KontraS: Pemerintahan Jokowi Abaikan HAM dalam Pembuatan Kebijakan

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 10 Desember 2020 | 13:31 WIB
KontraS: Pemerintahan Jokowi Abaikan HAM dalam Pembuatan Kebijakan
Presiden Jokowi menanggapi penetapan Menteri Sosial sebagai tersangka korupsi Bansos di Istana Kepresidenan Bogor, 6 Desember 2020 / [Foto: Sekretariat Presiden]

Suara.com - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) memiliki catatan terkait pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM) pada pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Salah satu yang menjadi perhatiannya ialah perihal abainya pertimbangan HAM dalam memutuskan kebijakan.

Peneliti KontraS Rivan Lee Anandar mengatakan pihaknya telah memprediksi adanya benturan cukup sengit yang timbul dikarenakan adanya keinginan pemerintah untuk memudahkan iklim investasi pada 2019. Saat itu muncul wacana pemerintah memutuskan untuk melahirkan Undang-undang omnibus law Cipta Kerja.

"Hal itu kemudian menjadi nyata ketika proses legislasi dari UU Cipta Kerja itu dilakukan dari awal tahun hingga pertengahan tahun yang mengalami sejumlah kejanggalan baik dari tingkat prosesnya sampai dengan waktu pengesahannya," kata Rivan dalam diskusinya secara virtual, Kamis (10/12/2020).

Menurut kacamata KontraS, proses legislasi UU Ciptaker memperlihatkan nihilnya unsur good governement karena tidak adanya akuntabilitas, transparansi dan keterbukaan. Semisal, ketika KontraS berusaha mengirimkan surat kepada empat kementerian untuk melihat isi dari draf UU Ciptaker.

Hanya ada dua kementerian yang kemudian membalas surat KontraS yakni Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) serta Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam). Meski suratnya dibalas, namun KontraS tidak mendapatkan keterbukaan informasi dalam proses legislasi UU Ciptaker.

"Kementerian Polhukam itu justru mengirimkan surat balasan dan menyebutkan prosesnya adalah rahasia dan dalam tahap proses finalisasi," ujarnya.

Selain itu, KontraS juga menyoroti soal keterlibatan Badan Intelijen Negara (BIN) serta kepolisian guna mengarahkan anggotanya supaya memudahkan proses penyusunan UU Ciptaker. Hal tersebut yang akhirnya membuat adanya konsekuensi penekanan terhadap kelompok-kelompok yang menentang disahkannya UU Ciptaker.

"Itu semakin terjadi dan mewujud lagi dalam pembatasan terhadap kebebasan menyampaikan pendapat, berkumpul, dan berekspresi pada aksi-aksi yang terjadi selama ini," ungkapnya.

"Negara sama sekali tidak mempertimbangkan Hak Asasi Manusia sebagai landasan dalam menyusun putusan atau mengeluarkan sebuah kebijakan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ferdinand: Gibran dan Bobby Jadi Wali Kota karena Rakyat, Bukan Bapaknya

Ferdinand: Gibran dan Bobby Jadi Wali Kota karena Rakyat, Bukan Bapaknya

News | Kamis, 10 Desember 2020 | 13:17 WIB

Presiden Ingin Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu, Pelanggararan di Masa Kini?

Presiden Ingin Tuntaskan Kasus HAM Masa Lalu, Pelanggararan di Masa Kini?

Jabar | Kamis, 10 Desember 2020 | 13:04 WIB

Rachland: Presiden Berkuasa Punya Anak dan Mantu Wali Kota

Rachland: Presiden Berkuasa Punya Anak dan Mantu Wali Kota

Sumut | Kamis, 10 Desember 2020 | 12:33 WIB

Rachland: Mulai Hari Ini, Pendukung Pakde Dilarang Nyinyir Dinasti Politik

Rachland: Mulai Hari Ini, Pendukung Pakde Dilarang Nyinyir Dinasti Politik

Jawa Tengah | Kamis, 10 Desember 2020 | 12:29 WIB

Dua Lawan Politik Debat Keras Soal Kemenangan Anak dan Mantu Jokowi

Dua Lawan Politik Debat Keras Soal Kemenangan Anak dan Mantu Jokowi

Jakarta | Kamis, 10 Desember 2020 | 12:24 WIB

Anak dan Mantu Jokowi Diproyeksikan Menang, Dua Lawan Politik Debat Keras

Anak dan Mantu Jokowi Diproyeksikan Menang, Dua Lawan Politik Debat Keras

News | Kamis, 10 Desember 2020 | 12:20 WIB

Baru Jokowi, Presiden Pertama RI yang Anak dan Menantu Jadi Wali Kota

Baru Jokowi, Presiden Pertama RI yang Anak dan Menantu Jadi Wali Kota

News | Kamis, 10 Desember 2020 | 15:51 WIB

Terkini

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, Sejumlah Bangunan Rusak

Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, Sejumlah Bangunan Rusak

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:42 WIB

Ngeri! Bawa Bom Molotov Buat Tawuran, 18 Remaja di Bekasi Diciduk Brimob

Ngeri! Bawa Bom Molotov Buat Tawuran, 18 Remaja di Bekasi Diciduk Brimob

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:40 WIB

Mengejutkan! India Blokir Telegram, Ada Apa?

Mengejutkan! India Blokir Telegram, Ada Apa?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 13:31 WIB

1.350 RTLH di Jakarta Barat Antre Program Bedah Rumah

1.350 RTLH di Jakarta Barat Antre Program Bedah Rumah

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:51 WIB

Temui PM Singapura, Pramono Jual Potensi Investasi di Jakarta

Temui PM Singapura, Pramono Jual Potensi Investasi di Jakarta

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:45 WIB

Ingin Perkuat Komunikasi Publik, BGN Tunjuk Wakil Kepalanya Jadi Juru Bicara

Ingin Perkuat Komunikasi Publik, BGN Tunjuk Wakil Kepalanya Jadi Juru Bicara

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:36 WIB

Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya

Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur sebagai Pengacara Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:31 WIB

Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang

Bongkar Modus Mi Instan Isi 5,2 Kg Ganja! Bareskrim Tangkap Pengedar Sugiono di Malang

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:23 WIB

Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS

Kata-kata Donald Trump soal Dana Rekontruksi Iran Pasca Perang Rp4.900 Triliun dari AS

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:20 WIB

Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape

Bobby Nasution Larang Keras ASN dan Pegawai BUMD di Sumut Pakai Vape

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:14 WIB