Kerajaan di Himalaya Membuka Hubungan Diplomatik dengan Israel

Siswanto, BBC

Selasa, 15 Desember 2020 | 14:46 WIB
Kerajaan di Himalaya Membuka Hubungan Diplomatik dengan Israel
BBC

Suara.com - Bhutan, kerajaan di Himalaya, resmi membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

Perjanjian normalisasi hubungan ditandatangani hanya beberapa hari setelah Maroko menyatakan membuka hubungan diplomatik dengan pemerintah di Tel Aviv, mengikuti jejak Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Sudan.

Sejumlah pihak mengatakan pembukaan hubungan diplomatik Bhutan-Israel tak terkait langsung dengan upaya Israel menormalkan hubungan dengan negara-negara Arab seperti UEA, Bahrain dan Sudan.

Para diplomatik Israel mengatakan sudah terjadi "kontak rahasia antara Bhutan dan Israel dalam beberapa tahun terakhir".

Tapi mengapa Bhutan, negara berpenduduk sekitar 800.000 orang, ingin memiliki hubungan resmi dengan Israel?

Mengapa Bhutan, yang tak punya hubungan diplomatik dengan Prancis, Inggris, atau Amerika Serikat ini, ingin mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan Israel?

Duta besar Israel untuk India, Ron Malka, mengungkapkan bahwa "Bhutan ingin belajar banyak dari Israel".

Malka menjadi wakil pemerintah Israel yang menandatangani perjanjian pembukaan hubungan diplomatik antara Bhutan dan Israel. Pemerintah Bhutan diwakili oleh duta besar Bhutan untuk India, Vetsop Namgyel.

"Mereka [Bhutan] selama bertahun-tahun terkesan dengan Israel dan perdana menteri mereka ingin ada hubungan [resmi di antara kedua negara]," kata Malka kepada surat kabar The Jerusalem Post.

"Kami sudah memberi advis kepada mereka terkait topik-topik yang sangat penting bagi mereka seperti manajemen air, pertanian, teknologi ... pendidikan, dan juga pelatihan profesional," kata Malka.

"Mereka [Bhutan] juga tertarik dengan [kerja sama bidang] obat-obatan," kata Malka.

'Bisa bantu Bhutan'

Dikatakan pula bahwa pemerintah Bhutan menganggap Israel sebagai "negara yang maju di bidang teknologi dan inovasi yang bisa membantu Bhutan menjadi negara maju dan menggunakan lebih banyak eknologi canggih dan juga untuk memberi pelatihan kepada anak-anak muda".

Malka juga menyinggung soal kerja sama pariwisata, meski tidak disinggung secara detail tentang jumlah wisatawan dari Israel yang dibolehkan berkunjung ke Bhutan.

Sejauh ini, Bhutan sangat membatasi jumlah wisatawan untuk memastikan "peninggalan dan warisan budaya tidak terkena dampak negatif dari arus masuknya wisatawan asing".

Pembukaan hubungan diplomatik Bhutan dan Israel ditandatangani hari Sabtu (12/12).

Foto-foto yang diunggah oleh Malka di Twitter memperlihatkan penandatanganan dokumen di kantor kedutaan Israel di New Delhi, India.

Menteri Luar Negeri Israel, Gabi Ashkenazi, menyebut perkembangan ini sebagai "meluasnya pengakuan Israel".

"Pembukaan hubungan resmi dengan kerajaan Bhutan menandai babak baru hubungan Israel dengan Asia," kata Ashkenazi melalui satu pernyataan.

'Babak baru hubungan Israel dengan Asia'

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memuji kesepakatan Bhutan-Israel, dengan mengatakan bahwa "pihaknya sedang menjalin kontak dengan sejumlah negara yang ingin memiliki hubungan diplomatik dengan Israel".

Bhutan adalah negara kerajaan di Himalaya yang bertetangga dengan negara raksasa, seperti India dan China.

Maroritas penduduknya memeluk agama Buddha.

Di ibu kota Thimphu tidak ada lampu merah dan pemerintah melarang penjualan rokok.

Televisi baru dibolehkan masuk pada 1999, menurut koran Inggris, The Guardian.

Panahan adalah olahraga paling populer di kerajaan ini.

Permasalahan yang dihadapi Bhutan di antaranya adalah korupsi, kemiskinan di pedesaan, dan pengangguran di kalangan anak-anak muda.

Bhutan menjadi anggota PBB pada 1971 dan memiliki hubungan diplomatik dengan sekitar 50 negara, termasuk Indonesia.

Namun kerajaan ini tak punya hubungan diplomatik dengan negara-negara besar yang menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB, seperti Amerika Serikat, China, Inggris, Jerman, Prancis dan Rusia.

Sementara Israel memiliki hubungan resmi dengan sekitar 160 negara, namun tak punya hubungan diplomatik dengan beberapa negara Arab dan sejumlah anggota Organisasi Kerja Sama Islam, termasuk Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rahasia di Balik Negeri Naga Guntur: Mengapa Bhutan Menjadi Destinasi Paling Eksklusif di Dunia?

Rahasia di Balik Negeri Naga Guntur: Mengapa Bhutan Menjadi Destinasi Paling Eksklusif di Dunia?

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:00 WIB

Slow Travel di Bhutan: Cara Elegan Melarikan Diri dari Hiruk Pikuk Dunia Modern

Slow Travel di Bhutan: Cara Elegan Melarikan Diri dari Hiruk Pikuk Dunia Modern

Lifestyle | Selasa, 21 April 2026 | 22:46 WIB

Apakah Kota Ini Jadi Inspirasi Dharma Pongrekun? Tak Ada Lampu Merah Sama Sekali

Apakah Kota Ini Jadi Inspirasi Dharma Pongrekun? Tak Ada Lampu Merah Sama Sekali

Otomotif | Senin, 18 November 2024 | 16:01 WIB

Jokowi Minta Indonesia Tiru Pariwisata Alam di Bhutan dan Maladewa, Ambil Turis Pasar Atas-Kurangi Kuota

Jokowi Minta Indonesia Tiru Pariwisata Alam di Bhutan dan Maladewa, Ambil Turis Pasar Atas-Kurangi Kuota

News | Rabu, 10 Juli 2024 | 12:33 WIB

Timnas Indonesia Bisa Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Ini Syaratnya

Timnas Indonesia Bisa Masuk Pot 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Ini Syaratnya

Bola | Kamis, 27 Juli 2023 | 14:32 WIB

5 Fakta Bhutan, Salah Satu Negara Karbon Negatif di Dunia

5 Fakta Bhutan, Salah Satu Negara Karbon Negatif di Dunia

Your Say | Jum'at, 07 Juli 2023 | 16:22 WIB

Cara Makeup dan Berpakaiannya Disorot, Intip 8 Potret Luna Maya Liburan di Bhutan

Cara Makeup dan Berpakaiannya Disorot, Intip 8 Potret Luna Maya Liburan di Bhutan

Entertainment | Sabtu, 29 April 2023 | 12:44 WIB

Di Konferensi Asia Pasifik Palestina, PPP Tegaskan Tolak Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel

Di Konferensi Asia Pasifik Palestina, PPP Tegaskan Tolak Buka Hubungan Diplomatik dengan Israel

News | Sabtu, 11 Februari 2023 | 19:18 WIB

9 Fakta Bhutan, Negara dengan Penduduk Paling Bahagia di Asia

9 Fakta Bhutan, Negara dengan Penduduk Paling Bahagia di Asia

Your Say | Rabu, 04 Januari 2023 | 10:06 WIB

Kisah Miss Universe Pertama Bhutan yang Akui Menjadi Bagian dari Komunitas LGBTQ+

Kisah Miss Universe Pertama Bhutan yang Akui Menjadi Bagian dari Komunitas LGBTQ+

Lifestyle | Kamis, 14 Juli 2022 | 14:54 WIB

Terkini

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:56 WIB

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 19:30 WIB

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:56 WIB

Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Sopir Truk Transfer Uang Setelah Dikepung Anak Jalanan di Pesanggrahan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:30 WIB

'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

'Bikin Malu Presiden', Gus Lilur Desak Prabowo Copot Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:27 WIB

Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah

Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diuntit Alat Pelacak, Netizen Malah Soroti Mobil Fortuner Mewah

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:15 WIB

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:01 WIB

Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita

Niat Cari Cuan di Kapal Cumi, Pemuda Garut Malah Kena 'Zonk' Loker Medsos, HP Sampai Disita

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:51 WIB

IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism

IDAI Minta Anak di Bawah 2 Tahun Bebas dari Gawai, Cegah Speech Delay hingga Virtual Autism

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:30 WIB

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:51 WIB