-
Tim SAR menggunakan drone bawah laut untuk mencari 129 korban kapal Virgo Transport 8.
-
Kapal rute Surabaya-Banjarmasin ini terbalik di Perairan Masalembo akibat diterjang gelombang tinggi.
-
Sebanyak 108 penumpang berhasil diselamatkan dan enam orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Suara.com - Media internasional menyinggung soal lemahnya aturan keselamatan transportasi laut. Sehingga menyebabkan kecelakaan berulang di perairan Indonesia. Terakhir, kapal Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo. Pencarian ratusan korban hilang kini melibatkan drone bawah laut dan penyelam khusus.
Kantor berita asa Prancis, AFP menuliskan dalam laporannya jika Indonesia merupakan negara kepulauan besar yang sangat menggantungkan sarana transportasi antarpulau pada armada kapal feri. Namun, kecelakaan laut masih sering berulang akibat lemahnya penegakan standar keselamatan armada dan pelayaran.
Peristiwa tenggelamnya armada Virgo Transport 8 menjadi catatan kelam terbaru dalam industri transportasi laut nasional. Pemerintah kini didesak untuk memperketat pengawasan kelaikan jalan kapal demi mencegah tragedi serupa terulang kembali.
![Petugas gabungan mengecek kesehatan korban kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 di Posko Kesehatan Pelabuhan Tri Sakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hma]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/09/14/51155-posko-kesehatan-kapal-virgo-transport-8-kecelakaan-kapal-virgo-transport-8.jpg)
"Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, di mana kapal feri merupakan sarana transportasi yang umum digunakan. Bencana sering kali terjadi, sebagian disebabkan oleh lemahnya penegakan standar keselamatan," tulis media itu.
Khusus peristiwa tenggelamnya kapal Motor Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo, sebanyak 129 penumpang masih dinyatakan hilang, sementara enam orang ditemukan meninggal dunia hingga Senin ini.
Sebanyak 622 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait dikerahkan bersama 17 unit kapal serta pesawat udara.
Tim SAR mengonsentrasikan titik pencarian di wilayah perairan yang berjarak sekitar 148 kilometer dari Banjarmasin.
Pihak berwenang optimistis bisa menemukan korban selamat di tengah cuaca ekstrem dan lautan yang berombak.
“Kami tetap berharap dapat menemukan lebih banyak korban selamat,” ujar Mohammad Syafii, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam pengarahan video.
Upaya penyelamatan sebelumnya telah berhasil mengevakuasi 108 penumpang selamat dengan bantuan kapal tunda dan armada yang melintas di lokasi.
Nakhoda sempat mengirimkan sinyal bahaya sebelum komunikasi terputus total pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Gelombang setinggi tiga meter membuat kapal bermuatan ratusan orang dan 89 kendaraan tersebut miring hingga akhirnya terbalik.
Data resmi mencatat kapal mengangkut 243 orang yang terdiri dari 213 penumpang serta 30 anak buah kapal.
Meskipun demikian, jumlah riil korban di lapangan berpotensi berbeda akibat praktik ketidaksesuaian manifest yang masih sering terjadi.
Keluarga penumpang kini berkumpul di posko darurat Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan Pelabuhan Surabaya untuk menanti kepastian nasib kerabat mereka.
Isi tangis dan ketegangan mewarnai pusat informasi pelabuhan seiring berjalannya proses evakuasi yang terus dipacu.
Kapal buatan Jepang tahun 1987 sepanjang 119 meter ini baru saja dibeli dan dioperasikan di Indonesia sejak tahun lalu.