas di bidang kelembagaan negara."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Satgas Covid-19 Akan Tracing Kerumunan, Termasuk di Acara Habib Rizieq

Satgas Covid-19 Akan Tracing Kerumunan, Termasuk di Acara Habib Rizieq

News | Sabtu, 21 November 2020 | 23:00 WIB

Putus Penularan Covid, Kerelaan Masyarakat Jalani Pemeriksaan Penting

Putus Penularan Covid, Kerelaan Masyarakat Jalani Pemeriksaan Penting

News | Sabtu, 21 November 2020 | 22:22 WIB

Tambah 4.998, Positif Covid-19 di Indonesia Capai 493.308 Kasus

Tambah 4.998, Positif Covid-19 di Indonesia Capai 493.308 Kasus

News | Sabtu, 21 November 2020 | 21:51 WIB

Kurangi Risiko COVID-19, Ini Cara Cek Status Keramaian di Google Maps

Kurangi Risiko COVID-19, Ini Cara Cek Status Keramaian di Google Maps

Tekno | Sabtu, 21 November 2020 | 20:25 WIB

Terkini

Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi

Jelaskan Anggaran EO Capai Rp113,9 M, Kepala BGN: Mekanisme Sesuai Aturan dan Terbuka untuk Diawasi

News | Minggu, 12 April 2026 | 20:00 WIB

Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!

Bukan Emas atau Berlian, Pemuda di Rembang Pinang Kekasih dengan Mahar Bibit Pohon Mangga!

News | Minggu, 12 April 2026 | 19:30 WIB

Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang

Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang

News | Minggu, 12 April 2026 | 18:34 WIB

Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!

Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!

News | Minggu, 12 April 2026 | 17:45 WIB

Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!

Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!

News | Minggu, 12 April 2026 | 17:00 WIB

Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran

Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 16:42 WIB

Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!

Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!

News | Minggu, 12 April 2026 | 16:25 WIB

Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan

Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan

News | Minggu, 12 April 2026 | 16:22 WIB

Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural

Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural

News | Minggu, 12 April 2026 | 16:08 WIB

Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!

Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!

News | Minggu, 12 April 2026 | 15:50 WIB