Terdakwa Kasus Red Notice Tommy Sumardi Mengaku Menderita di Penjara

Bangun Santoso | Welly Hidayat | Suara.com

Kamis, 17 Desember 2020 | 12:23 WIB
Terdakwa Kasus Red Notice Tommy Sumardi Mengaku Menderita di Penjara
Tommy Sumardi, terdakwa perantara suap penghapusan nama terpidana kasus pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali, Djoko Tjandra dari daftar red notice menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (2/11/2020). [Suara.com/Arga]

Suara.com - Terdakwa Tommy Sumardi membacakan pledoi atau nota pembelaan dalam sidang perkara penghapusan red notice Djoko Tjandra di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (17/12/2020).

Oleh jaksa, Tommy sebelumnya dituntut hukuman penjara 1 tahun 5 bulan.

Di depan hakim, Tommy mengaku menerima dengan ikhlas apa yang harus dipertanggungjawabkannya sebagai perantara suap Djoko Tjandra untuk dua terdakwa lain yakni Brigjen Prasetijo dan Irjen Napoleon Bonaparte.

"Saya berusaha tabah ikhlas menerimanya. Saya mengambil banyak hikmah dari peristiwa ini untuk menjadikannya sebagai guru yang paling berharga pelajaran dan pengalaman yang akan saya gunakan untuk kehiudpan selanjutnya di kemudian hari," ungkap Tommy dalam pembelaannya.

Tommy mengaku apa yang diperbuatnya sungguh di luar perkiraanya.

"Awal saya sendiri yang juga tidak mengerti untuk apa saya dipanggil ke Propam Polri, karena saya diberitahu penyidik bahwa saya menjadi saksi untuk Prasetijo Utomo, saat itu sedang diperiksa Propam Polri," ungkap Tommy.

Tommy mengatakan, awalnya saat diperiksa di Propam Mabes Polri berharap tidak sampai ditetapkan sebagai tersangka. Apalagi, Ia sudah menyampaikan seluruh keterangan kepada penyidik secara jujur, khususnya terkait penyerahan uang kepada Napoleon maupun Prasetijo.

"Saya berpikir karena saya sudah membuka keterangan apa yang saya alami, maka saya hanya akan menjadi saksi, tidak akan menjadi tersangka, apalagi ditahan. Ternyata pengakuan saya ada resikonya, perkara bergulir, jadi kasus suap tindak pidana korupsi dan ditahan. Saya awalnya kaget dan shock, saya ditetapkan tersangka, apalagi kemudian saya ditahan. Astaghfirullah, maaf Yang Mulia," papar Tommy.

Di hadapan majelis hakim pun, Tommy mengaku kini merasa menderita harus mendekam di penjara. Apalagi dia tak bisa lagi bertemu istri dan anaknya.

"Anak perempuan saya yang baru berusia delapan tahun. Sebelum saya dipenjara, setiap malam dia tidur bersama saya dan istri, dia tidak akan tidur apabila saya belum masuk kamar tidur. Sekarang setiap hari dia menanyakan, di mana bapaknya? dan istri saya menyampaikan bahwa bapak sedang pergi ke Kalibata," ungkap Tommy.

Tommy pun berharap untuk nantinya majelis hakim dapat memberikan putusan seadil-adilnya.

"Demikian nota pembelaan pribadi yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat mendapatkan kebaikan bagi siapa saja yang mendengarnya," tutup Tommy.

Terdakwa perkara penghapusan red notice, Tommy Sumardi, dituntut hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan. Tuntutan itu dibacakan Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Selasa (15/12/2020).

Tommy dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tommy Sumardi Dituntut 1,5 Tahun Penjara karena Bantu Djoko Tjandra

Tommy Sumardi Dituntut 1,5 Tahun Penjara karena Bantu Djoko Tjandra

News | Selasa, 15 Desember 2020 | 20:40 WIB

Tolak Pledoi, Jaksa Minta Hakim Vonis Brigjen Prasetijo 2 Tahun 6 Bulan Bui

Tolak Pledoi, Jaksa Minta Hakim Vonis Brigjen Prasetijo 2 Tahun 6 Bulan Bui

News | Selasa, 15 Desember 2020 | 16:44 WIB

Negosiasi Syarat Hapus DPO Djoko Tjandra, Dari Harga Rp25 M Hingga Rp10 M

Negosiasi Syarat Hapus DPO Djoko Tjandra, Dari Harga Rp25 M Hingga Rp10 M

Batam | Selasa, 15 Desember 2020 | 13:43 WIB

Djoko Tjandra Mau Status DPO Dihapus, Tommy Minta Bayaran Rp 25 Miliar

Djoko Tjandra Mau Status DPO Dihapus, Tommy Minta Bayaran Rp 25 Miliar

News | Senin, 14 Desember 2020 | 20:05 WIB

Irjen Napoleon Ternyata Pernah Suruh Bawahan Urus Red Notice Djoko Tjandra

Irjen Napoleon Ternyata Pernah Suruh Bawahan Urus Red Notice Djoko Tjandra

News | Senin, 14 Desember 2020 | 14:48 WIB

Napoleon: Status Red Notice Djoko Tjandra Terhapus Permanen Sejak 2019

Napoleon: Status Red Notice Djoko Tjandra Terhapus Permanen Sejak 2019

News | Jum'at, 11 Desember 2020 | 03:05 WIB

Irjen Napoleon: Red Notice Djoko Tjandra Terhapus Permanen Sejak 2019

Irjen Napoleon: Red Notice Djoko Tjandra Terhapus Permanen Sejak 2019

News | Kamis, 10 Desember 2020 | 20:28 WIB

Terkini

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:36 WIB

Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?

Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:27 WIB

Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok

Selat Hormuz Jadi Contoh, Andi Widjajanto Ungkap Ancaman Perang Rantai Pasok

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:17 WIB

Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut

Gus Irfan Jamin War Tiket Haji Tak Bikin Antrean Hangus: Jemaah Jangan Takut

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:16 WIB

Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?

Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:13 WIB

Daftar Pengusaha Rokok Dibidik KPK di Kasus Bea Cukai, dari Haji Her hingga Rokhmawan

Daftar Pengusaha Rokok Dibidik KPK di Kasus Bea Cukai, dari Haji Her hingga Rokhmawan

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:00 WIB

Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS

Menteri PPPA Kecam Dugaan Pelecehan di FH UI, Minta Pelaku Dihukum Tegas Sesuai UU TPKS

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:56 WIB

Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?

Deforestasi Bergeser ke Timur, Bisakah Indonesia Lindungi Benteng Terakhir Hutannya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:55 WIB

Menhaj Pastikan Wacana War Tiket Haji Tak Hapus Antrean Jemaah Lama

Menhaj Pastikan Wacana War Tiket Haji Tak Hapus Antrean Jemaah Lama

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:47 WIB

DPR Minta Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Diproses Tegas Sesuai Aturan

DPR Minta Kasus Dugaan Pelecehan di FH UI Diproses Tegas Sesuai Aturan

News | Selasa, 14 April 2026 | 16:35 WIB