Tembus 5.000 Tiga Hari Berturut-turut, Satgas Covid-19: Harus Jadi Alarm

Bimo Aria Fundrika | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Kamis, 26 November 2020 | 20:21 WIB
Tembus 5.000 Tiga Hari Berturut-turut, Satgas Covid-19: Harus Jadi Alarm
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito / Foto : Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden

Suara.com - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan bahwa penambahan kasus positif di Indonesia sudah mencapai lebih dari 5.000 kasus selama tiga hari. 

Bahkan kata Wiku, penambahan kasus positif, tidak pernah berada di bawah 4.000 kasus dalam sepekan terakhir.

"Satgas ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa penambahan kasus positif di Indonesia sudah mencapai lebih dari 5.000 kasus selama 3 hari, bahkan tidak pernah berada di bawah Rp4.000 selama seminggu terakhir," ujar Wiku dalam jumpa pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Penambahan kasus positif yang mencapai lebih dari 5.000 kasus kata Wiku harus menjadi peringatan semua pihak.

Karena itu perlu ada langkah serius dari pemerintah daerah untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Tenaga medis virus corona (Antara)
Tenaga medis virus corona (Antara)

"Ini harus menjadi alarm bagi kita semua kasus positif ini dapat terus bertambah apabila tidak ada langkah serius dari masyarakat, maupun pemerintah daerah untuk mencegah penularan," tutur dia.

Tak hanya itu, Wiku menyebut penambahan kasus positif yang sangat tinggi ini, terjadi karena masih adanya penularan yang terjadi di masyarakat. 

Satgas kata Wiku kembali meminta kepada masyarakat untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan 3M, dalam setiap aktivitas yang dilakukan.

"Jangan sampai lengah, sehingga kita dapat tertular covid-19. Ingat kedisiplinan terhadap protokol Kejahatan akan melindungi diri kita dan orang-orang terdekat dari penularan covid 19," kata Wiku.

Lebih lanjut, ia juga mengimbau Satgas Daerah untuk tegas melakukan penindakan kepada pelanggar protokol kesehatan. 

"Bagi Satgas di daerah,  jangan ragu untuk segera melakukan penindakan kepada masyarakat yang masih abai terhadap protokol kesehatan sesuai dengan peraturan yang berlaku tanpa pandang bulu," kata Wiku.

Dalam kesempatan tersebut, Wiku memaparkan perkembangan kasus harian Covid-19 per 26 November 2020. 

Per hari ini, terjadi penambahan kasus sebesar 4.917 kasus. Sehingga jumlah kasus aktif menjadi 66.752 atau 12,9 persen.

 Angka tersebut kata Wiku masih lebih rendah dibandingkan kasus aktif dunia sebesar 28,43 persen.

Kemudian jumlah kasus sembuh yakni 433.649 atau 83,9 persen, masih lebih tinggi dibandingkan kasus sembuh dunia sebesar 69,2 persen. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jerman Bakal Perpanjang Pembatasan Sosial Hingga Maret, Ini Alasannya

Jerman Bakal Perpanjang Pembatasan Sosial Hingga Maret, Ini Alasannya

Health | Kamis, 26 November 2020 | 20:11 WIB

Mesir Buat Robot Pemeriksa Covid-19, Bagaimana Cara Kerjanya?

Mesir Buat Robot Pemeriksa Covid-19, Bagaimana Cara Kerjanya?

Jatim | Kamis, 26 November 2020 | 20:15 WIB

Ahli Sebut Makanan Berperan dalam Cegah Virus Corona, ini yang Diperlukan!

Ahli Sebut Makanan Berperan dalam Cegah Virus Corona, ini yang Diperlukan!

Health | Kamis, 26 November 2020 | 20:05 WIB

Terkini

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:58 WIB

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:55 WIB

Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel

Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:43 WIB

Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama

Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:31 WIB

Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto

Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:11 WIB

Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?

Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:00 WIB

Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia

Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:50 WIB

AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini

AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:47 WIB

Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington

Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:42 WIB