Bagaimana Dunia Tanpa Layanan Google? Belajarlah dari Negara Ini

Reza Gunadha, ABC

Selasa, 02 Februari 2021 | 14:23 WIB
Bagaimana Dunia Tanpa Layanan Google? Belajarlah dari Negara Ini
Google Doodle Malam Tahun Baru. [Screenshot]

Suara.com - Google Inc mengusulkan sesuatu yang menyejutkan publik dunia, yakni mengancam menarik layanan perampan Google Search dari Australia.

Ancaman itu akan mewujud kalau pemerintah Australia menerbitkan undang-undang yang ditujukan untuk mengatur perusahaan raksasa internet tersebut.

Ancaman Google itu sendiri dipublikan, selang beberapa hari setelah sekelompok media massa Prancis berhasil memenangkan mediasi dengan Google.

Sekelompok media massa Prancis seperti Le Monde berhasil memaksa Google untuk membayar untuk setiap artikel mereka yang ditayangkan pada laman Google.

Sementara di Australia, perseteruan pemerintah dengan Google berawal dengan adanya wacana aturan yang meminta Google membayar kantor berita untuk setiap berita yang ditampilkan pada hasil pencariannya.

Direktur Google Australia, Mel Silva berpendapat rancangan undang-undang tersebut akan menciptakan "risiko keuangan dan operasional yang tidak dapat dikelola" bagi usaha bisnisnya.

Undang-undang yang diusulkan, dengan nama 'News Media Barganing Code' juga akan meminta Google untuk membuat perjanjian komersial dengan setiap outlet berita, jika tidak, akan dipaksa melakukan arbitrasi.

Ini bukan pertama kalinya Google berada dalam situasi seperti ini.

Pada tahun 2010, Google dan perusahaan teknologi lainnya menjadi sasaran serangan dunia maya yang "sangat canggih dan terarah" asal China dan dilaporkan didukung oleh Pemerintah China.

baca juga

Serangan itu membuat Google menutup layanannya di China karena diharuskan mematuhi aturan sensor yang berlaku di China.

Akibatnya lebih dari 900 juta pengguna internet di China, atau setara dengan 20 persen pengguna internet aktif di seluruh dunia, tidak dapat mengakses Google dengan mudah.

Apa yang pernah terjadi di China bisa jadi contoh jika Google menghentikan layanannya di Australia atau negara-negara lainnya.

Apa yang terjadi dengan Google.cn?

Namun praktik ini kemungkinan besar akan berdampak besar pada hasil penelusuran yang diandalkan oleh ribuan bisnis Australia.

Jika Google memblokir pengguna Australia berdasarkan lokasi geografis mereka, Yang mengatakan warga Australia masih dapat menggunakan VPN, yang sudah digunakan oleh beberapa orang yang paham teknologi untuk melakukan streaming konten yang lokasinya diblokir.

"Sejujurnya … kasus antara Pemerintah Australia dan Google menjadi contoh yang bagus untuk merefleksikan monopoli dalam teknologi."

Dr Jiang menekankan penting untuk diingat jika "perhatian utama yang dikedepankan oleh Google bukanlah demokratisasi", tetapi mereka sendiri.

"Saya pikir kebanyakan orang akan menyadari betapa naifnya menganggap teknologi Barat membawa keterbukaan dan demokrasi ke masyarakat yang otoriter," kata Dr Jiang.

ABC telah menghubungi Google Australia untuk memberikan komentar.

Artikel ini diproduksi oleh Erwin Renaldi dari laporannya dalam Bahasa Inggris

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

CEK FAKTA: Jokowi Jual Negara dengan Rekrut PNS Khusus Etnis China?

CEK FAKTA: Jokowi Jual Negara dengan Rekrut PNS Khusus Etnis China?

Hits | Selasa, 02 Februari 2021 | 14:13 WIB

Vaksin Covid Palsu Isi Larutan Garam Beredar di China, 3.000 Dosis Disita

Vaksin Covid Palsu Isi Larutan Garam Beredar di China, 3.000 Dosis Disita

Jatim | Selasa, 02 Februari 2021 | 12:53 WIB

Ucapkan Selamat Tinggal Google Stadia!

Ucapkan Selamat Tinggal Google Stadia!

Tekno | Selasa, 02 Februari 2021 | 10:00 WIB

Nyasar saat Pakai Google Maps, Pemotor Ini Terpaksa Lewati Jalanan Ekstrem

Nyasar saat Pakai Google Maps, Pemotor Ini Terpaksa Lewati Jalanan Ekstrem

Jabar | Selasa, 02 Februari 2021 | 08:47 WIB

Kota di Australia Ini Langsung Lockdown, Gegara Satu Kasus Positif Covid-19

Kota di Australia Ini Langsung Lockdown, Gegara Satu Kasus Positif Covid-19

Bali | Senin, 01 Februari 2021 | 19:09 WIB

Cara Membuat Google Classroom, Cocok Jadi Andalan Saat Sekolah Online

Cara Membuat Google Classroom, Cocok Jadi Andalan Saat Sekolah Online

Tekno | Senin, 01 Februari 2021 | 16:30 WIB

Satu Orang Positif Covid-19, Perth Australia Langsung Terapkan Lockdown

Satu Orang Positif Covid-19, Perth Australia Langsung Terapkan Lockdown

News | Senin, 01 Februari 2021 | 14:10 WIB

Terkini

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Cari Hotel untuk Liburan? Ini Empat Pilihan dengan Pengalaman yang Berbeda

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:47 WIB

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Toyota Indonesia Akan Luncurkan Mobil Baru Tahun Ini

Otomotif | Rabu, 23 September 2026 | 22:44 WIB

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

Bawaslu Akui Tak Pernah Dapat Laporan Soal Pendidikan Gibran pada Pilpres 2024

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:27 WIB

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Dari Goma hingga Menchi Katsu, Cita Rasa Jepang Makin Akrab dengan Selera Indonesia

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 22:26 WIB

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:52 WIB

×