Sepekan Pasca Gempa, Pasar Tradisional di Mamuju Mulai Beraktivitas

Erick Tanjung

Kamis, 21 Januari 2021 | 18:57 WIB
Sepekan Pasca Gempa, Pasar Tradisional di Mamuju Mulai Beraktivitas
Aktivitas sejumlah pedagang di Pasar Baru Mamuju hari keenam pascagempa berkekuatan 6,2 magnitudo, pada Kamis (21/1). [Antara/Amirullah]

Suara.com - Pasar tradisional di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, pada Kamis (21/1/2021) atau hari keenam pasca diguncang gempa dahsyat mulai beraktivitas.

Dari pantauan pada Kamis sore di Pasar Sentral Mamuju yang merupakan salah satu pasar tradisional terbesar di daerah itu, terlihat sejumlah pedagang mulai membuka kios jualannya.

Walaupun tidak seramai sebelum terjadi gempa, namun beberapa warga terlihat membeli berbagai kebutuhan, seperti sayur-sayuran, cabai dan berbagai perlengkapan dapur lainnya.

"Sejak kemarin saya jualan, tetapi hanya ada satu atau dua orang pembeli," kata Salmiah, pedagang buah-buahan di Pasar Sentral atau Pasar Lama Mamuju.

Salah seorang warga yang ditemui saat berbelanja berbagai kebutuhan pokok di Pasar Lama ibu Nur mengaku, sejak gempa bumi mengguncang wilayah Mamuju, ia dan keluarganya terpaksa mengungsi di Puncak, salah satu kawasan ketinggian di daerah itu.

"Baru hari ini saya tahu kalau sudah ada yang berjualan di Pasar Lama. Selama mengungsi, kami setiap hari makan mi instan dan nasi, tanpa sayuran. Jadi, hari ini saya membeli ikan dan sayuran untuk kebutuhan makanan di tenda pengungsian," ujar Nur.

Pemandangan serupa terlihat di kawasan Pasar Baru Mamuju. Walaupun hanya ada beberapa pedagang yang membuka lapak jualannya, namun sejumlah warga terlihat membeli berbagai kebutuhan pokok, seperti sayuran, cabai, tomat dan berbagai kebutuhan bumbu dapur lainnya.

"Kami rindu makanan segar dan olahan, sebab setelah gempa, kami hanya makan mi instan tanpa lauk. Jadi, begitu saya tahu pedagang mulai berjualan di Pasar Baru, saya langsung ke sini (Pasar Baru)," kata warga Mamuju lainnya yang ditemui saat berbelanja di Pasar Baru.

Sementara, salah seorang pedagang di Pasar Baru mengaku baru berani berjualan setelah lima hari berada di tenda pengungsian.

baca juga

"Mau makan apa kami kalau tidak berjualan, sebab hanya ini yang menjadi pencaharian kami. Walaupun masih ada rasa khawatir, tetapi saya berharap gempa sudah tidak ada dan kondisi segera normal kembali," ujar pedagang tersebut.

Sementara itu, hari keenam pascagempa, sejumlah pusat pertokoan, baik yang berada di Pasar Lama maupun di Pasar Baru masih terlihat tertutup.

Hanya ada beberapa toko pakaian yang terlihat di Pasar Lama yang mulai membuka kios jualannya.

Begitupun dengan sejumlah minimarket, hanya terlihat ada beberapa yang mulai beraktivitas, itupun dengan penjagaan ketat dari personel kepolisian. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Putus Akibat Gempa, 98 Persen Gardu Listrik di Sulbar Kembali Normal

Sempat Putus Akibat Gempa, 98 Persen Gardu Listrik di Sulbar Kembali Normal

Jatim | Kamis, 21 Januari 2021 | 17:53 WIB

PLN: 98 Persen Gardu Listrik Sudah Diperbaiki Pasca Gempa Sulbar

PLN: 98 Persen Gardu Listrik Sudah Diperbaiki Pasca Gempa Sulbar

News | Kamis, 21 Januari 2021 | 17:46 WIB

Hari Ini Korban Meninggal Dunia Gempa Sulbar Bertambah Jadi 91 Jiwa

Hari Ini Korban Meninggal Dunia Gempa Sulbar Bertambah Jadi 91 Jiwa

Sumbar | Kamis, 21 Januari 2021 | 16:39 WIB

Terkini

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Penyelidikan Kematian Hayden Panettiere Dihentikan Polisi, Kenapa?

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:14 WIB

×