alexametrics

Pesawat Bertuliskan Trump Presiden Terburuk Terbang di Langit Mar-a-Lago

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Pesawat Bertuliskan Trump Presiden Terburuk Terbang di Langit Mar-a-Lago
Donald Trump. [AFP]

Mar-a-Lago adalah resort mewah milik Donald Trump yang ditempati setelah tak lagi menjabat.

Suara.com - Dua buah pesawat dengan tulisan menohok terlihat terbang di langit Mar-a-Lago, rumah Donald Trump ketika ia tak lagi menjadi Presiden AS.

Menyadur Metro Selasa (26/01), pesawat itu membawa banner dengan tulisan 'Trump worst president ever' dan 'Trump you pathetic loser go back to Moscow'.

Jika diterjemahkan dengan bahasa Indonesia, pesawat yang terbang di atas resort mewah itu bertuliskan 'Trump presiden terburuk yang pernah ada' dan 'Trump pecundang yang menyedihkan kembali ke Moskow'.

Belum diketahui siapa yang berada di balik aksi tersebut.

Baca Juga: Bocoran Harga Cincin Tunangan Putri Donald Trump, Tembus Rp16 Miliar?

Sementara itu, tetangga di sekitar kediaman Trump mengatakan "tak seorang pun dari mereka yang berharap dia kembali ke Palm Beach".

Donald Trump saat meninggalkan Gedung Putih untuk terakhir kalinya. (AFP/Mandel Ngan)
Donald Trump saat meninggalkan Gedung Putih untuk terakhir kalinya. (AFP/Mandel Ngan)

"Sejujurnya, saya pikir apakah Anda seorang pendukung Trump atau bukan, saya tidak berpikir ada banyak orang yang dengan hati nurani yang baik dapat membenarkan apa yang terjadi pada 6 Januari," jelasnya.

"Dan saya pikir sebagian besar, kebanyakan orang menahannya. sSetidaknya sebagian lagi bertanggung jawab," lanjutnya.

Namun ketika mantan presiden itu kembali ke Florida, sejumlah pendukung Trump tampak berbaris di jalan. Mereka menari dan bersorak dan mengenakan kaos bertuliskan 'Trump', serta ada yang menyatakan 'Trump 2024'.

Hingga kini belum diketahui apakah Donald Trump akan mencalonkan diri pada 2024.

Baca Juga: Dilamar Milyarder, Ternyata Segini Harga Cincin Tunangan Putri Donald Trump

Sidang pemakzulan kedua mantan presiden itu akan dimulai pada 8 Februari karena ia dituduh menghasut kerusuhan di Capitol AS pada 6 Januari, yang merenggut nyawa lima orang.  

Komentar