AS Turun Tangan, Arab Saudi Izinkan Maskapai Israel Lintasi Langitnya

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Selasa, 01 Desember 2020 | 21:36 WIB
AS Turun Tangan, Arab Saudi Izinkan Maskapai Israel Lintasi Langitnya
Ilustrasi pesawat terbang.[Shutterstock]

Suara.com - Arab Saudi setuju untuk membiarkan pesawat komersil Israel melintasi wilayah udaranya dalam perjalanan ke Uni Emirat Arab setelah terjadi perundingan antara kerajaan dan pejabat AS.

Menyadur Al Jazeera, Selasa (1/12/2020) keputusan tersebut dikeluarkan setelah adanya perbincangan antara penasihat senior Gedung Putih Jared Kushner dan utusan Timur Tengah Avi Berkowitz dan Brian Hook.

"Kami dapat mendamaikan masalah tersebut," kata seorang pejabat dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Reuters pada hari Senin.

Perjanjian tersebut dibuat hanya beberapa jam sebelum penerbangan komersial pertama Israel ke UEA direncanakan pada Selasa pagi.

Israir, maskapai yang akan melakukan lawatan perdana tersebut terancam gagal jika perjanjian dan persetujuan penerbangan tidak dibuat.

Penerbangan langsung tersebut merupakan bagian dari kesepakatan normalisasi yang dicapai Israel dengan UEA, Bahrain dan Sudan tahun ini.

UEA telah memperoleh keuntungan dari normalisasi tersebut, seperti penjualan senjata dan jet tempur canggih dari Amerika Serikat.

"Ini harus menyelesaikan setiap masalah yang harus terjadi dengan operator Israel yang membawa orang-orang dari Israel ke UEA dan kembali dan ke Bahrain," kata pejabat Gedung Putih kepada Reuters.

Kushner dan timnya akan bertemu dengan amir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan emir Kuwait akhir pekan ini.

baca juga

Salah satu tujuan perjalanan tersebut adalah untuk mencoba membujuk negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) untuk mengakhiri blokade Qatar yang sudah berjalan tiga tahun.

Qatar berada di bawah blokade udara, darat dan laut yang diberlakukan oleh anggota GCC seperti Arab Saudi, UEA dan Bahrain, dan non-anggota GCC Mesir, sejak Juni 2017.

Mereka memutuskan hubungan dengan Doha setelah mengklaim bahwa mereka mendukung "terorisme". Qatar dengan keras menolak tuduhan tersebut, dengan mengatakan "tidak ada pembenaran yang sah" untuk memutuskan hubungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Asal Muasal Azan Hayya Alal Jihad: Diciptakan Teroris Arab Saudi

Asal Muasal Azan Hayya Alal Jihad: Diciptakan Teroris Arab Saudi

Riau | Selasa, 01 Desember 2020 | 16:33 WIB

Viral Azan Hayya Alal Jihad, Ternyata Awalnya Diciptakan Teroris Arab Saudi

Viral Azan Hayya Alal Jihad, Ternyata Awalnya Diciptakan Teroris Arab Saudi

Sumut | Selasa, 01 Desember 2020 | 16:21 WIB

Azan Hayya Alal Jihad, Asal-usulnya Ternyata Diciptakan Teroris Arab Saudi

Azan Hayya Alal Jihad, Asal-usulnya Ternyata Diciptakan Teroris Arab Saudi

News | Selasa, 01 Desember 2020 | 16:16 WIB

Terkini

Saham Keluarga Taipan Hary Tanoe Kompak Ambruk

Saham Keluarga Taipan Hary Tanoe Kompak Ambruk

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 12:11 WIB

Prabowo Kumpulkan Ahli Bahas Karhutla di Ratas, Bawa Agama dan Kurikulum Jadi Senjata Pencegahan

Prabowo Kumpulkan Ahli Bahas Karhutla di Ratas, Bawa Agama dan Kurikulum Jadi Senjata Pencegahan

News | Kamis, 24 September 2026 | 12:06 WIB

Data Karhutla Kalsel Beda-Beda, BNPB Minta Semua Instansi Pakai Satu Data

Data Karhutla Kalsel Beda-Beda, BNPB Minta Semua Instansi Pakai Satu Data

News | Kamis, 24 September 2026 | 12:02 WIB

Bos Geng Motor di Makassar Ditangkap Saat Asyik Live Tiktok

Bos Geng Motor di Makassar Ditangkap Saat Asyik Live Tiktok

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 12:01 WIB

Eks Anggota Polres Probolinggo Dijatuhi Vonis Mati, Begini Reaksi Atasan

Eks Anggota Polres Probolinggo Dijatuhi Vonis Mati, Begini Reaksi Atasan

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 12:01 WIB

Kultus Mi Instan: Mengurai Sejarah Politik Pangan Indonesia

Kultus Mi Instan: Mengurai Sejarah Politik Pangan Indonesia

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 12:00 WIB

Akses Jalan Padang-Solok Sudah Bisa Dilalui Pasca Banjir Bandang

Akses Jalan Padang-Solok Sudah Bisa Dilalui Pasca Banjir Bandang

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 11:55 WIB

Skenario Harga Bitcoin Menuju US$ 95.000, Tembus Basis Momentum Ini

Skenario Harga Bitcoin Menuju US$ 95.000, Tembus Basis Momentum Ini

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 11:55 WIB

3 Skincare dengan Kandungan Benzoyl Peroxide, Ampuh Hempas Jerawat Remaja dan Dewasa

3 Skincare dengan Kandungan Benzoyl Peroxide, Ampuh Hempas Jerawat Remaja dan Dewasa

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 11:52 WIB

Desil Menentukan Bansos, Tapi Bagaimana Jika Datanya Keliru?

Desil Menentukan Bansos, Tapi Bagaimana Jika Datanya Keliru?

News | Kamis, 24 September 2026 | 11:51 WIB

×