Array

Nyesek! Curhat Perempuan Melahirkan di Rumah Mertua Sampai Kena Baby Blues

Kamis, 03 Desember 2020 | 22:24 WIB
Nyesek! Curhat Perempuan Melahirkan di Rumah Mertua Sampai Kena Baby Blues
Ilustrasi baby blues [shutterstock]

Curhatan wanita yang mengalami trauma usai melahirkan anak pertama di rumah mertua itu ditimpali oleh publik yang ramai-ramai meninggalkan komentar.

Banyak dari mereka memberikan tips saat mendekati waktu-waktu melahirkan.

"Makanya kenapa setiap menantu wanita kalau hamil dekat lahiran mending di rumah orang tua sendiri karena sayang mertua ke menantu gak sesayang orang tua ke anak sendiri. Kalau di orang tua sendiri makan apapun asal bergizi gak apa. Anak nangis karena kita baru lahiran masih ada linu, orang tua kita yang gendong dan nenangis bayinya," ujar @navisamedia.

"Aku ngerasaain banget. Tapi alhamdulillah udah terlewati meskipun jujur 1m5 tahun bersama mertua yang begitu berat setiap harinya. Air mata yang setiap saat mengalir," timpal warganet lainnya.

"Samaan kaya aku. AKu juga kena baby bluse. Sedih aja bawaannya lihat bayiku gak dibuatin makan pedas. Makan aja paka nasi udah. Lahiran sehari udah ditinggal dagang, sama sekali gak diurus. Tapi udah berlalu, udah 5 tahun anakku didiagnoas karena sering dehidrasi," curhat @mayakendedes.

Kekinian, unggahan itu telah disukai lebih dari 2.000 pengguna Instagram.

Apa Itu Baby Blues dan Cara Menanganinya?

Istilah sindrom baby blues sering dirasakan para ibu muda yang baru memiliki anak. 

Sindrom baby blues adalah gangguan suasana hati yang menyerang perempuan setelah melahirkan. Kondisi ini biasanya terjadi pada hari ketiga hingga seminggu setelah melahirkan.

Baca Juga: Mantan Pramugari Jadi Penjual Gas Elpiji, Kisah Avila Korban PHK Viral

Baik saat hamil atau setelah melahirkan, baby blues dapat berdampak buruk pada kesehatan sang ibu dan buah hati. Untuk itu, kondisi ini harus ditangani dengan tepat.

Beberapa perawatan yang biasanya direkomendasikan untuk mengatasi baby blues, meliputi:

-Belajar untuk menenangkan diri dengan latihan pernapasan dan meditasi.

-Imbangi dengan istirahat cukup, konsumsi makanan bergizi, dan aktivitas fisik yang menyenangkan, seperti olahraga, berkebun, dan lain-lain.

-Meningkatkan pengetahuan diri mengenai kehamilan dan persalinan untuk mengurangi rasa takut dan cemas menghadapi persalinan.

-Mengikuti terapi perilaku kognitif (CBT) untuk meningkatkan pikiran-pikiran yang positif dan gaya hidup yang lebih sehat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI