Gegara Pesan Hoaks, Antrean Lansia Penerima Vaksin Mengular di BBPK Jakarta

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 03 Maret 2021 | 13:34 WIB
Gegara Pesan Hoaks, Antrean Lansia Penerima Vaksin Mengular di BBPK Jakarta
Antreann vaksinasi untuk lansia mengular di gedung Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta pada Senin (2/3/2021) kemarin. (Ist/tangkap layar)

Suara.com - Warganet dihebohkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan terjadinya antrean mengular saat proses vaksinasi untuk lansia atau orang tua. Hal ini terjadi di gedung Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta pada Senin (2/3/2021) kemarin.

Terungkap fakta bahwa kejadian antrean tersebut terjadi diduga karena adanya informasi hoaks yang tersebar di aplikasi Whatsapp.

Jurnalis Suara.com pun coba mendatangi lokasi guna mencari tahu apakah benar telah terjadi antrean lansia sampai mengular. Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi pada Rabu (3/3/2021) pukul 11.30 WIB tak nampak lagi adanya antrean mengular.

Di lokasi sendiri hanya terlihat jajaran mobil terparkir di pinggir jalan. Sementara itu terlihat pula sejumlah personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang memang memantau proses vaksinasi.

Sejumlah peserta vaksinasi yakni lansia beberapa orang terlihat baru datang untuk mengikuti proses tersebut. Sementara itu terlihat pula Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung bersama jajaran polisi lainnya di lokasi.

Akun twitter Kemenkes memberikan klarifikasi atas kejadian antreann vaksinasi untuk lansia di gedung Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta pada Senin (2/3/2021) kemarin. (Ist/tangkap layar)
Akun twitter Kemenkes memberikan klarifikasi atas kejadian antreann vaksinasi untuk lansia di gedung Balai Besar Pelatihan Kesehatan Jakarta, Jalan Hang Jebat, Kebayoran Baru, Jakarta pada Senin (2/3/2021) kemarin. (Ist/tangkap layar)

Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Aiptu Mahmud, membenarkan bahwa sempat terjadi antrean lansia yang cukup panjang untuk mengikuti vaksinasi. Hanya saja saat ini sudah tertib.

Ia mengatakan, antrean tersebut terjadi lantaran adanya pesan hoaks yang diterima para lansia dan keluarganya. Sehingga orang datang berbondong-bondong dan telah terjadi antrean.

"Karena hoaks kemarin itu ya. Ini kan syaratnya yang dapat vaksin khusus KTP Jakarta Selatan. Tapi karena terima dari WA KTP di luar Jaksel juga pada datang," kata Aiptu Mahmud.

Sementara itu, Kemenkes sendiri telah memberikan klarifikasi atas kejadian antrean tersebut.

baca juga

Klarifikasi disampaikan melalui Twitter yang menyampaikan kejadian tersebut terjadi akibat adanya pesan hoaks.

"Kejadian ini berawal dari penyebaran HOAKS broadcast via WA yang beredar," cuit akun @KemenkesRI seperti dilihat Suara.com, Rabu (3/3/2021).

Kemenkes menjelaskan, bahwa faktanya lansia yang menerima vaksin hanya yang berdomisili dan ber-KTP di DKI Jakarta. Peserta juga harus terlebih dulu mendaftar pada link dki.kemenkes.co.id.

Adapun Kemenkes mengklaim, antrean yang terjadi akibat hoaks tersebut dapat dikendalikan usai 2 jam. Petugas kemudian diturunkan untuk mengatur ketertiban.

"Dalam kurun waktu dua jam, kondisi tersebut sudah dapat terkendali, dan keadaan Kembali normal. Antrian di luar yang tadinya mencapai 125 meter, kemudian berkurang menjadi 50 meter," lanjut cuitan Kemenkes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Virus Corona B117 Masuk Indonesia Sejak Pertengahan Januari 2021

Virus Corona B117 Masuk Indonesia Sejak Pertengahan Januari 2021

Batam | Rabu, 03 Maret 2021 | 13:33 WIB

Pakar: Virus Corona B117 Punya Kemampuan Lebih Tinggi untuk Menular

Pakar: Virus Corona B117 Punya Kemampuan Lebih Tinggi untuk Menular

Bekaci | Rabu, 03 Maret 2021 | 13:25 WIB

Bahaya! Virus Baru Dari Inggris Masuk Jawa Barat

Bahaya! Virus Baru Dari Inggris Masuk Jawa Barat

Bogor | Rabu, 03 Maret 2021 | 13:09 WIB

Mutasi Baru B117 Masuk RI Pertengahan Januari,  Kenapa Baru Diungkap Maret?

Mutasi Baru B117 Masuk RI Pertengahan Januari, Kenapa Baru Diungkap Maret?

Health | Rabu, 03 Maret 2021 | 13:04 WIB

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×