Unggah Video 'Tanpa FPI', Bukhori PKS: Polisi Pancing Keonaran

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Rabu, 16 Desember 2020 | 09:29 WIB
Unggah Video 'Tanpa FPI', Bukhori PKS: Polisi Pancing Keonaran
Bukhori Yusuf [dok. PKS]

Suara.com - Anggota Komisi VIII Fraksi PKS Bukhori Yusuf menyayangkan sikap Polda Metro Jaya yang sempat mengungah potongan video menyertakan tulisan "Tanpa FPI" melalui akun Twitter resmi Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya.

Apalagi dalam video yang sama, terdapat tulisan menjaga negara dari ormas teroris. Bukhori menilai unggahan video tersebut justru tidak mencerminkan polisi yang seharusnya dapat memberikan rasa aman.

Sebaliknya, dengan unggahan video itu polisi dinilai memancing keonaran.

"(Tindakan) itu tidak sepatutnya dilakukan institusi yang seharusnya memberikan rasa aman kepada masyarakat. Namun tindakannya itu justru dapat menimbulkan keonaran dan sekurang-kurangnya ketidaknyamanan dan penekanan terhadap sebagian warga negara Indonesia," kata Bukhori dihubungi Suara.com, Rabu (16/12/2020).

Menurut Bukhori dalam hal pengunggahan video "Tanpa FPI" di akun TMC Polda Metro Jaya sekaligus menggambarkan polisi yang sudah melampaui kewenangannya dalam bertindak sebagai penegak hukum.

"Karena itu institusi yang sedemikian itu telah bertindak melampaui hukum," ujar Bukhori.

Diketahui, akun Twitter resmi milik Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya sempat mengunggah video dengan gambar bendera Indonesia dan tulisan Tanpa FPI.

Menanggapi hal itu, Juru bicara FPI sekaligus Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif menilai video itu memperlihatkan adanya upaya negara untuk membubarkan FPI.

"Makin jelas dan terang benderang arahnya," kata Slamet saat dihubungi Suara.com, Selasa (15/12/2020).

baca juga

Slamet menduga kalau beragam peristiwa yang terjadi semenjak pentolan FPI Habib Rizieq Shihab kembali ke tanah air menjadi skenario untuk membubarkan organisasi massa (ormas) yang bermarkas di Petamburan, Jakarta Pusat tersebut. Mulai dari pelanggaran protokol kesehatan Covid-19, penetapan Rizieq dan petinggi FPI lainnya sebagai tersangka hingga tewasnya enam laskar oleh polisi.

"Kami menduga ini bagian dari skenario besar pembusukan dan pembubaran FPI," ujarnya.

Selain itu, Slamet menyayangkan atas video yang diunggah oleh TMC Polda Metro Jaya. Menurutnya, pihak kepolisian semestinya melindungi masyarakat bukan malah menimbulkan perpecahan.

"Disayangkan kepolisian yang seharusnya mengayomi masyarakat justru terkesan mengadu domba masyarakat," tuturnya.

Sebelumnya, akun resmi milik Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya menyedot perhatian netizen. Pasalnya, ia mengunggah sebuah video yang mengatakan menjaga negara dari ormas teroris dan menyebut tanpa FPI.

Video itu diunggah melalui akun Twitter @TMCPoldaMetro pada Senin (14/12/2020). Panjang durasi video tersebut ialah 17 detik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gelombang Protes FPI, Mau Dipenjara Hingga Siap Mati untuk Habib Rizieq

Gelombang Protes FPI, Mau Dipenjara Hingga Siap Mati untuk Habib Rizieq

Bekaci | Rabu, 16 Desember 2020 | 07:36 WIB

Fotonya Masuk Daftar Teroris, Pria Ini Ngaku Data e-KTP Disalahgunakan

Fotonya Masuk Daftar Teroris, Pria Ini Ngaku Data e-KTP Disalahgunakan

News | Rabu, 16 Desember 2020 | 08:00 WIB

Kuasa Hukum FPI: Janganlah Bodohi Rakyat dengan Drama Komedi yang Tak Lucu

Kuasa Hukum FPI: Janganlah Bodohi Rakyat dengan Drama Komedi yang Tak Lucu

News | Selasa, 15 Desember 2020 | 22:12 WIB

Simpatisan Habib Rizieq Gelar Aksi Moral, Begini Tanggapan Polisi

Simpatisan Habib Rizieq Gelar Aksi Moral, Begini Tanggapan Polisi

Banten | Selasa, 15 Desember 2020 | 20:37 WIB

Soal Rekonstruksi Tewasnya 6 Laskar, Ketum FPI: Banyak yang Janggal

Soal Rekonstruksi Tewasnya 6 Laskar, Ketum FPI: Banyak yang Janggal

News | Selasa, 15 Desember 2020 | 19:06 WIB

Natalius Pigai Urai Sosok Pembenci dan Musuh Habib Rizieq

Natalius Pigai Urai Sosok Pembenci dan Musuh Habib Rizieq

News | Selasa, 15 Desember 2020 | 20:16 WIB

6 Laskar FPI Tewas, Rachland: Buzzer Bikin Hoaks, Saya Kena Sanksi Facebook

6 Laskar FPI Tewas, Rachland: Buzzer Bikin Hoaks, Saya Kena Sanksi Facebook

News | Selasa, 15 Desember 2020 | 20:16 WIB

Terkini

3 Urutan Skincare Malam Skintific untuk Tampilan Glass Skin, Wajah Bening Bercahaya

3 Urutan Skincare Malam Skintific untuk Tampilan Glass Skin, Wajah Bening Bercahaya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Gen Z Suka Code-Mixing, Memperkaya atau Justru Merusak Bahasa Indonesia?

Gen Z Suka Code-Mixing, Memperkaya atau Justru Merusak Bahasa Indonesia?

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:15 WIB

Stasiun BNI City Makin Padat, Akses Pejalan Kaki dari Kawasan Karet Mulai Dibangun

Stasiun BNI City Makin Padat, Akses Pejalan Kaki dari Kawasan Karet Mulai Dibangun

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:14 WIB

Alasan Kain Mikrofiber Sebaiknya Tidak Digunakan Lagi Setelah Terjatuh

Alasan Kain Mikrofiber Sebaiknya Tidak Digunakan Lagi Setelah Terjatuh

Otomotif | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Raih Medali Emas Panahan, Daffa Indika dan Dimas Maulana Kompak Angin Jadi Tantangan

Raih Medali Emas Panahan, Daffa Indika dan Dimas Maulana Kompak Angin Jadi Tantangan

Surakarta | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:08 WIB

Dikeroyok Perguruan Silat hingga 7 Tahun Koma, Kompol Aditia Menghembuskan Nafas Terakhir

Dikeroyok Perguruan Silat hingga 7 Tahun Koma, Kompol Aditia Menghembuskan Nafas Terakhir

Jawa Tengah | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:08 WIB

Jakarta Running Festival dan Konser Kanye West Beri Dampak Ekonomi Rp625 Miliar

Jakarta Running Festival dan Konser Kanye West Beri Dampak Ekonomi Rp625 Miliar

Video | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Prabowo Panggil Yusril Bahas Definisi Korupsi, Revisi UU Tipikor Mengemuka

Prabowo Panggil Yusril Bahas Definisi Korupsi, Revisi UU Tipikor Mengemuka

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Musim Hujan Butuh Skincare Apa? Ini List Produk Wajib agar Kulit Tetap Sehat

Musim Hujan Butuh Skincare Apa? Ini List Produk Wajib agar Kulit Tetap Sehat

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Turun Langsung ke Cilacap, Ini Deretan Aspirasi Warga yang Diterima Wapres Gibran dan Sekda Jateng

Turun Langsung ke Cilacap, Ini Deretan Aspirasi Warga yang Diterima Wapres Gibran dan Sekda Jateng

Jawa Tengah | Senin, 26 Oktober 2026 | 17:58 WIB

×