alexametrics

Alih-alih Sembuhkan Depresi, Seorang Ustad Tega Rudapaksa Gadis 23 Tahun

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus
Alih-alih Sembuhkan Depresi, Seorang Ustad Tega Rudapaksa Gadis 23 Tahun
Ilustrasi korban kekerasan atau pelecehan seksual - (Pixabay/Anemone123)

Seorang gadis 23 tahun diperkosa ustad dengan dalih menyembuhkan depresi.

Suara.com - Seorang ustad selebriti di Malaysia ditangkap pada Kamis (26/11) setelah seorang gadis berusia 23 tahun mengaku telah dirudapksanya.

Menyadur World Of Buzz, Rabu (2/12/2020) gadis tersebut membuat pengakuannya di media sosial yang mengklaim bahwa ustad yang berusia 25 tahun itu bertemu dengannya pada 11 September untuk membahas masalah depresi korban dan untuk menyembuhkannya menggunakan metode medis Islam.

Berita Harian memberitakan bahwa korban dibawa ke tempatnya dimana dia diperkosa. Korban diperingatkan oleh pelaku untuk tidak mengungkapkan pemerkosaan tersebut kepada siapapun.

"Korban berusia 23 tahun itu bertemu dengan tersangka yang diketahui melalui media sosial Instagram sekitar pukul 8 malam pada 11 September tahun lalu." buka Kapolres Shah Alam, Asisten Komisaris Baharudin Mat Taib dikutip dari Berita Harian.

Baca Juga: Pernah Hancurkan Indonesia, Rajagobal Kini Jadi Pelatih Baru Timnas Brunei

"Korban yang sedang mengendarai mobil milik tersangka tipe BMW sedang berdiskusi tentang masalah depresi yang dihadapi dengan metode pengobatan Islami.

"Tersangka kemudian membawa korban untuk makan di restoran di Batu 3, Shah Alam lalu ke rumahnya yang merupakan studio di Seksi 7 dengan alasan memberikan informasi bagaimana cara sembuh dari depresi," ujar Baharudin Mat Taib.

Selama berada di dalam rumah tersangka, korban diperkosa dan tidak berdaya untuk melawan, selain itu korban juga tidak tahu bagaimana cara keluar dari tempat tersebut.

Setelah itu, banyak korban lain yang mengutarakan cerita mereka yang mengaku telah diperkosa oleh pelaku yang sama.

Direktur Bukit Aman JSJ mengatakan dalam jumpa pers bahwa sebagian besar korbannya adalah siswa dan guru berusia antara 22 hingga 26 tahun. Semua korban mengikuti tersangka di Instagram-nya dan merupakan penggemarnya.

Baca Juga: Hubungan Kerja Sama dan Konflik Internasional Indonesia-Malaysia

Melihat kasus tersebut, ada sebuah komentar dari warganet yang sangat mengejutkan dan memicu kemarahan dan kecaman dari masyarakat.

Komentar