Nasib Petani Sulteng: Jadi Korban Salah Tembak Aparat hingga Target Teroris

Agung Sandy Lesmana, Muhammad Yasir

Senin, 30 November 2020 | 11:29 WIB
Nasib Petani Sulteng: Jadi Korban Salah Tembak Aparat hingga Target Teroris
Kondisi Gereja Bala Keselamatan pasca diserbu kelompok teroris Mujahid Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora terhadap jemaatnya di Pos Pelayanan Lewonu, Palu, Sulawesi Tengah. [dokumentasi]

Suara.com - Pembunuhan satu keluarga di Desa Lemba Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi yang diduga dilakukan oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menambah daftar panjang kasus kekerasan di Sulawesi Tengah. Nahasnya, sebagian besar korban merupakan warga yang berprofesi sebagai petani.

Institut Mosintuwu salah satu organisasi yang secara khusus meneliti sejarah kekerasan di Poso dan di Sulawesi Tengah menyebut seluruh korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora merupakan seorang petani. Mirisnya, dalam rentang waktu yang sama, beberapa petani juga menjadi korban salah tembak oleh oknum aparat kemanan.

"Seluruh korban pembunuhan MIT sepanjang 2020 adalah para petani. Pada rentang waktu yang sama, beberapa pembunuhan warga juga terjadi akibat salah tembak oleh aparat keamanan," kata Direktur Institut Mosintuwu Lian Gogali dalam keterengannya kepada Suara.com, Senin (30/11/2020).

Berdasar data yang dimiliki Institut Mosintuwu, Gogali mengemukakan setidaknya ada tiga warga yang menjadi korban salah tembak anggota keamanan sepanjang tahun 2020. Ketiga korban, yakni; Qidam (9 April 2020), Firman dan Syarifudin (2 Juni 2020).

"Ketiga korban adalah petani. Sampai saat ini, belum terdengar informasi proses pengadilan bagi aparat keamanan yang melakukan," ungkap Gogali.

Teroris MIT Ali Kalora menyerang warga di Sigi, Sulawesi Tengah. [dokumentasi polisi]
Teroris MIT Ali Kalora menyerang warga di Sigi, Sulawesi Tengah. [dokumentasi polisi]

Menurut Gogali, perasaan tidak aman kerap menghantui kelompok petani khususnya yang berkebun di pinggiran hutan. Mereka, tidak hanya takut dicap sebagai pembantu polisi oleh kelompok MIT tetapi juga takut dicurigai sebagai bagian dari kelompok teroris oleh aparat keamanan.

"Akibatnya, ratusan hektar kebun di wilayah Kabupaten Poso ditinggalkan," beber Gogali.

"Posisi petani menjadi serba sulit. Padahal mereka adalah tumpuan dan garda pertama ketahanan pangan masyarakat Sulawesi Tengah. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini pangan adalah sumber utama bertahan di masa sulit," imbuhnya.

Bantai Satu Keluarga

baca juga

Penyerangan dan pembunuhan satu keluarga yang diduga dilakukan oleh kelompok teroris MIT menewaskan empat orang dalam satu keluarga. Selain itu, tiga rumah warga dan satu gereja juga dikabarkan dibakar dalam serangan yang terjadi pada Jumat (27/11) sekira pukul 09.00 WITA tersebut.

Keempat korban yang meninggal dunia itu teridentifikasi bernama Yasa, menantunya bernama Pinu, dan dua anggota keluarga lain: Pedi dan Naka. Mereka merupakan anggota jemaat Pos Pelayanan Gereja Bala Keselamatan.

"Berdasarkan keterangan saksi, diduga pelaku penyerangan adalah DPO kelompok MIT. Itu setelah kami perlihatkan foto 11 DPO kepada saksi, ada tiga yang dikenali, salah satunya Ali Kalora," kata Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Suparnoto, Sabtu (28/11).

Didik kemudian menegaskan bahwa kelompok MIT pimpinan Ali Kalora menyerang secara random atau acak. Dia menepis dugaan bahwa kelompok teroris MIT sengaja mengincar kelompok atau kepercayaan tertentu.

"Ya, namanya teroris, mereka menyerang untuk menakut-takuti. Melakukan serangan acak, antara MIT dan satu keluarga yang meninggal tidak ada hubungan atau persinggungan apa pun," ujarnya.

Gereja

Sementara itu, Kapolres Sigi AKBP Yoga Priyahutama membantah adanya pembakaran gereja dalam peristiwa penyerangan yang dilakukan kelompok teroris MIT. Dia mengklaim, dalam peristiwa tersebut hanya ada tiga rumah warga yang dibakar dan empat orang meninggal dunia.

"Tapi tidak ada gereja dibakar. Di desa itu tak ada gereja. Jadi korban ada empat yang meninggal dan tiga rumah warga dibakar," kata Yoga.

Kekinian, kata Yoga, sebanyak 150 kepala keluarga atau KK di Desa Lemba Tongoa pun telah diungsikan. Mereka diungsikan ke lokasi ramai penduduk.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

8 Fakta Baru Pembunuhan di Sigi, Satu Keluarga Tewas

8 Fakta Baru Pembunuhan di Sigi, Satu Keluarga Tewas

Sumut | Minggu, 29 November 2020 | 08:28 WIB

Fakta Satu Keluarga Dibunuh Teroris MIT, Penggal Kepala dan Bakar Rumah

Fakta Satu Keluarga Dibunuh Teroris MIT, Penggal Kepala dan Bakar Rumah

Jatim | Sabtu, 28 November 2020 | 21:00 WIB

Sadis! Fakta Teroris MIT Bakar Rumah dan Bantai 4 Warga

Sadis! Fakta Teroris MIT Bakar Rumah dan Bantai 4 Warga

Video | Sabtu, 28 November 2020 | 21:00 WIB

Menag Fachrul Razi Kecam Serangan Teroris MIT terhadap Warga di Sigi

Menag Fachrul Razi Kecam Serangan Teroris MIT terhadap Warga di Sigi

News | Sabtu, 28 November 2020 | 21:46 WIB

Terkini

Ramalan Zodiak Paling Hoki 5 November 2026, Siapa Saja yang Hidupnya Mujur?

Ramalan Zodiak Paling Hoki 5 November 2026, Siapa Saja yang Hidupnya Mujur?

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 09:36 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Ungkap Celah Keamanan Sistem LIMS

Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Ungkap Celah Keamanan Sistem LIMS

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 09:35 WIB

Singapura Naikkan Denda Kabut Asap Lintas Batas, Ancam Cabut Akses Bisnis Perusahaan Nakal

Singapura Naikkan Denda Kabut Asap Lintas Batas, Ancam Cabut Akses Bisnis Perusahaan Nakal

News | Kamis, 05 November 2026 | 09:35 WIB

Cegah Bentrok! Polisi Bagi Kuota 50:50 Pendukung Jokowi dan Roy Suryo di Sidang Ijazah Palsu

Cegah Bentrok! Polisi Bagi Kuota 50:50 Pendukung Jokowi dan Roy Suryo di Sidang Ijazah Palsu

News | Kamis, 05 November 2026 | 09:31 WIB

Striker Berpaspor Indonesia Lassana Doucoure Ketiban Untung, Klub Baru Promosi ke Liga Norwegia

Striker Berpaspor Indonesia Lassana Doucoure Ketiban Untung, Klub Baru Promosi ke Liga Norwegia

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 09:29 WIB

Cara Mengecek Apakah Nomor HP Kita Terdaftar di Pinjol Tanpa Izin

Cara Mengecek Apakah Nomor HP Kita Terdaftar di Pinjol Tanpa Izin

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 09:20 WIB

IHSG Terus Rebound Mulai Bergerak ke Level 5.000

IHSG Terus Rebound Mulai Bergerak ke Level 5.000

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 09:19 WIB

Indonesia - China Jajaki Kerja Sama Teknologi AI dan Manufaktur Cerdas

Indonesia - China Jajaki Kerja Sama Teknologi AI dan Manufaktur Cerdas

Tekno | Kamis, 05 November 2026 | 09:18 WIB

Pengunjung Berdesakan Rebutan Masuk PN Jaktim Jelang Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo

Pengunjung Berdesakan Rebutan Masuk PN Jaktim Jelang Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo

News | Kamis, 05 November 2026 | 09:17 WIB

Empat Polisi Digerebek Diduga Pesta Narkoba di Batam Terancam Dipecat

Empat Polisi Digerebek Diduga Pesta Narkoba di Batam Terancam Dipecat

Batam | Kamis, 05 November 2026 | 09:16 WIB

×