Kisah Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Sahabat Nabi, Bucin sampai Mohon-mohon

Dany Garjito Suara.Com
Minggu, 14 Februari 2021 | 17:29 WIB
Kisah Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Sahabat Nabi, Bucin sampai Mohon-mohon
Ilustrasi patah hati (shutterstock)

(Cerita lengkapnya bisa di rujuk di kitab Fath al-Bari karya Ibnu Hajar al-'Asqalani).

  • Tawakal kepada Allah SWT

Begitulah kehidupan, terkadang apa yang kita inginkan tidak selalu terwujud.

Itu mengingatkan kita akan arti tawakal kepada Allah, dan mengingatkan kita tentang takdir Allah bahwa setiap yang dikehendaki Allah pastilah terjadi.

Karena itu pula, Imam Syafi'i—semoga Allah meridhainya—berkata:

"Segala apa yang telah engkau kehendaki—Ya Allah—pastilah terjadi walaupun aku tak menghendakinya, dan setiap yang kuinginkan, jika engkau tak menghendakinya terjadi, niscaya tidak akan pernah terjadi."

Seberapa besar pun usaha Mughits, jika Allah tidak menghendaki hati Barirah mencintainya, tentu ia tak akan mencintainya.

Cerita ini juga mengajarkan kita tentang betapa besarnya rasa hormat para sahabat kepada nabi. Bayangkan saja, seorang Barirah yang sama sekali tidak mencintai Mughits, ketika Nabi mengungkapkan rasa simpati akan Mughits kepadanya, Barirah masih memastikan apakah itu perintah atau bukan. Karena seandainya yang dimaksud Nabi adalah perintah, tentu Barirah tidak akan berani melanggarnya. Sebaliknya dia akan sabar untuk menjalankan perintah Nabi.

Jadi seandainya ada di antara kita yang dikecewakan karena cintanya tidak diterima oleh seseorang yang ia cintai, mungkin saja ia adalah Mughits masa kini.

Terkadang banyak orang yang menginginkan kita, namun tiada satu pun dari mereka yang kita inginkan. Sementara orang yang kita cintai, justru tidak mencintai kita.

Baca Juga: Mereka-reka Kudeta Cinta Ala AHY

Bukan karena ia tidak baik, juga bukan karena orang yang tidak mencintainya tidak baik, tapi itulah pilihan dan hak.

Jangan terlalu berharap, mungkin saja orang yang selalu ada dalam doamu, justru dia mendoakan orang lain.

Kemudian terlepas dari apa yang terjadi dalam rumah tangga Mughits dan Barirah, ketika kita sudah ditakdirkan bersama, ditakdirkan bersatu dalam ikatan pernikahan, maka itu ibarat sebuah tanaman yang indah. Jika kita ingin selalu melihat tanaman itu tetap hidup dan indah perlu dirawat, disiram dan diperhatikan sebagai usaha agar ia tetap memancarkan keindahan.

Demikian juga sebuah ikatan pernikahan hendaknya masing-masing pasangan senantiasa saling memupuk cinta, saling menjaga, saling mendukung dalam kebaikan sebagai ikhtiar agar terus bertahan sampai maut memisahkan dengan kehendak Allah. Dan ingatlah bahwa apa yang dikehendaki oleh Allah untuk terjadi, pastilah terjadi. Jika tidak, pasti tidak terjadi.

(Yusuf Rosyadi, alumni Program Studi Magister di Global University Doha Lebanon)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI