Negara-negara Miskin Tak Boleh Terinjak-injak dalam Perebutan Vaksin

Siswanto, BBC

Selasa, 24 November 2020 | 15:21 WIB
Negara-negara Miskin Tak Boleh Terinjak-injak dalam Perebutan Vaksin
BBC

Suara.com - Negara-negara yang paling miskin dan rentan di dunia tidak boleh "terinjak-injak dalam perebutan" vaksin Covid-19, kata pimpinan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan vaksin yang berhasil harus didistribusikan secara adil. Kemudian, uang sebanyak US$4,3 miliar (Rp61 triliun) diperlukan untuk membantu mendanai skema pembagian secara adil.

Dia mengatakan, pertanyaannya adalah "bukan apakah dunia mampu untuk berbagi ... tapi apakah dunia bisa membayar akibat dari tidak berbagi".

Empat vaksin telah melaporkan hasil yang baik dari uji coba tahap akhir.

Yang terbaru terbukti sangat efektif dalam menghentikan gejala Covid-19 adalah yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca.

Vaksin itu jauh lebih murah untuk diproduksi daripada dua vaksin lainnya yang baru-baru ini diumumkan dan dapat berdampak lebih besar di seluruh dunia.

Vaksin Oxford yang menurut para peneliti dapat menawarkan perlindungan hingga 90%, juga lebih mudah disimpan dan diangkut daripada vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna.

Negara-negara berkembang hanya perlu membayar biaya pengganti pembuatan vaksin tersebut, sehingga membuatnya lebih terjangkau.

Vaksin Covid lain yang dikembangkan di Rusia, Sputnik V, telah melaporkan data awal yang baik dari uji coba fase tiga.

Apa yang dikatakan Tedros tentang kemajuan vaksin?

Berbicara dalam konferensi pers virtual pada hari Senin (23/11), Dr Tedros mengatakan hasil yang menjanjikan dari uji coba vaksin berarti "cahaya di ujung terowongan gelap yang panjang ini nampak semakin terang".

"Pentingnya pencapaian ilmiah ini tidak bisa dilebih-lebihkan," katanya.

Dia menambahkan: "Tidak ada vaksin dalam sejarah yang dikembangkan secepat ini."

Tedros mengatakan bahwa vaksin, yang digabungkan dengan tindakan kesehatan lain yang telah dicoba dan diuji, akan membantu untuk "mengakhiri pandemi".

Lebih lanjut, Dr Tedros mengatakan ia paham bahwa "setiap pemerintah ingin melakukan segala yang mereka bisa untuk melindungi rakyatnya", tapi dia khawatir bahwa negara-negara kaya akan membeli stok vaksin yang berhasil, meninggalkan negara-negara miskin dengan tangan kosong.

WHO sebelumnya mengatakan kepada BBC bahwa respons terhadap pandemi global "harus bersifat kolektif".

Beberapa negara kini membeli banyak merek vaksin karena belum diketahui vaksin mana yang akan bekerja paling efektif dan aman,

India, Uni Eropa, AS, Kanada, dan Inggris adalah negara-negara yang mencadangkan dosis paling banyak, menurut data terbaru.

Bagaimana WHO ingin membantu negara-negara miskin?

Dr Tedros mendesak lebih banyak negara untuk bergabung dengan skema berbagi vaksin global dalam platform yang dikembangkan WHO yang dikenal sebagai Covax.

Ia mengatakan 187 negara telah mendaftar dalam program ini.

Skema tersebut bertujuan untuk mendistribusikan dua miliar dosis vaksin ke seluruh dunia pada akhir tahun 2021, tetapi mereka berjuang untuk mengumpulkan dana untuk mendistribusikan pasokan ke lebih dari 90 negara berpenghasilan rendah yang telah mendaftar.

Dr Tedros mengatakan bahwa US$4,3 miliar dibutuhkan untuk mendukung pengadaan massal dan distribusi tes dan obat untuk perawatan pada akhir tahun,

Ia menambahkan bahwa proyek tersebut akan membutuhkan tambahan US$23,8 miliar pada 2021.

Sementara itu, keprihatinan juga muncul atas fakta bahwa beberapa penandatangan Covax, termasuk Inggris dan Kanada, secara langsung merundingkan kesepakatan mereka sendiri dengan perusahaan farmasi.

"Mereka berinvestasi banyak di Covax, tetapi pada saat yang sama mereka mengambil dosis dari pasar ketika kita tahu permintaan akan melebihi pasokan yang tersedia," kata Andrea Taylor, seorang peneliti di Duke University di negara bagian North Carolina, AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas

Dugaan Tabrak Lari di Bantul, Pengemudi Mobil Ditangkap Warga Usai Hantam Pemotor Hingga Tewas

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:43 WIB

Foto Prabowo Hasil Editan AI Diunggah, Alasan Eva Chairunisa Bikin Publik Tambah Geram

Foto Prabowo Hasil Editan AI Diunggah, Alasan Eva Chairunisa Bikin Publik Tambah Geram

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:40 WIB

5 Film Baru Sambut Akhir Pekan Ini, Ada Laut Bercerita hingga The Intern

5 Film Baru Sambut Akhir Pekan Ini, Ada Laut Bercerita hingga The Intern

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:40 WIB

Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G

Sidang Febrie Adriansyah Berlanjut, Maphi Soroti Dugaan Intervensi Kasus BTS 4G

Jakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:36 WIB

5 Toner untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas Sesuai Review

5 Toner untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas Sesuai Review

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan

Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:30 WIB

Guru Besar Ekonomi UI: Konser Andrea Bocelli Bisa Picu 'Experience Economy'

Guru Besar Ekonomi UI: Konser Andrea Bocelli Bisa Picu 'Experience Economy'

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:27 WIB

Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!

Persis Solo Tunggak Sewa Stadion Manahan Rp 3,21 Miliar, BRM Kusumo Putro: Ini Memalukan!

Surakarta | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:24 WIB

3 Pilihan Skin Tint dengan Hasil Akhir Matte, Cocok untuk Kulit Berminyak

3 Pilihan Skin Tint dengan Hasil Akhir Matte, Cocok untuk Kulit Berminyak

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:20 WIB

Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur

Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:19 WIB

×