Sandiaga dan Fadli Zon Disebut Layak Gantikan Edhy, Prabowo Pilih Siapa?

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Jum'at, 27 November 2020 | 11:49 WIB
Sandiaga dan Fadli Zon Disebut Layak Gantikan Edhy, Prabowo Pilih Siapa?
Prabowo Subianto. [Suara.com/Bagaskara]

Suara.com - Pengunduran diri Edhy Prabowo dari jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan setelah terjerat kasus dugaan suap membuat publik menerka siapa kiranya sosok yang bakal dipilih Presiden Jokowi menggantikan Edhy.

Seperti diketahui, Jokowi baru menunjuk Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Menteri KKP ad interim.

Menanggapi pertanyaan publik, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin memiliki analisis tersendiri. Menurutnya, kursi Menteri KKP masih berpeluang diberikan kembali kepada Partai Gerindra seiring sepeninggalan Edhy.

Melihat analisis itu, maka ada sejumlah nama di internal Partai Gerindra yang digadang bisa menggantikan Edhy. Di antaranya ialah Sufmi Dasco Ahmad, Sandiaga Uno hingga Fadli Zon.

"Soal siapa sosok pengganti Edy Prabowo, jika penggantinya dari Gerindra lagi ada beberapa nama yang layak seperti Fadli Zon, Dasco, dan Sandi," kata Ujang dihubungi Suara.com, Jumat (27/11/2020).

Namun, menurut Ujang, Prabowo seharusnya dapat condong mendorong Fadli Zon apabila memang kursi di KKP masih jatah Partai Gerindra.

"Jika Prabowo ingin aman, maka FZ yang mesti didororong jadi Menteri KKP. Agar masuk pemerintah dan tak banyak mengkritik pemerintah. Jika penggantinya di luar Gerindra. Semua itu tergantung Jokowi dan suka-suka Jokowi," kata Ujang.

Ujang mengatakan meski dikenal vokal terhadap pemerintah, ia memperkirakan Fadli Zon akan sungkan menolak perintah Prabowo bilamana Fazli dipercaya Jokowi menjadi Menteri KKP.

"Jika itu perintah Prabowo dan perintah partai, Fadli Zon pasti akan bersedia. Sebagai kader Gerindra, kemungkinan dia tak menolak," kata Ujang.

baca juga

Luhut Jabat Menteri KKP Ad Interim

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ditunjuk sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan ad interim menggantikan Edhy Prabowo yang telah berstatus tersangka kasus suap izin ekspor benih lobster.

Penunjukan Luhut sebagai Menteri KP ad interim tersebut berdasarkan surat yang diteken Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Rabu (25/11).

"Menko telah menerima surat dari Mensesneg yang menyampaikan bahwa berkaitan dengan proses pemeriksaan oleh KPK terhadap Menteri KP, maka Presiden menunjuk Menko Maritim dan Investasi sebagai Menteri KP ad interim," kata Juru Bicara Menko Maritim dan Investasi Jodi Mahardi dalam keterangan di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Edhy ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK bersama enam orang lainnya yakni stafsus Menteri KKP, Safri; pengurus PT ACK, Siswadi; staf istri Edhy, Ainul Faqih; dan pemberi suap Direktur PT DPP, Suharjito.

Penetapan status tersangka itu dilakukan setelah KPK meringkus mereka di sejumlah tempat pada Rabu (25/11/2020) lalu.

Mereka pun telah dilakukan penahanan selama 20 hari terhitung sejak 25 November sampai 14 Desember mendatang.

Sementara dua tersangka lain yakni, Andreau Pribadi dan Amiril Mukminin baru menyerahkan diri ke KPK, Kamis kemarin. Mereka sempat menjadi buronan setelah lolos dari tangkapan penyidik KPK.

Untuk diketahui, dalam kontruksi perkara suap benih lobster, Edhy diduga menerima suap mencapai Rp 3.4 miliar dan 100 ribu dolar Amerika Serikat. Uang itu sebagian digunakan Edhy bersama istrinya untuk berbelanja tas hermes, sepeda, hingga jam rolex di Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Edhy Ditangkap KPK, Prabowo Ditagih Bikin Penjara untuk Kader Gerindra

Edhy Ditangkap KPK, Prabowo Ditagih Bikin Penjara untuk Kader Gerindra

Batam | Jum'at, 27 November 2020 | 06:45 WIB

Pendiri PAN: Halo Pak Prabowo, Sudah Bikin Bui untuk Penjarakan Kadernya?

Pendiri PAN: Halo Pak Prabowo, Sudah Bikin Bui untuk Penjarakan Kadernya?

News | Kamis, 26 November 2020 | 21:27 WIB

Bantah Rocky Gerung, KSP: Penangkapan Edhy Prabowo Bukan Persoalan Politik

Bantah Rocky Gerung, KSP: Penangkapan Edhy Prabowo Bukan Persoalan Politik

News | Kamis, 26 November 2020 | 18:57 WIB

Prabowo Terima Pengunduran Diri Edhy, Tak Berani Sebut Penggantinya di KKP

Prabowo Terima Pengunduran Diri Edhy, Tak Berani Sebut Penggantinya di KKP

News | Kamis, 26 November 2020 | 13:32 WIB

Terkini

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 21:25 WIB

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:25 WIB

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 20:23 WIB

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:55 WIB

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:50 WIB

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:39 WIB

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:32 WIB

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:24 WIB

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

Polri Serahkan Berkas Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejagung, Ini Detailnya

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:10 WIB

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

Prabowo: yang Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain

News | Minggu, 12 Juli 2026 | 18:35 WIB

×