Kasus Terus Meroket, Jasad Korban Covid-19 di Jerman Disimpan di Kontainer

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Sabtu, 19 Desember 2020 | 14:15 WIB
Kasus Terus Meroket, Jasad Korban Covid-19 di Jerman Disimpan di Kontainer
Ilustrasi kontainer.[Unsplash/Aron Yigin]

Suara.com - Mayat korban Covid-19 di Jerman harus disimpan dalam kontainer pengiriman karena jumlahnya terus meningkat di negara tersebut.

Menyadur Sky News, Sabtu (19/12/2020) Institut Robert Koch Jerman - badan pemerintah yang bertanggung jawab untuk pengendalian dan pencegahan penyakit - menambahkan 33.777 kasus Covid-19 terbaru dikonfirmasi, sehingga total menjadi 1.439.938 kasus.

Jumlah kematian akibat Covid-19 di Jerman telah mencapai 24.938 kasus, kasus terus meningkat meskipun sudah menerapkan aturan lockdown.

Di Hanau, dekat Frankfurt, jenazah korban Covid-19 disimpan sementara di kontainer pengiriman yang sudah disesuaikan sebagai kontinjensi pada awal pandemi.

Dua jenazah ditempatkan di kontainer berpendingin di sebuah pemakaman, dan ada ruangan untuk total 25 jenazah. Hal tersebut dilakukan karena kamar mayat rumah sakit setempat sudah penuh.

Alexandra Kinski, kepala pemakaman dan krematorium di Hanau, dekat Frankfurt, berkata: "Jika seseorang meninggal dunia dan tidak ada tempat di klinik, maka mereka datang ke sini dan tinggal sebentar, sampai almarhum dibawa ke tempat peristirahatan, misalnya di sini di kuburan."

Jerman memutuskan untuk lockdown kembali pada hari Rabu setelah kasus Covid-19 kembali meroket. Sebuah rekor jumlah kematian dilaporkan pada hari Selasa sebanyak 910 kasus, menurut Universitas Johns Hopkins.

Sekolah dan toko non-esensial akan ditutup menjelang Natal, sementara pertemuan pribadi akan dibatasi hanya untuk lima orang dari dua rumah tangga.

Sektor perhotelan juga akan tetap ditutup, dengan langkah-langkah akan tetap berlaku hingga setidaknya 10 Januari.

baca juga

Sementara itu, pemerintah kota Berlin telah mengumumkan akan mulai mengirimkan vaksin Pfizer/BioNTech kepada warga lanjut usia di panti jompo mulai 27 Desember.

Sebagai anggota Uni Eropa, Jerman harus menunggu European Medicines Agency menyetujui vaksin tersebut. Keputusan dari agensi tersebut diharapkan akan diumumkan pada 21 Desember.

Jerman dipandang sebagai salah satu negara yang sukses menangani gelombang pertama pandemi Covid-19, namun tampaknya menderita karena diterjang musim dingin.

Kanselir Angela Merkel menyatakan bahwa peningkatan kontak sosial saat belanja untuk persiapan Natal adalah salah satu penyebabnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Kunjung Menang di 28 Laga, Schalke Pecat Manuel Baum

Tak Kunjung Menang di 28 Laga, Schalke Pecat Manuel Baum

Bola | Jum'at, 18 Desember 2020 | 20:56 WIB

Usai Perkosa Gadis Usia 19 Tahun, Dua Turis Jerman Bilang Terima Kasih

Usai Perkosa Gadis Usia 19 Tahun, Dua Turis Jerman Bilang Terima Kasih

Kaltim | Kamis, 17 Desember 2020 | 07:14 WIB

Punya Vaksin Sendiri, Cina Juga Pesan Vaksin BioNTech Seharga Rp8,5 Triliun

Punya Vaksin Sendiri, Cina Juga Pesan Vaksin BioNTech Seharga Rp8,5 Triliun

News | Rabu, 16 Desember 2020 | 15:28 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih

Health | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:54 WIB

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat,  Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:50 WIB

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026

Bola | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:42 WIB

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:34 WIB

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:31 WIB

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 23:07 WIB

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:38 WIB

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta

Jatim | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:30 WIB

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal

Sumbar | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:24 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda

Lampung | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:19 WIB

×