Beli Susu Formula, Seorang Ayah Ditahan karena Dianggap Langgar Jam Malam

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Jum'at, 15 Januari 2021 | 13:27 WIB
Beli Susu Formula, Seorang Ayah Ditahan karena Dianggap Langgar Jam Malam
Ilustrasi bayi sakit (Pexels)

Suara.com - Seorang ayah di Afrika Selatan ditahan karena melanggar aturan jam malam saat dia meninggalkan rumah untuk membelikan susu bayinya yang baru lahir.

Menyadur Daily Mirror, Jumat (15/1/2021) di bawah aturan penguncian virus corona, Afrika Selatan memberlakukan jam malam mulai pukul 9 malam hingga 5 pagi.

Namun, pada hari Jumat seorang ayah terpergok keluar rumah pada pukul 01.00 dini hari untuk membelikan susu formula bagi bayinya yang baru lahir.

Insiden tersebut dilaporkan melalui sebuah grup Facebook lokal Warga Peduli Afrika Selatan yang kemudian menjadi viral.

"Baby le Roux lahir pada 6 Januari 2021. Ibu dan bayinya sudah keluar dari RS pada 7 Januari 2021. Akibat komplikasi dalam menyusui bayinya, ayahnya harus pergi ke RS UNITAS untuk membeli susu." jelas laporan tersebut.

Dia dihentikan oleh petugas polisi sekitar 450 meter dari rumah dan ditangkap karena dianggap melanggar aturan jam malam.

Meskipun jaraknya sudah dekat, petugas tidak memberi izin kepada pria tersebut untuk memberikan susu formula sebelum membawanya ke penjara, menurut laporan Fox 5.

"Dalam perjalanan pulang, sekitar 450 meter dari rumahnya ia ditangkap oleh SAPS Wierdabrug. Meski bisa mengeluarkan slip pembelian susunya, dia ditahan." jelas laporan tersebut.

Karena kondisinya sudah mendesak, sang ibu dan bayinya terpaksa harus menyusul pria tersebut untuk mengambil susu formula.

"Ibu dengan bayinya yang baru lahir dan dalam keadaan sakit dipaksa berjalan sendirian di malam hari oleh anggota SAPS Wierdabrug, untuk mengambil susu dan kunci mobil dari suaminya yang ditangkap karena melanggar jam malam." jelasnya.

Belakangan pada hari itu sang ayah dibebaskan dan akan kembali menjalani persidangan minggu depan, demikian dilaporkan.

Investigasi atas insiden tersebut telah dilakukan oleh pihak berwenang Afrika Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ilmuwan Khawatir Mutasi pada Varian Baru Virus Corona Bisa Lolos Vaksin

Ilmuwan Khawatir Mutasi pada Varian Baru Virus Corona Bisa Lolos Vaksin

Health | Kamis, 14 Januari 2021 | 14:37 WIB

Puluhan Orang Inggris Tertular Strain Baru Virus Corona Afrika Selatan!

Puluhan Orang Inggris Tertular Strain Baru Virus Corona Afrika Selatan!

Health | Rabu, 13 Januari 2021 | 15:07 WIB

Pfizer Buktikan Vaksin Mereka Efektif Melawan Varian Baru Virus Corona

Pfizer Buktikan Vaksin Mereka Efektif Melawan Varian Baru Virus Corona

Health | Jum'at, 08 Januari 2021 | 17:46 WIB

Terkini

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:21 WIB

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:15 WIB

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:11 WIB

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

Wacana Tarif Purbaya, Menhan Malaysia Tegas: Tak Ada Negara Bisa Kuasai Selat Malaka!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 06:55 WIB

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:26 WIB

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran

News | Kamis, 23 April 2026 | 22:05 WIB

Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan

Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:58 WIB

Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!

Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!

News | Kamis, 23 April 2026 | 21:45 WIB