Sudah Naik Motor Sendirian, Kakek Wato Tak Bisa Vaksin Gegara Pesan Hoaks

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 03 Maret 2021 | 14:33 WIB
Sudah Naik Motor Sendirian, Kakek Wato Tak Bisa Vaksin Gegara Pesan Hoaks
Kakek Wato tak bisa vaksin di BBPK Jakarta gegara pesan hoaks. (Suara.com/Bagaskara)

Suara.com - Sejumlah lansia atau orang tua berbondong-bondong mendatangi gedung Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta di Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, untuk mengikuti vaksinasi covid-19. Namun, sejumlah warga terpaksa pulang tak bisa ikut lantaran termakan pesan hoaks.

Hal itu salah satunya dialami oleh Wato, seorang lansia berumur 70 tahun terpaksa pulang kembali ke rumahnya lantaran tak memenuhi persyaratan vaksinasi akibat pesan hoaks yang diterimanya.

Wato menjelaskan, awalnya ia menerima sebuah pesan berisi informasi vaksinasi untuk lansia yang digelar di BBPK Jakarta. Pesan itu merupakan pesan terusan di aplikasi Whatsapp.

"Saya dapat pesan (info vaksinasi) dari pesan terusan di WA. Pesannya saya baca tentang adanya vaksin di sini. Bawa aja KTP DKI katanya gitu," kata Wato ditemui di lokasi, Rabu (3/3/2021).

Usai menerima pesan tersebut Wato pun bergegas dari rumahnya di Duren Sawit, Jakarta Timur dengan berkendara motor sendirian. Namun, sesampainya di lokasi, petugas menyatakan Wato tak memenuhi syarat. Lantaran yang diutamakan vaksin hari ini harus ber-KTP Jakarta Selatan.

Akun twitter Kemenkes memberikan klarifikasi atas kejadian antreann vaksinasi untuk lansia di gedung Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta pada Senin (2/3/2021) kemarin. (Ist/tangkap layar)
Akun twitter Kemenkes memberikan klarifikasi atas kejadian antreann vaksinasi untuk lansia di gedung Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta pada Senin (2/3/2021) kemarin. (Ist/tangkap layar)

"Saya dari rumah di Duren Sawit menggunakan sepeda motor sendiri ke sini. Tapi sama petugas tadi katanya harus KTP Jakarta Selatan ya sudah lah," tuturnya.

Kendati begitu, Wato mengaku pasrah belum bisa mengikuti vaksinasi hari ini. Ia mengaku akan menerima pesan soal info vaksinasi secara hati-hati.

"Ya nggak apa-apa, saya mah apa adanya. Saya pulang lagi," tandasnya.

Pesan Hoaks

baca juga

Sebelumnya sebuah unggahan video yang memperlihatkan proses vaksinasi untuk lansia atau orang tua yang di lakukan di gedung Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan viral lantaran telah terjadi antrean mengular para pesertanya.

Terungkap fakta bahwa kejadian antrean tersebut terjadi diduga karena adanya informasi hoaks yang tersebar di aplikasi Whatsapp.

Kemenkes sendiri telah memberikan klarifikasi atas kejadian antrean tersebut. Klarifikasi disampaikan melalui Twitter yang menyampaikan kejadian tersebut terjadi akibat adanya pesan hoaks.

"Kejadian ini berawal dari penyebaran HOAKS broadcast via WA yang beredar," cuit akun @KemenkesRI seperti dilihat Suara.com, Rabu (3/3/2021).

Kemenkes menjelaskan, bahwa faktanya lansia yang menerima vaksin hanya yang berdomisili dan ber-KTP di DKI Jakarta. Peserta juga harus terlebih dulu mendaftar pada link dki.kemenkes.co.id.

Adapun Kemenkes mengklaim, antrean yang terjadi akibat hoaks tersebut dapat dikendalikan usai 2 jam. Petugas kemudian diturunkan untuk mengatur ketertiban.

"Dalam kurun waktu dua jam, kondisi tersebut sudah dapat terkendali, dan keadaan Kembali normal. Antrian di luar yang tadinya mencapai 125 meter, kemudian berkurang menjadi 50 meter," lanjut cuitan Kemenkes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Epidemiolog UI Singgung Tahanan KPK dan DPR Potong Antrean Penerima Vaksin

Epidemiolog UI Singgung Tahanan KPK dan DPR Potong Antrean Penerima Vaksin

News | Rabu, 03 Maret 2021 | 14:04 WIB

Gegara Pesan Hoaks, Antrean Lansia Penerima Vaksin Mengular di BBPK Jakarta

Gegara Pesan Hoaks, Antrean Lansia Penerima Vaksin Mengular di BBPK Jakarta

News | Rabu, 03 Maret 2021 | 13:34 WIB

Heboh Penembakan Gus Idris Malang, Polda Jatim: Itu Hoaks

Heboh Penembakan Gus Idris Malang, Polda Jatim: Itu Hoaks

Malang | Rabu, 03 Maret 2021 | 13:24 WIB

Beredar Video Antrean Lansia Terima Vaksin di BBPK Jakarta, Ini Kata Polisi

Beredar Video Antrean Lansia Terima Vaksin di BBPK Jakarta, Ini Kata Polisi

Jakarta | Rabu, 03 Maret 2021 | 13:11 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×