Logo Tut Wuri Handayani Sejarah dan Artinya

Rifan Aditya

Selasa, 08 Desember 2020 | 10:36 WIB
Logo Tut Wuri Handayani Sejarah dan Artinya
Tut Wuri Handayani

Suara.com - Jika membahas tentang pendidikan Indonesia tak akan lepas dari Ki Hajar Dewantara dan Tut Wuri Handayani. Apakah kamu tahu bagaimana sejarah logo Tut Wuri Handayani dan artinya?

Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu pahlawan nasional yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan dan hari lahirnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu tokoh yang membuat tiga semboyan pendidikan yakni, Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, dan Tut Wuri Handayani.

Kalimat tersebut memiliki arti "di depan, seorang pendidik harus bisa menjadi teladan di tengah murid, pendidik harus bisa memberikan ide, dan di belakang, seorang pendidik harus bisa menberikan dorongan". Dari ketiga semboyan tersebut, semboyan Tut Wuri Handayani digunakan dalam melaksanakan sistem pendidikan.

Tut Wuri Handayani dijadikan sebagai lambang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia sebagai penghargaan atas jasa Ki Hajar Dewantara dalam perjuangannya dalam pendidikan Indonesia.

Sejarah Logo Tut Wuri Handayani

Logo Tut Wuri Handayani digunakan sejak tahun 1977 yang berawal dari sayembara pembuatan logo ini. Pada tanggal 14 Februari 1977 dibentuk panitia sayembara pembuatan lambang departemen ini.

Pada sayembera tersebut memiliki tim juri antara lain, Dr. Soekmono yang merupakan dosen Departemen Seni Rupa ITB, Prof. Drs. HA Sadali dan Drs. Abdulkadir yang merupakan Ketua Sekolah Tinggi Seni Rupa (ASRI) Yogyakarta. Saat itu, terdapat 1.600 logo yang diseleksi namun tak satupun terpilih.

Terdapat 10 logo yang dapat digolongkan sebagai logo terbaik. Dari kesepuluh logo tersebut dimodifikasi menjadi logo tut wuri handayani yang bisa dilihat hingga saat ini. Pada 6 September 1977, logo tut wuri handayani ditetapkan melalui SK Menteri Nomor 0398/M/1977.

Arti Logo Tut Wuri Handayani

baca juga

Selain logo dalam bentuk gambar, logo tut wuri handayani juga memiliki arti tersendiri. Dilansir melalui situs resmi kemendikbud.go.id, berikut adalah uraian logo tut wuri handayani.

  • Bidang Segi Lima (Biru Muda) menggambarkan alam kehidupan Pancasila.
  • Semboyan Tut Wuri Handayani digunakan oleh Ki Hajar Dewantara dalam melaksanakan sistem pendidikannya. Pencantuman semboyan ini berarti melengkapi penghargaan dan penghormatan kita terhadap almarhum Ki Hajar Dewantara yang hari lahirnya telah dijadikan Hari Pendidikan Nasional.
  • Belencong Menyala Bermotif Garuda Belencong (menyala) merupakan lampu yang khusus dipergunakan pada pertunjukan wayang kulit. Cahaya belencong membuat pertunjukan menjadi hidup.
  • Burung Garuda (yang menjadi motif belencong) memberikan gambaran sifat dinamis, gagah perkasa, mampu dan berani mandiri mengarungi angkasa luas. Ekor dan sayap garuda digambarkan masing-masing lima, yang berarti: ‘satu kata dengan perbuatan Pancasilais’.
  • Buku merupakan sumber bagi segala ilmu yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
  • Warna: Warna putih pada ekor dan sayap garuda dan buku berarti suci, bersih tanpa pamrih. Warna kuning emas pada nyala api berarti keagungan dan keluhuran pengabdian. Warna biru muda pada bidang segi lima berarti pengabdian yang tak kunjung putus dengan memiliki pandangan hidup yang mendalam (pandangan hidup Pancasila).

Demikian sejarah logo Tut Wuri Handayani dan artinya.

Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nomor Urut 1 di Pilkada Tangsel, Keponakan Prabowo Kutip Ki Hajar Dewantara

Nomor Urut 1 di Pilkada Tangsel, Keponakan Prabowo Kutip Ki Hajar Dewantara

Jakarta | Kamis, 24 September 2020 | 22:48 WIB

9 Pahlawan Nasional Paling Fenomenal, Salah Satunya Jenderal Sudirman

9 Pahlawan Nasional Paling Fenomenal, Salah Satunya Jenderal Sudirman

News | Senin, 10 Agustus 2020 | 20:26 WIB

8 Kata Bijak Ki Hajar Dewantara untuk Penyemangat Saat Belajar dari Rumah

8 Kata Bijak Ki Hajar Dewantara untuk Penyemangat Saat Belajar dari Rumah

Health | Sabtu, 02 Mei 2020 | 08:30 WIB

Terkini

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:50 WIB

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

Metromini dan Kopaja Sudah Pergi, tapi Jakarta Belum Selesai Merindukannya

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

Sembunyi di Kawasan Elit Bangkok, Istri Frans Antoni Ikut Terseret Jaringan Fredy Pratama

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:15 WIB

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

Jejak Perjuangan Riyan Hidayat: Dari Kebun Kopi Perbatasan Hingga ke Panggung Kepemimpinan Nasional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:02 WIB

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

Mendagri dan Menteri ATR/BPN Terbitkan SEB untuk Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian Pangan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:51 WIB

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

Penandatanganan SKB Kemendagri & Menteri PKP Perkuat Peran Pemda dalam Program 3 Juta Rumah

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:42 WIB