Kota Solok Segera Miliki Aplikasi Daring Layanan Sedot Tinja

Siswanto

Rabu, 24 Februari 2021 | 12:58 WIB
Kota Solok Segera Miliki Aplikasi Daring Layanan Sedot Tinja
Ilustrasi toilet (Unsplash)

Suara.com - Dinas Lingkungan Hidup Kota Solok, Sumatera Barat, menciptakan aplikasi daring berupa sistem layanan sedot tinja terkendali dan mudah yang dapat diakses dan memudahkan pelayanan ke masyarakat.

Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Solok Endriantomy berharap melalui inovasi tersebut masyarakat tidak perlu lagi repot-repot datang ke OPD dan cukup mengakses aplikasi gadget dari rumah. Kemudian menunggu petugas datang ke lokasi untuk melakukan penyedotan.

Menurut dia aplikasi ini dapat memudahkan masyarakat dalam pelayanan sedot limbah tinja, selain itu masyarakat juga bisa memilih jadwal penyedotan sesuai dengan waktu yang diinginkannya.

"Tidak hanya itu masyarakat juga mendapatkan pendidikan tentang hidup sehat melalui jamban bersih dan sehat, serta bimbingan teknis dalam pembangunan jamban yang benar dengan melakukan penyedotan limbah tinja secara berkala," kata dia.

Ia juga mengatakan jika sistem layanan sedot tinja secara daring sukses, Kota Solok adalah yang pertama menerapkan inovasi tersebut di Sumatera Barat.

"Saya berharap inovasi ini dapat dijadikan contoh bagi semua pihak, sekaligus menjadi cikal-bakal pengembangan inovasi ke depannya," kata dia. 

Ia berharap aplikasi daring juga memberikan pelayanan yang luas kepada masyarakat, sekaligus juga mampu meningkatkan capaian target pendapatan asli daerah.

Selain itu, jika dilihat dari kesiapan sarana dan prasarana SDM serta ketersediaan anggaran, yaitu terdapat tiga unit mobil tangki dalam keadaan siap pakai, satu unit Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja dengan kapasitas 30 M3 per hari, ditambah 10 orang petugas terlatih, serta biaya operasional yang cukup.

"Layanan sedot tinja juga mampu melayani 2.376 tangki septik atau 18 persen per tahun dari total potensi layanan," katanya.

baca juga

Endriantomy mengatakan saat ini pengadaan aplikasi masih dalam proses penyelesaian. Ia berharap aplikasi tersebut segera diluncurkan dan dapat digunakan oleh masyarakat.

"Karena saat ini standar operasional prosedur pelayanan sedot tinja di Kota Solok masih bersifat come to order atau pelanggan datang langsung ke DLH untuk memesan pelayanan sedot tinja," ujar dia.

Menurutnya dengan sistem itu masih banyak masyarakat yang tidak terlayani. Hal itu berdasarkan analisis data DLH pada tahun lalu, yakni dari 13.156 tangki septik di Kota Solok ternyata hanya 3,82 persen yang mendapat pelayanan.

"Apa lagi masyarakat juga terkendala dengan jarak tempuh yang jauh, waktu kesempatan, biaya transportasi, dan lainnya," kata dia.

Ia mengatakan beranjak dari kondisi tersebut, DLH Kota Solok akan memperbaiki sistem dalam upaya memudahkan masyarakat secara luas dari sistem layanan sedot tinja come to order menjadi layanan aplikasi daring melalui website sedottinja.solokkota.go.id yang dapat diakses kapan dan di mana saja secara daring. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Laka Lantas di Solok Libatkan Mobil Pickup dan Minibus, Terjadi Akibat Hendak Memotong Truk

Laka Lantas di Solok Libatkan Mobil Pickup dan Minibus, Terjadi Akibat Hendak Memotong Truk

Otomotif | Sabtu, 22 Oktober 2022 | 07:57 WIB

Terkini

Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Ekosistem Kota Mandiri Jadi Penentu Nilai Investasi Properti

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:40 WIB

30 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang Singkat dan Penuh Semangat untuk Caption Medsos

30 Ucapan Hari Sumpah Pemuda 2026 yang Singkat dan Penuh Semangat untuk Caption Medsos

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Industri Kreatif Butuh Outsourcing, Regulasi Jangan Hambat Investasi

Industri Kreatif Butuh Outsourcing, Regulasi Jangan Hambat Investasi

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:29 WIB

48 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tiga Lokasi Ditelusuri

48 Adegan Prarekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Tiga Lokasi Ditelusuri

Jatim | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:22 WIB

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

Bukan Sekadar Penerima Bantuan, Penyandang Disabilitas Didorong Jadi Aktor Penanggulangan Bencana

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:11 WIB

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Indonesia Siap Kuasai Pasar Rumput Laut Global, Jajaki Pasar Bioplastik dan Perdagangan Karbon

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:42 WIB

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

×