Bagaimana Cara Militer Myanmar Kacaukan Internet Saat Ambil Alih Kekuasaan?

Siswanto, BBC

Selasa, 02 Februari 2021 | 11:05 WIB
Bagaimana Cara Militer Myanmar Kacaukan Internet Saat Ambil Alih Kekuasaan?
BBC

Suara.com - Ketika militer Myanmar mengambil alih kekuasaan setelah menuding adanya kecurangan pemilu, gangguan internet terjadi di sebagian besar wilayah di negara itu.

Gangguan internet secara total berlangsung beberapa jam, kemudian berangsur normal.

Apa yang terjadi?

Bagaimana koneksi internet terputus?

Pembatasan internet dilaporkan pada hari Senin (02/02) pukul 03:00 waktu setempat.

Konektivitas internet telah turun hingga 50% dari tingkat normal pada pukul 08:00 waktu setempat, ketika warga bangun dari tidurnya dan memulai hari dengan berita tentang pengambilalihan kekuasaan oleh militer.

"Tentara memutus TV dan radio media pemerintah, saluran telepon lokal dan internet dinonaktifkan di seluruh negeri," tulis wartawan Reuters Burma, Wa Lone, di akun Twitternya.

https://twitter.com/netblocks/status/1356058517464113152

Data dari layanan pemantauan internet, Netblocks, menunjukkan gangguan pada operator jaringan, termasuk Myanma Post and Telecommunications (MPT) yang dimiliki pemerintah dan operator internasional Telenor.

Netblocks mengatakan temuannya menunjukkan "mekanisme gangguan yang diatur secara terpusat... berkembang dari waktu ke waktu sesuai kepatuhan operator".

baca juga

Pada tengah hari, konektivitas internet telah kembali ke 75% aktivitas normal.

Pembatasan yang beragam di sejumlah wilayah

Pembatasan koneksi internet di beberapa bagian Myanmar lebih ketat dibanding yang lain.

IP Observatory, lembaga yang melacak konektivitas internet di seluruh dunia dan berbasis di Monash University, Australia, menemukan bahwa beberapa kawasan mengalami gangguan internet yang parah.

Wilayah Magway melaporkan sempat tidak ada konektivitas internet sama sekali.

Sementara Yangon, yang merupakan kota terbesar di negara itu, mengalami penurunan koneksi internet hingga sekitar 50% dibandingkan waktu normal.

Membatasi internet di kota-kota besar kemungkinan akan lebih sulit, karena pengguna memiliki akses lebih banyak ke beragam penyedia layanan internet yang mungkin menerapkan pembatasan pada intensitas dan waktu yang berbeda.

Sebagian besar wilayah kini melaporkan koneksi internetnya membaik.

Sejarah gangguan internet di Myanmar

Pemerintah Myanmar sebelumnya telah melakukan pembatasan internet, terutama di negara bagian Rakhine dan China. Di dua lokasi itu, militer Myanmar disebut melakukan represi terhadap etnis minoritas Rohingya.

Ratusan ribu anggota etnis Rohingya kini terpaksa mengungsi di negara tetangga Bangladesh.

Pasal 77 Undang-Undang Telekomunikasi Myanmar, yang disahkan pada 2013, digunakan oleh pemerintah untuk memutus telekomunikasi selama keadaan darurat nasional.

Namun, kelompok hak asasi manusia telah menyerukan agar undang-undang tersebut direvisi demi melindungi kebebasan berekspresi dan mengkritik cakupan hukum yang luas.

Ada juga kekhawatiran bahwa informasi kesehatan tentang Covid-19 dibatasi di beberapa bagian negara itu, karena pembatasan internet pada tahun 2020.

Bagaimana cara berbagai pemerintah melakukannya?

Pemerintah dapat melakukan pembatasan internet dengan memerintahkan penyedia layanan internet (ISP) untuk membatasi akses.

Ini dapat termasuk memblokir situs tertentu, seperti platform media sosial populer.

Pesan seperti "server tidak ditemukan" atau "situs ini telah diblokir oleh administrator jaringan" akan muncul ketika pengguna menggunakan internet.

Metode lain dikenal sebagai "throttling" - ketika bandwidth ke sebuah situs dibatasi, membuat internet lambat dan sulit digunakan.

Terakhir, penyedia telekomunikasi dapat menutup semua akses ke internet.

Teorinya, perusahaan telekomunikasi dapat menentang perintah pemerintah.

Namun, di negara-negara di mana pemerintah memiliki cengkeraman yang ketat terhadap media dan dapat mengancam untuk mencabut izin, opsi untuk menolak perintah pemerintah itu sangat kecil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinyal Kenaikan Harga Paket Data? ATSI Peringatkan Dampak Putusan MK 273 Terhadap Tarif Internet

Sinyal Kenaikan Harga Paket Data? ATSI Peringatkan Dampak Putusan MK 273 Terhadap Tarif Internet

Tekno | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:55 WIB

XLSMART Sambut Putusan MK soal Kuota Hangus, Siap Hadirkan Layanan Seluler Lebih Transparan

XLSMART Sambut Putusan MK soal Kuota Hangus, Siap Hadirkan Layanan Seluler Lebih Transparan

Tekno | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Ookla Nobatkan XL sebagai Best Mobile Network Indonesia 2026

Ookla Nobatkan XL sebagai Best Mobile Network Indonesia 2026

Foto | Senin, 03 Agustus 2026 | 12:00 WIB

XL Jadi Jaringan #1 di Indonesia Versi Ookla,  Borong Empat Penghargaan

XL Jadi Jaringan #1 di Indonesia Versi Ookla, Borong Empat Penghargaan

Tekno | Senin, 03 Agustus 2026 | 16:21 WIB

Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan

Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan

Tekno | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah

Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah

Tekno | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 12:56 WIB

Dibalik Keputusan MK soal Kuota Hangus, Pakar CISSReC Ingatkan Transparansi Lebih Penting!

Dibalik Keputusan MK soal Kuota Hangus, Pakar CISSReC Ingatkan Transparansi Lebih Penting!

Tekno | Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:48 WIB

Bukan Semua Kuota Harus Rollover, ATSI Jelaskan Makna Putusan MK Soal Paket Internet

Bukan Semua Kuota Harus Rollover, ATSI Jelaskan Makna Putusan MK Soal Paket Internet

Tekno | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:40 WIB

Jangan Gagal Paham! Putusan MK Soal Kuota Hangus Bukan Berarti Semua Paket Abadi, Ini Penjelasannya

Jangan Gagal Paham! Putusan MK Soal Kuota Hangus Bukan Berarti Semua Paket Abadi, Ini Penjelasannya

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 10:17 WIB

Dari Rollover hingga Digital Trust, Begini Strategi Indosat Menindaklanjuti Putusan MK

Dari Rollover hingga Digital Trust, Begini Strategi Indosat Menindaklanjuti Putusan MK

Tekno | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:53 WIB

Terkini

Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing

Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:26 WIB

Lalat di Balik Pintu: Akhir Pilu Kakek J dalam Kesunyian Gang Mawar

Lalat di Balik Pintu: Akhir Pilu Kakek J dalam Kesunyian Gang Mawar

Lampung | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Gempa M 5,2 di Laut Pangandaran Dipicu Sesar Aktif, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Gempa M 5,2 di Laut Pangandaran Dipicu Sesar Aktif, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:23 WIB

Gugatan Banjir Sumatera terhadap Empat Presiden Ditolak, Demokrat Sebut Salah Alamat Pengadilan

Gugatan Banjir Sumatera terhadap Empat Presiden Ditolak, Demokrat Sebut Salah Alamat Pengadilan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:19 WIB

4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang

4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang

Tekno | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Maut di Jalur Punggung Naga: Perjuangan Dramatis Evakuasi Jenazah dari Tebing Gunung Piramid

Maut di Jalur Punggung Naga: Perjuangan Dramatis Evakuasi Jenazah dari Tebing Gunung Piramid

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Review Lucky: Bertabur Bintang, Sayangnya Naskah Terlalu Dangkal Dinikmati

Review Lucky: Bertabur Bintang, Sayangnya Naskah Terlalu Dangkal Dinikmati

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Sungai Cileungsi Tercemar Limbah, Kualitas Air Lampaui Baku Mutu

Sungai Cileungsi Tercemar Limbah, Kualitas Air Lampaui Baku Mutu

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Skema Pembiayaan Mobil Listrik Viral Wuling Aira ev

Skema Pembiayaan Mobil Listrik Viral Wuling Aira ev

Otomotif | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:55 WIB

Dalih Geopolitik Jadi Alasan Pemerintah Lihat Ekonomi RI Tumbuh Melambat

Dalih Geopolitik Jadi Alasan Pemerintah Lihat Ekonomi RI Tumbuh Melambat

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 07:53 WIB

×