Tianwen-1 Sukses Mengorbit, Cina Siap Ungkap Kondisi Bawah Permukaan Mars

Siswanto, Deutsche Welle

Kamis, 11 Februari 2021 | 14:53 WIB
Tianwen-1 Sukses Mengorbit, Cina Siap Ungkap Kondisi Bawah Permukaan Mars
DW

Suara.com - Ikuti jejak satelit Amal milik UEA, wahana Tianwen-1 milik Cina tiba tepat waktu di sekitar orbit Mars, jelang perayaan Tahun Baru Imlek hari Jumat (12/02). Bulan Mei, wahana itu akan mendaratkan penjelajahnya di Mars.

Misi luar angkasa tidak pernah mudah, baik ketika Anda mengirim astronot yang hanya berjarak 400 kilometer ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, atau meluncurkan satelit komunikasi beberapa ribu kilometer ke angkasa.

Kesalahan tertentu bisa saja terjadi. Misi ke Mars berada di level yang lebih tinggi. Planet ini lebih jauh dan lebih sulit untuk dicapai.

Tapi, sehari setelah Misi Mars UEA berhasil mengirimkan satelit Amal ke orbit sekitar Mars, wahana tak berawak Cina pun meyusul.

Orbiter Tianwen-1 memasuki orbit sekitar Mars pada Rabu (10/02), tujuh bulan setelah diluncurkan dari Bumi dan menempuh jarak 450 juta kilometer.

Seperti satelit Amal milik UEA, Tianwen-1 melakukan prosedur "pengereman" untuk memperlambat kecepatannya sehingga bisa ditangkap oleh gravitasi Mars dan menghindari terlampauinya target orbit.

Namun, berbeda dengan yang dilakukan UEA pada Selasa (09/02), Cina enggan mengumumkan waktu kedatangan Tianwen-1.

Dilansir kantor berita AP terkait prosedur "pengereman": "Pihak berwenang Cina, selalu berhati-hati tentang kemungkinan kegagalan, belum mengumumkan waktu kedatangan yang dijadwalkan."

Sebelumnya, pemerintah Cina mengatakan bahwa wahana tak berawaknya itu berada di jalur yang tepat untuk tiba sebelum Tahun Baru Imlek pada hari Jumat (11/02) mendatang.

baca juga

Pada hari Jumat (05/02) pekan lalu, Tianwen-1 melakukan manuver "koreksi orbit" keempat. Hal itu diperlukan untuk memastikan bahwa wahana akan siap untuk kedatangannya di orbit, menurut Administrasi Luar Angkasa Nasional Cina.

Apa misi dari Tianwen-1?

Tujuan Tianwen-1 adalah untuk menyelidiki atmosfer Mars selama setidaknya dua tahun. Sekitar empat miliar tahun yang lalu, atmosfer Mars mengalami perbahan dan air di sana menguap.

Tetapi, para ilmuwan tidak tahu mengapa hal itu bisa terjadi. Mungkin ada endapan air di bawah tanah, yang dikenal sebagai air bawah permukaan.

Jadi misi ini memiliki tujuan yang lebih dalam dari yang diharapkan oleh penyelidikan satelit Amal milik UEA. Tainwen-1 direncanakan mendaratkan rover penjelajah di permukaan Mars pada Mei mendatang.

Lokasi tepatnya belum disebutkan, tetapi pengawas misi telah melihat bagian selatan dari wilayah yang disebut Utopia Planitia.

Rover penjelajah bertenaga surya itu diperkirakan akan beroperasi selama beberapa bulan, mencari air di bawah permukaan sebagai tanda-tanda kehidupan di bawah permukaan planet.

Nantinya rover tersebut akan menjelajah Mars bersama dengan rover penjelajah dari AS, yaitu Perseverance Mars 2020 milik NASA dan helikopter Ingenuity yang menyertainya.

Instrumen pada Tianwen-1 dan rover penjelajah Wahana Tianwen-1 membawa 13 "muatan".

Muatan bisa berarti satelit komunikasi atau satelit observasi. Muatan tersebut jadi instrumen penting misi ini. Misalnya, ada kamera penginderaan jarak jauh dan radar yang mendeteksi bawah permukaan (SPR) yang dipasang pada rover penjelajah ketika ia dilepas dari orbiter dan mendarat di permukaan Mars.

Seperti namanya, tujuan ilmiah utama SPR adalah menyelidiki kondisi bawah permukaan Mars untuk menentukan ketebalan dan formasi penyusunnya.

Berat rover penjelajah sekitar 200 kilogram. Karena rover digerakkan oleh tenaga surya, pendaratan di belahan utara planet dirasa tidak cukup mendukung.

Rover penjelajah akan menyelidiki permukaan Mars dengan bantuan radar, melakukan analisis kimia di tanah, dan mencari biomolekul serta tanda-tanda kehidupan biologis.

Berlomba membawa sampel batuan Mars

Dilaporkan bahwa jika berhasil mendaratkan rover penjelajahnya di Mars, Cina hanya akan menjadi negara kedua yang melakukannya.

Tapi itu tidak sepenuhnya benar. Memang benar banyak negara yang telah mencoba dan gagal, termasuk Eropa dan Jepang.

Juga benar bahwa Amerika Serikat adalah satu-satunya negara yang memiliki rekam jejak pendaratan yang relatif konsisten di Mars, secara independen.

Tetapi Amerika juga pernah berkolaborasi dalam misi Mars.

Misi InSight, misalnya, adalah laboratorium in-situ yang menyelidiki aktivitas seismik di Mars. Dan itu tidak akan mungkin terjadi tanpa kerja sama dengan Eropa.

NASA juga bekerja sama dengan Badan Antariksa Eropa (ESA) dalam mengembangkan misi pengembalian sampel untuk membawa sampel murni pertama dari Mars ke Bumi.

Penjelajah Perseverance Mars 2020, yang dijadwalkan mendarat pada 18 Februari, dipandang sebagai langkah pertama menuju tujuan itu.

Tetapi tampaknya Amerika dan Eropa harus bergegas, karena mereka tidak sendiri sekarang.

Cina dengan misinya sendiri, Tianwen-1, juga akan membawa kembali sampel batuan dan tanah dari permukaan planet merah ke Bumi. (Ed: rap/gtp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

India Kirim Pesawat Luar Angkasa Untuk Meneliti Matahari

India Kirim Pesawat Luar Angkasa Untuk Meneliti Matahari

Foto | Rabu, 06 September 2023 | 12:30 WIB

China Buka Rekrutmen Belasan Astronaut Cadangan untuk Misi Luar Angkasa

China Buka Rekrutmen Belasan Astronaut Cadangan untuk Misi Luar Angkasa

News | Senin, 03 Oktober 2022 | 10:41 WIB

Nyalip NASA dan Eropa, China Akan Ambil Sampel Mars pada 2031

Nyalip NASA dan Eropa, China Akan Ambil Sampel Mars pada 2031

Tekno | Rabu, 22 Juni 2022 | 12:37 WIB

Terkini

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan

Bri | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:28 WIB

×