Ayu Kartika Dewi Staf Khusus Jokowi Umumkan Positif Covid-19

Reza Gunadha | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Kamis, 10 Desember 2020 | 21:05 WIB
Ayu Kartika Dewi Staf Khusus Jokowi Umumkan Positif Covid-19
ILUSTRASI - Presiden Jokowi. [Foto: Sekretariat Presiden]

Suara.com - Ayu Kartika Dewi , Staf Khusus Presiden Joko Widodo atau Jokowi, mengumumkan dirinya positif terpapar covid-19.

Hal tersebut ia umumkan melalui instagram pribadinya @ayukartikadewi, Kamis (10/12/2020).

"Saya positif Covid-19," tulis Ayu dalam akun instagramnya yang dikutip Suara.com.

Ayu menjelaskan, saat ini dirinya sudah berada di ruang isolasi. Namun ia tak memerinci di mana ia menjalani isolasi.

"Saya sudah aman tentram, nyaman berada di ruang isolasi," kata Ayu.

Dalam unggahannya, Ayu mengungkapkan selama pandemi ia jarang beraktivitas di luar ruangan. Kalaupun terpaksa di luar ruangan, selalu menggunakan masker.

Namun, pada pekan lalu, dirinya berangkat ke Sigi, Sulawesi Tengah, dan setelah pulang langsung menjalani tes swab.  Ayu menduga dirinya tertular saat berada di Sigi.

"Saya minggu lalu pergi ke Sigi, tapi setelah dari perjalanan itu saya langsung swab. Negatif. Setelah itu sempat ketemu dengan 3 orang (lokasinya outdoor dan semioutdoor). Karena sempat makan bareng, jadi ya mungkin tertular ketika lepas masker," tutur Ayu.

Ayu menyebut saat ini ia dalam kondisi sehat dan masih bekerja.

Ia juga memastikan Presiden Jokowi tak tertular Covid-19 karena sudah tak lama bertemu tatap muka.

"Saya udah lama enggak ketemu tatap muka dengan presiden, jadi bapak bos (Jokowi) aman enggak ketularan saya," kata Ayu.

Ayu juga menceritakan dirinya tak memiliki gejala seperti demam, batuk hingga sesak napas ketika dinyatakan positif Covid-19.

"Eggak ada, enggak ada batuk, enggak demam. Cek deh di slide kedua, suhu tubuh saya ketika masuk ruang isolasi 36 derajat celcius, saturasi oksigen di 98," ucap Ayu.

Selain itu, Ayu menjelaskan saat menjalani isolasi, ia hanya diberikan vitamin ataupun antibiotik.

"Lha enggak ada gejala apa-apa, ya cuma dikasih vitamin saja, eh dikasih antibiotik sih, tapi ini ya bukan obat covid-19, kan emang virus ini belum ada obatnya. Antibiotik kan melawan bakteri," kata Ayu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Minta Menkopolhukam Lanjutkan Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu

Jokowi Minta Menkopolhukam Lanjutkan Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu

Riau | Kamis, 10 Desember 2020 | 17:54 WIB

Bantah Gibran dan Bobby Menang Karena Jokowi, Ferdinand: Kalian Maunya Apa?

Bantah Gibran dan Bobby Menang Karena Jokowi, Ferdinand: Kalian Maunya Apa?

Sumut | Kamis, 10 Desember 2020 | 16:07 WIB

Sentil Dinasti Politik Jokowi, Netizen: Gibran-Bobby Dipilih Rakyat

Sentil Dinasti Politik Jokowi, Netizen: Gibran-Bobby Dipilih Rakyat

Surakarta | Kamis, 10 Desember 2020 | 16:04 WIB

KontraS: Pemerintahan Jokowi Abaikan HAM dalam Pembuatan Kebijakan

KontraS: Pemerintahan Jokowi Abaikan HAM dalam Pembuatan Kebijakan

News | Kamis, 10 Desember 2020 | 13:31 WIB

Ferdinand: Gibran dan Bobby Jadi Wali Kota karena Rakyat, Bukan Bapaknya

Ferdinand: Gibran dan Bobby Jadi Wali Kota karena Rakyat, Bukan Bapaknya

News | Kamis, 10 Desember 2020 | 13:17 WIB

Presiden Ingin Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu, Pelanggararan di Masa Kini?

Presiden Ingin Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu, Pelanggararan di Masa Kini?

Jabar | Kamis, 10 Desember 2020 | 13:04 WIB

Rachland: Presiden Berkuasa Punya Anak dan Mantu Wali Kota

Rachland: Presiden Berkuasa Punya Anak dan Mantu Wali Kota

Sumut | Kamis, 10 Desember 2020 | 12:33 WIB

Baru Jokowi, Presiden Pertama RI yang Anak dan Menantu Jadi Wali Kota

Baru Jokowi, Presiden Pertama RI yang Anak dan Menantu Jadi Wali Kota

News | Kamis, 10 Desember 2020 | 15:51 WIB

Terkini

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:42 WIB

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:30 WIB

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan

News | Rabu, 15 April 2026 | 09:04 WIB

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:57 WIB

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:44 WIB

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:58 WIB