Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Evaluasi Program Pengendalian Covid-19

Reza Gunadha, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 25 Januari 2021 | 22:10 WIB
Mendagri Tito Karnavian Minta Pemda Evaluasi Program Pengendalian Covid-19
Mendagri Tito Karnavian dalam dialog nasional yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia(Apeksi) dengan tema Penguatan pemerintah Daerah dalam Penanganan dan Pasca Pandemi Covid-19, secara virtual, Senin (25/1/2021). [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah mengevaluasi program pengendalian penyebaran covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Dengan membentuk tim evaluasi, Tito berharap setiap program pengendalian penularan covid-19 dapat efektif dilakukan. 

Hal tersebut disampaikannya dalam dialog nasional yang diselenggarakan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia(Apeksi) dengan tema Penguatan pemerintah Daerah dalam Penanganan dan Pasca Pandemi Covid-19, secara virtual, Senin (25/1/2021).

"Kalau kita melihat terjadi angka kenaikan, buat tim untuk mengetahui terjadinya peningkatan itu karena apa, karena daerah itu tidak sama Kenapa digunakan istilah PPKM? PPKM itu top down, instruksi, perlu keserempakan, dan bersifat umum," kata Tito. 

"Tiap-tiap daerah belum tentu kontributor peningkatan angka positive rate itu sama, belum tentu sama. Oleh karena itu tiap-tiap kota itu memiliki tim yang bekerja untuk mendalami, mengevaluasi apa kontributor utama dari kenaikkan angka di daerah bapak dan ibu sekalian," sambungnya. 

Tito mencontohkan soal kepatuhan penggunaan masker. Para kepala daerah diharapkan dapat bersinergi dan bekerja sama dengan tokoh masyarakat, Forkopimda, maupun aparat keamanan dan penegak hukum, untuk menegakkan kedisipinan masyarakat menggunakan masker.

"Mungkin masalah maskernya yang belum disiplin digunakan. Kalau belum, di mana? Di sektor apa? Dibidang apa atau di lokasi mana? Di kegiatan apa? Itu yang diserang dikeroyok dengan cara-cara soft pembagian masker, kampanye, dan lain-lain, dengan tokoh-tokoh agama dan dilakukan penegakkan," ujarnya. 

"Kerja sama dengan aparat penegak hukum, Satpol PP kemudian TNI dan Polri. Ini perlu kekompakan, oleh karena itu rekan-rekan perlu membangun hubungan yang baik dengan Forkopimda, tidak akan bisa kerja sendiri, tidak akan mampu," sambung mantan Kapolri tersebut. 

Tito juga meminta agar kepala daerah bisa menyisir daerah yang memiliki kerendahan dalam penerapan protokol kesehatan, seperti penyediaan tempat mencuci tangan di fasilitas umum maupun tempat publik.

Selain itu, kepala daerah juga perlu mengampanyekan untuk menjaga jarak, terutama tempat-tempat yang rentan atau berpotensi menimbulkan kerumunan. 

Efektivitas kampanye dalam menjaga jarak juga perlu didukung dengan produk kebijakan publik untuk mendukung program tersebut.

"Kemudian kerumunan, kerumunan itu diidentifikasi ditiap-tiap daerah, kerumunan mana yang menjadi kontributor, kerumunan keagamaan, kerumunan kawinan, resepsi, kerumunan di perkantoran atau kerumunan di fasilitas publik lainnya atau demo," jelasnya. 

"Nah ini perlu juga, kalau sudah tahu mana kerumunan itu, buat aturan bila perlu, bapak-bapak wali kota bisa membuat perwali, kemudian bisa diangkat menjadi Perda, why not? sepanjang itu tidak bertentangan dengan UU yang lain," tambahnya.

Selain evaluasi program pengendalian kasus penularan Covid-19, upaya testing, tracing dan treatment (3T) juga menjadi salah satu upaya utama penanganan Covid-19.

Setiap kota dikatakan Tito mesti memiliki kemampuan menjalankan 3T tersebut bahkan mulai menscreening penyebaran virus. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pegawai Pemkot Tangsel Positif Covid-19 Melonjak, Terbanyak di Disperkimta

Pegawai Pemkot Tangsel Positif Covid-19 Melonjak, Terbanyak di Disperkimta

Jakarta | Senin, 25 Januari 2021 | 21:55 WIB

Jokowi: Syukur Kita Mampu Kendalikan 2 Krisis Imbas Pandemi Covid-19

Jokowi: Syukur Kita Mampu Kendalikan 2 Krisis Imbas Pandemi Covid-19

News | Senin, 25 Januari 2021 | 21:31 WIB

KPK Telisik Aliran Dana Korupsi Bansos Covid-19 ke Dirjen Kemensos Pepen

KPK Telisik Aliran Dana Korupsi Bansos Covid-19 ke Dirjen Kemensos Pepen

News | Senin, 25 Januari 2021 | 21:23 WIB

Wali Kota Probolinggo Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

Wali Kota Probolinggo Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

Malang | Senin, 25 Januari 2021 | 21:21 WIB

3 Gejala Covid-19 Yang Tidak Disadari dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lain

3 Gejala Covid-19 Yang Tidak Disadari dan 4 Berita Kesehatan Menarik Lain

Health | Senin, 25 Januari 2021 | 21:16 WIB

Jubir Covid-19 Lebak, Beserta Istri dan Anak Terkonfirmasi Positif Covid-19

Jubir Covid-19 Lebak, Beserta Istri dan Anak Terkonfirmasi Positif Covid-19

Banten | Senin, 25 Januari 2021 | 20:54 WIB

10.240 Dosis Vaksin Sinovac Kota Malang Tiba, Jadwal Penyuntikan Dipercepat

10.240 Dosis Vaksin Sinovac Kota Malang Tiba, Jadwal Penyuntikan Dipercepat

Malang | Senin, 25 Januari 2021 | 20:51 WIB

Update Kasus Harian Covid-19 Kaltim 25 Januari, Ada 325 Kasus Baru

Update Kasus Harian Covid-19 Kaltim 25 Januari, Ada 325 Kasus Baru

Kaltim | Senin, 25 Januari 2021 | 20:35 WIB

CEK FAKTA: Nomor Telepon Akses Cepat Satgas Covid-19 DKI Jakarta

CEK FAKTA: Nomor Telepon Akses Cepat Satgas Covid-19 DKI Jakarta

Health | Senin, 25 Januari 2021 | 20:29 WIB

Terkini

Awas Macet! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Ditutup Sore Ini, Rute Transjakarta Dipangkas

Awas Macet! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Ditutup Sore Ini, Rute Transjakarta Dipangkas

News | Senin, 01 Juni 2026 | 16:01 WIB

Api Misterius di Sleman Bukan Dipicu Metana? Peneliti UGM Soroti Peran Gas Hidrogen

Api Misterius di Sleman Bukan Dipicu Metana? Peneliti UGM Soroti Peran Gas Hidrogen

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:55 WIB

Kasus Korupsi Gus Yaqut Dilimpahkan ke Pengadilan Usai Musim Haji

Kasus Korupsi Gus Yaqut Dilimpahkan ke Pengadilan Usai Musim Haji

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:43 WIB

Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri

Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:25 WIB

Kabar Baik! Jalur Lenteng Agung yang Amblas Bisa Dilalui Normal Besok Pagi

Kabar Baik! Jalur Lenteng Agung yang Amblas Bisa Dilalui Normal Besok Pagi

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:23 WIB

Kasus Korupsi Haji, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketum Kesthuri ke Sel

Kasus Korupsi Haji, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketum Kesthuri ke Sel

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:16 WIB

Prabowo: Tak Ada Bangsa Lain yang Kasihan Kalau Kita Sulit

Prabowo: Tak Ada Bangsa Lain yang Kasihan Kalau Kita Sulit

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:15 WIB

Pertemuan Langka di Gedung Pancasila: Prabowo, Megawati, JK, hingga Ma'ruf Amin Kumpul Satu Meja

Pertemuan Langka di Gedung Pancasila: Prabowo, Megawati, JK, hingga Ma'ruf Amin Kumpul Satu Meja

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:04 WIB

Teror Api di Rumah Warga Sleman Belum Usai, Kebakaran Terjadi 73 Kali di 65 Titik

Teror Api di Rumah Warga Sleman Belum Usai, Kebakaran Terjadi 73 Kali di 65 Titik

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB

Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Melawan Negara, Singgung Koruptor hingga Pelaku Ekonomi Ilegal

Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Melawan Negara, Singgung Koruptor hingga Pelaku Ekonomi Ilegal

News | Senin, 01 Juni 2026 | 14:53 WIB