Iklan Nike Jepang tentang Rasisme dan Olahraga Sulut Debat Sengit Netizen

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 02 Desember 2020 | 18:40 WIB
Iklan Nike Jepang tentang Rasisme dan Olahraga Sulut Debat Sengit Netizen
BBC

Suara.com - Iklan Nike yang menampilkan diskriminasi rasial yang dihadapi anak-anak perempuan sekolah di Jepang dan menyebutkan olahraga dapat mengatasi rasisme memicu perdebatan sengit dan reaksi keras di negara itu.

Video itu menampilkan tiga pemain sepak bola muda dan berdasarkan pada "pengalaman nyata para atlet," kata Nike Jepang.

Iklan itu ingin menyampaikan bagaimana mereka "mengatasi perjuangan dan konflik sehari-hari untuk menggerakkan masa depan mereka melalui olahraga."

Iklan tersebut telah dibagikan dan dilihat sekitar 25 juta kali di Twitter dan YouTube.

Di Twitter, video itu mendapat lebih dari 60.000 likes, namun juga mendapat reaksi negatif dan menyulut perdebatan di kalangan pengguna media sosial.

Banyak komentator mengatakan Nike melebih-lebihkan soal diskriminasi dan rasisme dengan memilih Jepang, karena tidak ada alasan untuk itu.

Beberapa mengancam akan memboikot produk Nike. Petenis Jepang-Amerika Naomi Osaka, yang selama ini disponsori Nike, telah membantu memicu perdebatan tentang rasisme di Jepang setelah menyuarakan tentang gerakan Black Lives Matter.

Bahas rasisme di Jepang masih tabu

Identitas nasional Jepang sebagian didasarkan pada mitos tentang sebuah negara yang monoetnis. Hal ini telah memicu marjinalisasi penduduk asli Ainu di masa lalu, serta diskriminasi terhadap etnis Korea dan Tionghoa, warga birasial dan imigran.

Kampanye iklan "Keep Moving: Yourself, the Future" dirilis pada 30 November dan menampilkan beberapa gadis remaja yang mengalami perundungan di sekolah karena ras mereka atau kerena perbedaan lainnya, tetapi akhirnya mereka menemukan kepercayaan diri melalui olahraga sepak bola.

Dalam video tersebut, seorang gadis terlihat memandang gambar Naomi Osaka dengan pertanyaan: “Apakah dia orang Amerika? Jepang?" - mencerminkan berbagai tanggapan yang dihadapi bintang tenis itu.

Nike: Kami percaya sifat transformatif olahraga

Namun akhir iklan itu memiliki pesan yang menginspirasi, saat gadis-gadis tersebut menjadi tokoh utama di lapangan sepak bola.

“Suatu hari nanti kita akan melihat dunia ketika semua orang bisa hidup sebagaimana adanya,” kata gadis-gadis itu.

“Tapi kita tidak bisa menunggu itu.”

Video tersebut berjudul "The Future Isnn't Waiting", dengan hashtag #YouCantStopUs.

Nike Jepang tidak dapat segera mengomentari berbagai tanggapan negatif yang muncul di media sosial, tetapi mengatakan di situs resminya bahwa pihaknya percaya pada sifat transformatif olahraga.

"Kami percaya olahraga memiliki kekuatan untuk menunjukkan seperti apa dunia yang lebih baik, untuk menyatukan orang dan mendorong tindakan di komunitas masing-masing," kata Nike. hp/ha (rtr)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, 31 Penerbangan di SMB II Terganggu hingga Kuala Lumpur

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Rutan Depok Laporkan Dugaan Keterlibatan Petugas ke Polisi, 22 Warga Binaan Turut Diperiksa

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:36 WIB

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Geger Video Diduga Pesta Narkoba di Rutan Depok, Barang Terlarang Lolos Masuk Sel

Jabar | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:27 WIB

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Warga OKI Ditemukan Meninggal di Tengah Karhutla, Diduga Terjebak Asap dan Api

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:06 WIB

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Palmex Medan 2026 Kembali Digelar, 250 Perusahaan Akan Pamerkan Inovasi dan Teknologi Terkini

Sumut | Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:52 WIB

×