- Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjalani lima kali operasi akibat disiram air keras oleh anggota BAIS TNI.
- Proses medis di RSCM meliputi cangkok kulit dari paha ke wajah dan tubuh korban untuk memulihkan luka bakar.
- Dokter menjadwalkan penutupan mata selama empat hingga enam bulan guna memulihkan jaringan yang rusak akibat zat kimia tersebut.
Suara.com - Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus telah menjalani lima kali operasi akibat penyiraman air keras oleh anggota BAIS TNI. Satu bulan pasca penyerangan tersebut, Andrie masih dirawat intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.
Anggota Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD), Fatia Maulidiyanti, menyampaikan, Andrie menjalani operasi kelima untuk memperbaiki bagian kulit dan mata yang terkena cairan zat kimia tersebut.
Operasi dilakukan dengan cangkok kulit atau skin graft. Kulit bagian paha Andrie yang masih sehat dipindahkan untuk proses penyembuhan luka di area dada, lengan, dan muka.
"Jadi penambalan dari kulit paha ke sekujur badannya di bagian dada, leher, dan lengan dan mukanya juga," kata Fatia saat rangkaian walking tour memperingati 30 Hari kasus Andrie Yunus di Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Seluruh wajah Andrie dikabarkan terkena luka bakar, terutama di bagian sebelah kiri yang langsung terkena siraman air keras.
Dengan kondisi seperti itu, lanjut Fatia, rekan aktivisnya itu masih akan terus dirawat intentis dan dijadwalkan dalam empat bulan mendatang kembali menjalani operasi mata.
Sebelumnya, Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menyampaikan kalau mata Andrie akan ditutup beberapa bulan. Tindakan itu dilakukan untuk mendukung proses penyembuhan jaringan yang rusak akibat zat kimia.
"Bola mata ditutup menggunakan jaringan selaput (tenon dan konjungtiva), serta dilakukan penjahitan sementara pada kelopak mata untuk melindungi struktur bola mata dan penyembuhan," kata Yoga dalam keterangan resminya, Kamis (9/4/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG), struktur dinding bagian belakang bola mata Andrie masih dalam kondisi utuh. Oleh karena itu, tim medis memproyeksikan proses penutupan mata ini akan berlangsung selama empat hingga enam bulan.
"Hasil pemeriksaan USG mempercepat proses dinding bagian belakang bola mata masih dalam kondisi utuh menunjukkan bahwa rencana penutupan mata ini akan dilakukan selama kurang lebih 4 hingga 6 bulan," jelas Yoga.
Selain penanganan pada mata, tim medis RSCM juga telah melakukan tindakan operasi lanjutan pada 7 April 2026. Operasi tersebut bertujuan untuk membersihkan jaringan kulit mati di area leher belakang serta melakukan prosedur cangkok kulit.
"Proses penyembuhan yang serta dilakukan cangkok kulit lanjutan guna mendukung proses penyembuhan optimal," ungkapnya.
Dari sisi psikologis, Yoga menyebut kondisi Andrie relatif stabil dan kooperatif selama menjalani perawatan. Pihak RSCM menyatakan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan medis yang profesional bagi korban.