Eks PM Malaysia Sebut Anak Indonesia Belajar Agama Kebanyakan, Benarkah?

Reza Gunadha | Hernawan | Suara.com

Senin, 23 November 2020 | 15:09 WIB
Eks PM Malaysia Sebut Anak Indonesia Belajar Agama Kebanyakan, Benarkah?
Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Mahathir Mohamad saat kunjungan di Masjid Putra Putrajaya. ANTARA FOTO/Agus Setiawan

Suara.com - Eks PM Malaysia Mahathir Mohamad yang baru mundur dari pemerintahan belum lama ini tengah menjadi buah bibir warganet Indonesia.

Pasalnya, beredar klaim yang mengatakan Mahathir Mohamad menyebut anak-anak Indonesia terlalu banyak belajar agama sehingga cenderung tak menguasai ilmu sains.

Perlu diketahui, kendati jabatannya telah berakhir, Mahathir Mohamad diketahui masih menjalin hubungan baik dengan Indonesia.

Selain itu, dia juga diketahui memiliki relasi yang baik dengan Presiden Jokowi.

Sebelumnya, kedua tokoh negara tersebut pernah menjajal mbol bersama dan kompak menghadapi Uni Eropa terkait pelarangan produk sawit.

Terlepas dari hubungan baik antara Presiden Jokowi dan Mahathir Mohammad, baru-baru ini beredar kabar miring di media sosial perihal Eks PM Malaysia tersebut.

Kabar itu memuat tentang komentar yang diduga milik Perdana Menteri ke-4 dan ke-7 Malaysia itu.

Berhubung pernyataannya menyinggung perihal Indonesia, tak diragukan lagi ramai warganet menyorotinya.

Disadur dari Hops.id -- Jaringan Suara.com, Mahathir Mohamad diklaim mengatakan sekolah di Indonesia seakan terlalu banyak belajar agama sehingga tertinggal dalam bidang sains.

Hoaks Mahathir Mohamad (Antara).
Hoaks Mahathir Mohamad (Antara).

Klaim tersebut beredar di Facebook dengan narasi sebagai berikut:

"...Pelan-pelan anak-anak sekolah negeri di Indonesia akan tertinggal dalam penguasaan sains. Umurnya habis untuk menghafal ayat-ayat dan doa, belajar soal haram, dosa, bidadari, menghitung pahala, mencari dalil, memikirkan akerat. Setelah kalah bersaing lalu memusuhi pemerintah dan mendirikan negara syariah sebagai solusi semuanya (Mahathir Mohammad)".

Dikutip dari Antara, tidak ditemukan kebenaran perihal pernyataan Mahathir Mohamad tentang pendidikan di Indonesia, terkhususnya soal pelajaran agama sebagaimana diklaim oleh unggahan Facebook tersebut.

Merujuk pemberitaan Tempo.co berjudul "Mahathir Mohamad Akan Kurangi Silabus Agama di Sekolah Malaysia" pada 22 Desember 2018, Mahathir memberikan pernyataan terkait rencana pengurangan silabus pembelajaran agama di Malaysia.

Menurut dia, pembelajaran agama dapat mengurangi kemampuan dalam mata pelajaran lain yang diperlukan untuk mencari pekerjaan.

"Seseorang telah mengubah kurikulum di sekolah dan sekolah negara telah menjadi sekolah agama," demikian pernyataan Mahathir Mohamad.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Harus Fokus Pada Keberlanjutan

Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Harus Fokus Pada Keberlanjutan

Bisnis | Senin, 23 November 2020 | 13:52 WIB

Hubungi Langsung Beckham Putra, Ketum PSSI Tanyakan Hal Ini

Hubungi Langsung Beckham Putra, Ketum PSSI Tanyakan Hal Ini

Bola | Senin, 23 November 2020 | 13:50 WIB

10 Lagu Galau Indonesia Terbaru yang Bakal Menemanimu

10 Lagu Galau Indonesia Terbaru yang Bakal Menemanimu

Entertainment | Senin, 23 November 2020 | 13:21 WIB

Terkini

Hemat BBM, Pejabat Pemkot Mataram Wajib Bersepeda ke Kantor Mulai Pekan Depan

Hemat BBM, Pejabat Pemkot Mataram Wajib Bersepeda ke Kantor Mulai Pekan Depan

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:52 WIB

Safaruddin Ngamuk di DPR, Soroti Gaji Guru Polri Rp 100 Ribu per Jam: Harusnya Rp 5 Juta per Jam!

Safaruddin Ngamuk di DPR, Soroti Gaji Guru Polri Rp 100 Ribu per Jam: Harusnya Rp 5 Juta per Jam!

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:37 WIB

BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi saat Jumat Agung

BMKG Prakirakan Hujan Ringan di Sebagian Besar Ibu Kota Provinsi saat Jumat Agung

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:31 WIB

Dikritik DPR soal Kasus Amsal Sitepu, Kajari Karo Minta Maaf dan Janji Evaluasi

Dikritik DPR soal Kasus Amsal Sitepu, Kajari Karo Minta Maaf dan Janji Evaluasi

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:24 WIB

Beda dengan Indonesia, Pakistan Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen

Beda dengan Indonesia, Pakistan Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:12 WIB

Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit

Operasi True Promise 4 Iran Target Alutsista AS di UEA, Puluhan Perwira Masuk Rumah Sakit

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:10 WIB

Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran

Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 08:01 WIB

Kasus Amsal Sitepu: Hinca Panjaitan Desak Kajari Dicopot dan Kapuspen Kejagung Minta Maaf

Kasus Amsal Sitepu: Hinca Panjaitan Desak Kajari Dicopot dan Kapuspen Kejagung Minta Maaf

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:58 WIB

Menteri Pertahanan Malaysia Janji Tindak Tegas Kasus Penganiayaan Prajurit hingga Cedera Otak

Menteri Pertahanan Malaysia Janji Tindak Tegas Kasus Penganiayaan Prajurit hingga Cedera Otak

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:56 WIB

Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran

Dunia Ramai-ramai Tolak Bantu AS Serang Iran

News | Jum'at, 03 April 2026 | 07:52 WIB