Jenazah Dibalsem Posisi Duduk, Pria Ini Ditolak di Pemakamannya Sendiri

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Kamis, 03 Desember 2020 | 16:59 WIB
Jenazah Dibalsem Posisi Duduk, Pria Ini Ditolak di Pemakamannya Sendiri
Jenazah Che Lewis dibalsem dalam posisi duduk. (Facebook/denniesfuneralhome)

Suara.com - Jenazah pria asal Trinidad dan Tobago, Port of Spain ditolak memasuki acara pemakamannya sendiri karena dibalsem dalam posisi duduk.

Menyadur The Sun Kamis (03/12), jenazah pria bernama Che Lewis ini dilarang memasuki area Gereja St John the Evangelist di kota Diego Martin karena dianggap tidak sopan.

Che Lewis dibalsem dalam posisi duduk atas permintaan keluarganya dengan alasan ingin menyelenggarakan acara pemakaman unik. "Setiap kehidupan adalah unik, oleh karena itu setiap pemakaman harus unik," jelas keluarganya.

Che melewati hari terakhirnya di dunia dengan gaya yang stylish. Ia duduk di dekat pintu dengan celana panjang putih, dasi dan jas warna pink juga kacamata hitam.

Pria ini duduk dalam posisi tegak sempurna hingga sebagian orang tak akan menyangka jika itu adalah jenazah yang dibalsem secara ekstrem.

Jenazah Che Lewis dibalsem dalam posisi duduk. (Facebook/denniesfuneralhome)
Jenazah Che Lewis dibalsem dalam posisi duduk. (Facebook/denniesfuneralhome)

Che Lewis meninggal bersama ayahnya dalam sebuah pembunuhan di Diego Martin pada 15 November. Tidak seperti Che, ayahnya yang bernama Adlay ditempatkan ke dalam peti mati oleh keluarga.

Video dan gambar yang beredar menunjukkan Che duduk di luar gereja dengan banyak pelayat yang tidak menyadari bahwa itu adalah jenazah yang sedang menjalani prosesi pemakaman.

Beberapa pengunjung bahkan mengumpat pada Che karena ia tidak memakai masker.

Mereka dimakamkan di St John the Evangelist Cemetery dan jenazah Che ditempatkan di dalam peti mati sebelum dimasukkan ke liang lahat.

Dennie dari Dennie's Funeral Home, perusahaan yang membalsem Che Lewis mengatakan senang melakukan permintaan keluarga. Meski begitu, polisi sangat kecewa dengan tindakan perusahaan ini dan dianggap sembrono.

"Membawa jenazah dengan cara yang berbahaya adalah pelanggaran dengan hukuman £ 750 dan polisi akan melanjutkan penyelidikan terhadap perilaku perusahaan pemakaman di jalan," jelas polisi Brent Batson.

Pendeta Katolik setempat juga mengecam aksi tersebut dan dianggap tidak sopan. Kini mereka menyarankan paroki untuk merinci secara lengkap pemakaman yang akan datang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mantan Tunangan Diego Maradona Sempat Bikin Keributan di Hari Pemakaman

Mantan Tunangan Diego Maradona Sempat Bikin Keributan di Hari Pemakaman

Bola | Senin, 30 November 2020 | 14:34 WIB

Swafoto Bersama Peti dan Jenazah Diego Maradona, Petugas Pemakaman Dipecat

Swafoto Bersama Peti dan Jenazah Diego Maradona, Petugas Pemakaman Dipecat

News | Minggu, 29 November 2020 | 11:00 WIB

Ribuan Orang Sampaikan Perpisahan Terakhir Jelang Pemakaman Diego Maradona

Ribuan Orang Sampaikan Perpisahan Terakhir Jelang Pemakaman Diego Maradona

Bola | Jum'at, 27 November 2020 | 09:04 WIB

Terkini

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:48 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:34 WIB

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:30 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:21 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:19 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:30 WIB