Curhat Satpol PP: Diingatkan Pakai Masker Turis Bule Malah Melecehkan Kami

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Senin, 18 Januari 2021 | 13:07 WIB
Curhat Satpol PP: Diingatkan Pakai Masker Turis Bule Malah Melecehkan Kami
Petugas menindak warga negara asing yang tidak mengenakan masker saat kegiatan penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan di kawasan Pererenan, Badung, Bali, Selasa (8/9/2020). ANTARA/Naufal Fikri Yusuf

Suara.com - Pihak berwenang Bali mengungkapkan, kebanyakan orang asing yang tinggal di pulau itu tidak memercayai bahaya pandemi covid-19 dan sering meremehkan petugas.

Kasat Pol PP Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Suryanegara mengatakan kepada Australian Associated Press, martabat mereka diganggu oleh orang asing yang bertindak seperti layaknya covid-19 tidak ada.

Di Bali, jumlah kasus positif covid-19 meningkat pesat dengan 579 kematian dan lebih dari 20.255 kasus dikonfirmasi.

Alhasil, Bali telah menetapkan sejumlah daerah seperti Denpasar, Badung, Jembrana, Tabanan, dan Gianyar sebagai zona merah penyebaran covid-19.

Pemerintah setempat telah menetapkan denda Rp 100 ribu atau USD 10 bagi pelanggar ketentuan protokol kesehatan, seperti tak memakai masker.

Kekinian, karena seringnya orang asing melanggar aturan, pemerintah sedang mempertimbangkan menaikkan denda tidak memakai masker menjadi Rp 500 ribu atau USD 50.

Bagi mereka yang mengaku tidak memunyai uang tunai untuk membayar denda, pihak berwenang menghukum mereka untuk melakukan push-up. Tapi kebanyakan orang asing menganggap hukuman tersebut lelucon.

Mengenai sikap mereka yang seakan tidak menghormati petugas dan tidak patuh aturan, Suryanegara mengaku kesal.

"Bagaimana mungkin saya tidak kesal? Terkadang kami merasa dilecehkan di negara kami," kata Suryanegara disadur dari Daily Mail Senin (18/1/2021).

"Mereka biasanya tertawa ketika kami menyuruh mereka untuk push-up. Mereka melakukannya, tetapi mereka tertawa. Tidak ada penyesalan yang terlihat di wajah mereka. Itu tidak berhasil," katanya.

Dia mengatakan banyak yang berteriak kepada petugas, menanyakan hal-hal perihal pandemi covid-19 dan kebenarannya.

"Apa yang Anda ketahui tentang pandemi, Apakah menurut Anda virus sedang berjalan di sekitar pantai, dan Apakah menurut Anda, kita dapat terinfeksi oleh virus ketika kita mengendarai sepeda motor," jelas Suryanegara mengenai pertanyaan orang kepada petugasnya.

"Mereka sering meneriaki kami. Sayangnya kami tidak bisa memarahi mereka. Itu adalah ujian kesabaran kami. Tampaknya sebagian besar orang asing di Bali tidak percaya bahwa covid-19 itu nyata," jelas Suryanegara.

Dia mengatakan, ketika petugasnya berdiri di pos pemeriksaan, orang asing dengan sengaja ngebut dan beberapa bahkan berpura-pura ingin menabraknya.

"Tidak hanya tak memakai masker, banyak juga orang asing yang tidak memakai helm, mengendarai motornya sembarangan. Ini sangat meresahkan," curhatnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

30 Orang Norwegia Meninggal Usai Disuntik Vaksin Pfizer, Apa Sebabnya?

30 Orang Norwegia Meninggal Usai Disuntik Vaksin Pfizer, Apa Sebabnya?

Health | Senin, 18 Januari 2021 | 12:38 WIB

Pasien COVID-19 Depok Tewas Ditolak 10 Rumah Sakit, Ini Kata Satgas COVID

Pasien COVID-19 Depok Tewas Ditolak 10 Rumah Sakit, Ini Kata Satgas COVID

Bogor | Senin, 18 Januari 2021 | 12:32 WIB

Lindungi Komorbid, Pemkab Banyumas Lakukan Test Usab Antigen Massal

Lindungi Komorbid, Pemkab Banyumas Lakukan Test Usab Antigen Massal

Jawa Tengah | Senin, 18 Januari 2021 | 12:16 WIB

Terkini

Eks Finalis Putri Indonesia Ditangkap Buka Praktik Kecantikan Ilegal, Wajah Pasien Bernanah

Eks Finalis Putri Indonesia Ditangkap Buka Praktik Kecantikan Ilegal, Wajah Pasien Bernanah

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:36 WIB

KSPI Pindahkan Aksi May Day 2026 dari DPR ke Monas Usai Bertemu Prabowo, Ini Hasil Pembicaraannya

KSPI Pindahkan Aksi May Day 2026 dari DPR ke Monas Usai Bertemu Prabowo, Ini Hasil Pembicaraannya

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:20 WIB

KPK Endus Setoran Bos-bos Rokok ke Bea Cukai, Modus Urus Pita Cukai Terbongkar?

KPK Endus Setoran Bos-bos Rokok ke Bea Cukai, Modus Urus Pita Cukai Terbongkar?

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:17 WIB

Tragedi Kecelakaan KRL Bekasi: Megawati Berduka, Perintahkan Fraksi PDIP Benahi Sistem Keamanan

Tragedi Kecelakaan KRL Bekasi: Megawati Berduka, Perintahkan Fraksi PDIP Benahi Sistem Keamanan

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:15 WIB

Relokasi Korban Little Aresha, Pemkot Jogja Gratiskan Biaya Daycare 3 Bulan

Relokasi Korban Little Aresha, Pemkot Jogja Gratiskan Biaya Daycare 3 Bulan

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:06 WIB

Tak Peduli Tekanan AS, Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz

Tak Peduli Tekanan AS, Iran Siapkan Aturan Baru di Selat Hormuz

News | Rabu, 29 April 2026 | 14:05 WIB

Polisi Dalami Duagaan Human Error hingga Gangguan Sistem di Balik Kecelakaan Maut KRL-Argo Bromo

Polisi Dalami Duagaan Human Error hingga Gangguan Sistem di Balik Kecelakaan Maut KRL-Argo Bromo

News | Rabu, 29 April 2026 | 13:57 WIB

Alasan di Balik Serangan Terhadap Andrie Yunus: Tuduhan Teror hingga Narasi Anti-Militer

Alasan di Balik Serangan Terhadap Andrie Yunus: Tuduhan Teror hingga Narasi Anti-Militer

News | Rabu, 29 April 2026 | 13:39 WIB

Mahfud MD Ragukan Motif Dendam Pribadi di Kasus Andrie Yunus: Kinerja Komnas HAM Sangat Mundur

Mahfud MD Ragukan Motif Dendam Pribadi di Kasus Andrie Yunus: Kinerja Komnas HAM Sangat Mundur

News | Rabu, 29 April 2026 | 13:33 WIB

Guyon Prabowo ke Menteri Trenggono: Sakti Terus Ya, Gak Boleh Pingsal Lagi!

Guyon Prabowo ke Menteri Trenggono: Sakti Terus Ya, Gak Boleh Pingsal Lagi!

News | Rabu, 29 April 2026 | 13:33 WIB