Makhluk Aneh, Kehidupan Tak Terduga di Antartika

Siswanto, BBC

Selasa, 16 Februari 2021 | 14:35 WIB
Makhluk Aneh, Kehidupan Tak Terduga di Antartika
BBC

Suara.com - Jauh di bawah kedalaman lapisan es di Antartika, ternyata ada kehidupan, makhluk aneh yang bisa bertahan dalam kondisi gelap total di dasar laut.

Para peneliti, dalam tulisan di jurnal Frontiers in Marine Science, yang diterbitkan Senin (15/02), menjelaskan gambar video yang mereka dapatkan menunjukkan adanya bakteri, dua jenis spons laut atau bunga karang, teritip (siput kecil) dan jenis binatang yang mereka katakan kemungkinan berbentuk predator seperti hydroid.

Selama eksplorasi, para peneliti membor lapisan es sedalam 900 meter di bongkahan Filchner-Ronne, yang terletak di tenggara Laut Weddell Sea.

Di kawasan yang terletak sekitar 260 kilometer dari lautan lepas, dalam kondisi gelap total dengan suhu -2.2 °C, sangat sedikit binatang yang ditemukan dalam kondisi seperti ini.

Namun, untuk pertama kalinya, para peneliti menemukan adanya binatang yang bertahan di batu karang di dasar laut.

"Ini adalah satu keberuntungan dalam temuan yang tidak disengaja. Temuan ini menunjukkan bahwa kehidupan laut Antartika begitu luar biasa dan menakjubkan karena dapat beradaptasi di dunia yang membeku," kata Dr Huw Griffiths, penulis utama penelitian ini, dalam keterangan yang diberikan kepada BBC News Indonesia.

Studi itu menunjukkan organisme tersebut bertahan karena mengkonsumsi sendimen yang terbawa ke kawasan itu dari bagian lain lautan tersebut.

Temuan secara tak sengaja di dasar laut, sekitar 900 meter dari permukaan lapisan es Antartika ini, membuat para ilmuwan kembali mengkaji ulang seperti bagaimana makhluk-makhluk bisa bertahan hidup di dunia.

Dari gambar video melalui batu itu terungkap organisme-organisme yang menempel di karang, jauh di bawah lapisan es.

baca juga

"Agak gila (temuan ini)," kata Huw Griffiths, yang juga pakar biologi laut di British Antarctic Survey.

"Sama sekali kami tak pernah terlintas akan dapat melihat ada kemungkinan kehidupan seperti ini, karena kami mengira, tak ada kehidupan di sana," tambahnya.

Temuan menakjubkan, yang menimbulkan banyak pertanyaan

Sebelumnya, para peneliti pernah menemukan jenis-jenis binatang, seperti cacing, ikan dan ubur-ubur.

"Temuan kami menimbulkan lebih banyak pertanyaan dari pada jawaban, seperti bagaimana binatang-binatang ini bisa sampai ke sana? Apa yang dimakan? Berapa lama binatang-binatang itu telah hidup di sana? Apakah memang batu-batu karang ini menjadi tempat kehidupan? Apakah spesiesnya sama dengan binatang yang kami temukan di luar bongkahan? Apa yang akan terjadi pada makhluk-makhluk ini bila bongkahan es pecah?" kata Griffith.

Bongkahan es yang mengambang merupakan kawasan luas yang belum dieksplorasi di Antartika.

Temuan terjauh di dasar laut

Dari kawasan seluas 1,5 juta km2 itu, hanya seluas lapangan tenis yang pernah dieksplorasi dengan delapan kali pemboran.

Lapisan-lapisan es terbentuk saat air membeku dan mengambang ke seputar. Saat lapisan es terbawa ke darat melalui ombak, karang-karang atau batu terbawa dalam lapisan es sebelum jatuh ke dasar laut.

Sejauh ini, survei kehidupan laut di Antartika telah menemukan organisme kecil seperti ikan, cacing, ubur-ubur dan udang kecil, di bawah lapisan es.

Namun, mereka belum pernah menemukan organisme yang dapat bertahan lama dengan mengkonsumsi makanan yang jatuh dari lapisan es.

Berdasarkan kondisi gelap total, tidak ada makanan dan suhu -2 derajat Celcius, para ilmuwan memperkirakan tak akan ada makhluk yang dapat bertahan.

Dengan kondisi kuatnya arus di lautan itu, makanan yang dikonsumsi binatang-binatang itu - kemungkinan plankton mati - diperkirakan terbawa sejauh 600 km sampai 1.500 kilometer sebelum dapat dikonsumsi organisme itu.

"Temuan ini adalah yang terjauh yang pernah kami temukan di bawah permukaan es. Binatang-binatang ini tertambat di batu karang dan hanya dapat makan bila ada yang mengambang," kata Griffiths.

"Sangat mengejutkan bisa menemukan binatang ini, mengejutkan yang menggembirakan. Namun, kami tak dapat melakukan tes DNA. Kami tak dapat mencari tahu bagaimana binang-binatang ini makan. Kami tak tahu, apakah binatang-binatang ini spesies baru atau bukan. Namun, yang jelas, binatang-binatang ini tinggal di satu tempat yang tak kami perkirakan bisa bertahan," lanjutnya.

Teori sejauh terkait kehidupan yang dapat bertahan di bawah bongkahan es adalah bahwa semakin sulit bila letaknya semakin jauh dari laut terbuka dan tak terjangkau sinar matahari.

Studi-studi sebelumnya menemukan binatang kecil, seperti ikan, cacing, ubur-ubur dan udang kecil di habitat seperti ini.

Tapi, organisme yang bertahan hidup berdasarkan serapan makanan melalui air diperkirakan tak akan dapat bertahan bila semakin berada jauh dari permukaan es.

Jadi, temuan adanya kehidupan di batu karang besar, jauh di bawah permukaan es ini, mengejutkan para ilmuwan.

"Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kami perlu mendekati binatang-binatang ini dan mengamati lingkungan seputar - kondisi 900 meter di bawah es, 260 km dari kapal-kapal, tempat laboratorium kami," kata Griffiths.

"Ini berarti, sebagai ilmuwan kutub, kami perlu mencari cara baru yang inovatif untuk mempelajari binatang-binatang ini," katanya.

Griffiths dan timnya juga mengatakan bahwa dengan terjadinya perubahan iklim dan pecahnya bongkahan-bongkahan es, mereka perlu berkejaran dengan waktu untuk melindungi ekosistem ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Suporter di Antartika Rayakan Kemenangan Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Viral Video Suporter di Antartika Rayakan Kemenangan Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:51 WIB

Mengejar Koruptor Tak Perlu ke Antartika! Cukup Penegakan Hukum Konsisten

Mengejar Koruptor Tak Perlu ke Antartika! Cukup Penegakan Hukum Konsisten

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 07:30 WIB

Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?

Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:06 WIB

Nanoplastik ditemukan di Antartika: Bagaimana bisa Sampai ke Sana?

Nanoplastik ditemukan di Antartika: Bagaimana bisa Sampai ke Sana?

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:29 WIB

Alarm Bumi! Antartika Mulai Mencair dari Bawah, Ilmuwan Ungkap Ancaman Besar

Alarm Bumi! Antartika Mulai Mencair dari Bawah, Ilmuwan Ungkap Ancaman Besar

News | Kamis, 30 April 2026 | 07:43 WIB

Greenland Menyusut, Pulau Raksasa yang Perlahan Bergeser

Greenland Menyusut, Pulau Raksasa yang Perlahan Bergeser

Tekno | Senin, 20 Oktober 2025 | 17:34 WIB

Luas Es Laut Antartika Catat Titik Terendah Ketiga dalam 47 Tahun

Luas Es Laut Antartika Catat Titik Terendah Ketiga dalam 47 Tahun

Tekno | Senin, 06 Oktober 2025 | 18:48 WIB

Es Antartika Terus Menyusut, Ilmuwan Bongkar Faktor Tersembunyi

Es Antartika Terus Menyusut, Ilmuwan Bongkar Faktor Tersembunyi

Your Say | Jum'at, 12 September 2025 | 13:53 WIB

Jejak Manusia di Antartika: Lonjakan Wisata dan Riset Picu Percepatan Pencairan Es

Jejak Manusia di Antartika: Lonjakan Wisata dan Riset Picu Percepatan Pencairan Es

Your Say | Selasa, 26 Agustus 2025 | 15:33 WIB

Benarkah Daratan Antartika Menghijau: Apa yang Mesti Kita Tahu?

Benarkah Daratan Antartika Menghijau: Apa yang Mesti Kita Tahu?

News | Senin, 30 Juni 2025 | 16:05 WIB

Terkini

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Setelah Peeling Serum Pakai Apa? Ini Urutan Skincare agar Kulit Tidak Iritasi

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:50 WIB

Lewat #YokKitaGAS, BRI Peduli Ajak Pengunjung MotoGP Mandalika Kurangi dan Pilah Sampah

Lewat #YokKitaGAS, BRI Peduli Ajak Pengunjung MotoGP Mandalika Kurangi dan Pilah Sampah

Lampung | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Di Balik Rekor Kunjungan Wisatawan: Saat Air Bersih Warga Dikorbankan untuk Vila Mewah

Di Balik Rekor Kunjungan Wisatawan: Saat Air Bersih Warga Dikorbankan untuk Vila Mewah

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Tak Hanya Balapan, BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di MotoGP Mandalika 2026

Tak Hanya Balapan, BRI Peduli Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan di MotoGP Mandalika 2026

Malang | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:36 WIB

BRI Peduli Hadirkan Waste Management Warriors, 500 Relawan Kawal Kebersihan MotoGP Mandalika

BRI Peduli Hadirkan Waste Management Warriors, 500 Relawan Kawal Kebersihan MotoGP Mandalika

Jabar | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Di Tengah Euforia MotoGP Mandalika, BRI Peduli Ajak Pengunjung Jaga Kebersihan Lingkungan

Di Tengah Euforia MotoGP Mandalika, BRI Peduli Ajak Pengunjung Jaga Kebersihan Lingkungan

Bogor | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:31 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan

MotoGP Mandalika 2026 Makin Ramah Lingkungan, BRI Peduli Kerahkan 500 Relawan

Jogja | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:29 WIB

500 Relawan BRI Peduli Bergerak Jaga Kebersihan di Tengah Gelaran MotoGP Mandalika 2026

500 Relawan BRI Peduli Bergerak Jaga Kebersihan di Tengah Gelaran MotoGP Mandalika 2026

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:26 WIB

Petualangan Seru Beruang Pencari Hewan di Buku This is How to Spot Animals

Petualangan Seru Beruang Pencari Hewan di Buku This is How to Spot Animals

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Delayed Gratification: Ketika Jarak Membuat Mental Makin Tangguh

Delayed Gratification: Ketika Jarak Membuat Mental Makin Tangguh

Your Say | Minggu, 11 Oktober 2026 | 20:15 WIB

×