- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik pertumbuhan ekonomi era Jokowi yang lebih lambat dibanding masa SBY dalam rapat DPD RI, Senin (14/9/2026).
- Purbaya menyatakan pertumbuhan ekonomi era SBY mencapai enam persen dengan kenaikan PDB per kapita hampir tiga puluh persen, sementara era Jokowi sekitar lima persen.
- Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai enam hingga enam setengah persen guna meningkatkan PDB per kapita dan kesejahteraan masyarakat secara signifikan.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengkritik pertumbuhan ekonomi yang terjadi di era Presiden ke-6 RI Joko Widodo (Jokowi). Ia menilai kalau ekonomi saat itu tumbuh lambat ketimbang di era Presiden ke-5 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Mulanya Menkeu Purbaya bercerita kalau selama 10 tahun pemerintahan SBY, pertumbuhan ekonomi Indonesia ada di sekitar 6 persen. Berbeda dengan 10 tahun selanjutnya era Jokowi, yang pertumbuhannya sekitar 5 persen hingga bahkan di bawahnya.
"Kalau kita lihat kan dalam 10 tahun pemerintahan Pak SBY itu tumbuh sekitar 6 persen. 10 tahun berikutnya pertumbuhan kita sekitar 5% atau di bawah. Sekarang kita dorong ke arah 6 persen. Sebelum itu kan prospeknya 5 persen atau di bawah," katanya saat Rapat Kerja dengan DPD RI yang dipantau virtual, Senin (14/9/2026).
Purbaya menyebut, saat ini Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan pertumbuhan ekonomi di angka 6 hingga 6,5 persen. Ia berjanji Pemerintah saat ini bakal mengakselerasikan kebijakan sehingga Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita bakal meningkat signifikan.
"Dengan pertumbuhan 6-6,5% atau lebih, kita bisa akselerasikan nanti berapa tahun ke depan, GDP (Gross Domestic Product atau PDB) per kapita kita akan meningkat dengan signifikan sekali," lanjutnya.
![Momen akrab penuh canda dan tawa tampak dari raut wajah Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo, serta Wakil Presiden Gibran Rakabuming di upacara kemerdakaan HUT RI ke-81 di Istana, Senin (17/8/2026). [Suara.com/Novian]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/17/47560-jokowi-dan-gibran-apit-prabowo-tawa-pecah-saksikan-manuver-jet-tempur.jpg)
Bendahara Negara kembali membandingkan GDP era SBY yang naik hingga 300 persen atau tiga kali lipat ketika pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen. Berbeda dari era Jokowi yang dianggapnya pertumbuhan ekonomi agak lambat.
"Kalau kita lihat zaman Pak SBY itu 6% pertumbuhannya, PDB per kapitanya naik hampir 300 persen, 3 kali lipat. Jadi di situ sejahtera lebih cepat, karena sebelumnya kita pertumbuhannya agak lambat," beber dia.
"Jadi, itulah alasannya kenapa Pak Prabowo ingin menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat, supaya masyarakat kita lebih sejahtera lagi dengan lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya," jelas Purbaya.