Selain Inggris, Negara-negara Ini Juga Deteksi Mutasi Baru Virus Corona

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 23 Desember 2020 | 01:00 WIB
Selain Inggris, Negara-negara Ini Juga Deteksi Mutasi Baru Virus Corona
DW

Suara.com - Beberapa negara Eropa, Australia, dan Afrika Selatan telah mendeteksi varian COVID-19 baru yang menyebar lebih cepat seperti yang ada di Inggris. Namun, para ahli memperingatkan tidak perlu panik.

Strain baru COVID-19 yang melanda Inggris selatan membuat negara itu menerapkan pengetatan aturan pembatasan ketat.

Sementara, negara-negara Eropa melarang penerbangan dari Inggris. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson memperingatkan bahwa varian baru virus itu 70% menular lebih cepat.

Johnson menambahkan bahwa strain baru COVID-19 dikhawatirkan menjadi penyebab lonjakan infeksi kasus COVID-19 di London dan Inggris selatan.

Namun, Inggris menekankan bahwa otoritas kesehatan tidak menemukan bukti bahwa mutasi virus ini lebih mematikan, menyebabkan penyakit lebih parah atau bahkan vaksin kurang efektif melawannya.

Peter Kremsner, direktur Rumah Sakit Universitas Tübingen, mengatakan kepada DW bahwa dia tidak melihat alasan untuk membatasi perjalanan dari dan ke Inggris.

"Menutup perbatasan bukanlah ide yang baik, terutama di Uni Eropa," kata Kremsner pada Senin (21/12).

"Kita harus bekerja sama sesama negara anggota dan bersama-sama untuk memerangi pandemi ini. Kita hanya bisa berhasil memerangi penyakit yang menghancurkan ini bila dilakukan secara bersama-sama,'' tambahnya.

Negara-negara Eropa mengonfirmasi kasus serupa Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (European Center for Disease Prevention and Control) mengatakan pada Senin (21/12) bahwa diperlukan ‘‘upaya tepat waktu‘‘ untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran varian COVID-19 baru.

baca juga

ECDC mengatakan beberapa kasus dengan varian baru COVID-19 sudah terdeteksi di Islandia, Denmark, dan Belanda.

ECDC juga mengutip laporan media yang mengonfirmasi kasus serupa di Belgia dan Italia.

Dr. John Campbell, seorang analis kesehatan independen yang berbasis di Inggris, mengatakan kepada DW bahwa meskipun berita tentang strain tersebut baru muncul pada akhir pekan, penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada "akhir September" di daerah Kent di Inggris.

“Karena sudah ada sejak September, ada potensi juga bahwa virus ini sudah ada di negara-negara Eropa,” kata Campbell.

"Tampaknya lebih menular, karena daerah yang infeksinya meningkat paling dramatis juga merupakan daerah di mana insiden mutasi tertinggi telah ditemukan."

Australia deteksi strain yang sama, Afrika Selatan berbeda Otoritas Australia melaporkan telah mendeteksi varian baru COVID-19 setelah dua wisatawan dari Inggris yang terbang ke negara bagian New South Wales diketahui membawa varian mutasi virus corona.

Keduanya kini dikarantina di hotel. Australia mengalami peningkatan kasus dalam beberapa hari terakhir, namun pihak berwenang tidak yakin bahwa peningkatan kasus infeksi itu berasal dari mutasi baru corona.

Selama akhir pekan, Afrika Selatan juga memberlakukan larangan penerbangan karena diyakini bahwa strain virus vorona baru dari Inggris juga ditemukan di sana.

Namun, pejabat kesehatan dan ilmuwan Afrika Selatan mengatakan varian baru yang dikenal sebagai 501.V2, berbeda dengan yang ada di Inggris.

Meskipun demikian, selayaknya pihak berwenang di Inggris, otoritas Afrika Selatan mengatakan bahwa mutasi virus corona juga menyebabkan peningkatan kasus COVID-19.

Ilmuwan Afrika Selatan mengatakan mereka sedang mempelajari apakah vaksin COVID-19 mampu memberi perlindungan terhadap strain baru COVID-19 di negara itu.

Ahli mengatakan tidak perlu panik Para ahli mengataakan bahwa varian baru COVID-19 yang ditemukan di Inggris dapat menyebar lebih cepat, tetapi bukan berarti lebih mematikan.

Vaksin yang dikembangkan akan tetap berfungsi, meskipun mungkin perlu penyesuaian lebih lanjut. Mutasi virus adalah hal yang biasa terjadi dan bukan hal aneh.

Di Cina misalnya, yang merupakan tempat pertama kali virus SARS-CoV-2 ditemukan, varian baru patogen itu sudah beredar enam bulan lalu.

Di musim panas, varian lain menyebar denga cepat dari Spanyol ke sebagian wilayah Eropa. Virus bermutasi sepanjang waktu, dan dalam banyak kasus mutasi ini tidak memiliki atau hanya berdampak minim.

Biasanya tubuh mampu melindungi dirinya sendiri dari virus dengan menghasilkan antibodi yang mampu melawan serangan virus dan memicu kekebalan terhadap patogen.

Namun, jika patogen telah bermutasi dan antibodi yang dihasilkan sebelumnya adalah untuk melawan patogen awal, maka antibodi ini jauh kurang efektif.

Itu sebabnya manusia bisa beberapa kali terkena flu. Tubuh manusia telah membentuk antibodi untuk melawan flu sebelumnya, tetapi belum membentuk antibodi baru untuk melawan patogen yang baru bermutasi.

Tetapi tidak ada alasan untuk panik kaena virus tidak selalu menjadi lebih berbahaya melalui mutasi. Faktanya, beberapa mutasi juga dapat melemahkan virus secara signifikan. pkp/rap (Reuters, AP, dpa)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Ijazah SMA Gibran Rakabuming Tidak Ditemukan

Ijazah SMA Gibran Rakabuming Tidak Ditemukan

Sulsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:30 WIB

5 Rekomendasi Pore Cleanser Korea untuk Pori-pori Bersih Mendalam

5 Rekomendasi Pore Cleanser Korea untuk Pori-pori Bersih Mendalam

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Akademisi Gontor: RUU Perampasan Aset Harus Tetap Lindungi Hak Kepemilikan Pribadi

Akademisi Gontor: RUU Perampasan Aset Harus Tetap Lindungi Hak Kepemilikan Pribadi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:29 WIB

Horor Asap Kebakaran Tebu di Tulang Bawang: 10 Kendaraan Tabrakan Beruntun, 2 Tewas Terjepit

Horor Asap Kebakaran Tebu di Tulang Bawang: 10 Kendaraan Tabrakan Beruntun, 2 Tewas Terjepit

Lampung | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:28 WIB

Pakar Hukum Tata Negara: MK Menyimpulkan, Ijazah SMA Gibran Memang Tidak Ada

Pakar Hukum Tata Negara: MK Menyimpulkan, Ijazah SMA Gibran Memang Tidak Ada

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:23 WIB

Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan, Pelajar Diajarkan Diplomasi dan Negosiasi Sejak Dini

Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan, Pelajar Diajarkan Diplomasi dan Negosiasi Sejak Dini

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Bagaimana Cara Dapat BSU 2026 Rp900 Ribu? Begini Penjelasannya

Bagaimana Cara Dapat BSU 2026 Rp900 Ribu? Begini Penjelasannya

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:14 WIB

Tips agar Kuku Tidak Mudah Patah, Lakukan 7 Kebiasaan Ini

Tips agar Kuku Tidak Mudah Patah, Lakukan 7 Kebiasaan Ini

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Restoran Thailand Lebih Populer di Luar Negeri Dibanding Indonesia, Apa Sebabnya?

Restoran Thailand Lebih Populer di Luar Negeri Dibanding Indonesia, Apa Sebabnya?

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:05 WIB

Viral Alasan Tolak Karaoke Demak Ditutup, Bos: Neraka Siapa yang Isi?

Viral Alasan Tolak Karaoke Demak Ditutup, Bos: Neraka Siapa yang Isi?

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:05 WIB

×