Epidemiolog UI Singgung Tahanan KPK dan DPR Potong Antrean Penerima Vaksin

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Rabu, 03 Maret 2021 | 14:04 WIB
Epidemiolog UI Singgung Tahanan KPK dan DPR Potong Antrean Penerima Vaksin
Ilustrasi vaksin COVID-19 (pixabay)

Suara.com - Epidemiolog Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, menyinggung tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan anggota DPR RI beserta keluarga sebagai kelompok yang memotong antrean penerima vaksin Covid-19. Bukan menjadi sebuah tindakan kriminal, namun kondisi itu tentu bersinggungan dengan etika.

Pandu mengatakan bahwa pembagian kelompok berdasarkan umur dan pekerjaan itu akan lebih adil. Seperti yang sudah berjalan sejak awal, para tenaga kesehatan dan penduduk lanjut usia (lansia) mendapatkan giliran paling pertama sebagai kelompok penerima vaksin.

"Kenapa? Karena umur itu yang menentukan resiko daripada penularan. Kemudian jenis pekerjaan tertentu juga bisa. Makanya nakes, kemudian nanti guru, dan baru kemudian kelompok-kelompok lainnya," kata Pandu dalam sebuah diskusi virtual, Rabu (3/3/2021).

Pandu pun kecewa ketika melihat ada kelompok yang 'menyela' antrean pembagian vaksin. Salah satunya ialah para koruptor yang ditahan oleh KPK.

Menurutnya mereka tidak perlu mendapatkan vaksin lebih dahulu lantaran posisinya tengah diisolasi. Ia juga kebingungan alasan para tahanan kasus korupsi itu malah mendapatkan kesempatan lebih dahulu untuk divaksin.

"Kenapa harus diprioristakan? mentang-mentang tadinya pejabat tinggi? Atau mereka punya pengaruh? Atau mereka punya uang? Enggak boleh itu, enggak etis," tuturnya.

Pandu juga menyentil kelompok anggota DPR RI beserta keluarganya yang turut mendapatkan vaksin lebih cepat.

Ia menyebut kalau mereka sudah memotong antrean pembagian vaksin.

"Mungkin enggak banyak (jumlah penerimanya) tetapi itu menyakitkan. Ya, masih banyak... orang tua saya aja yang 95 tahun belum kebagian (vaksin)," ungkapnya.

baca juga

Melihat situasi tersebut, Pandu berharap kalau pemerintah bisa menciptakan keadilan dalam proses pembagian vaksin. Pembagian vaksin Covid-19 dikatakannya juga menjadi salah satu ujian bagi pemimpin negara untuk memperlihatkan keberpihakannya.

"Jadi bagaimana pemerintah, bagiaman pemimpin kita menangani pandemi itu adalah ujian leadership dan ujian keberpihakan keapda publik."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gegara Pesan Hoaks, Antrean Lansia Penerima Vaksin Mengular di BBPK Jakarta

Gegara Pesan Hoaks, Antrean Lansia Penerima Vaksin Mengular di BBPK Jakarta

News | Rabu, 03 Maret 2021 | 13:34 WIB

Beredar Video Antrean Lansia Terima Vaksin di BBPK Jakarta, Ini Kata Polisi

Beredar Video Antrean Lansia Terima Vaksin di BBPK Jakarta, Ini Kata Polisi

Jakarta | Rabu, 03 Maret 2021 | 13:11 WIB

Duta BPJS Kesehatan Terima Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Duta BPJS Kesehatan Terima Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Bisnis | Rabu, 03 Maret 2021 | 13:02 WIB

Kunjungi De Djawatan, Puan Maharani Tuliskan Pesan untuk Banyuwangi

Kunjungi De Djawatan, Puan Maharani Tuliskan Pesan untuk Banyuwangi

DPR | Rabu, 03 Maret 2021 | 12:27 WIB

Terkini

Umi Pipik Klarifikasi soal Hadiah Motor Raffi Ahmad untuk Anaknya: Tak Lupa Kebaikan

Umi Pipik Klarifikasi soal Hadiah Motor Raffi Ahmad untuk Anaknya: Tak Lupa Kebaikan

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 12:31 WIB

Niat Cek Gratis Malah Tekor, Emas 24 Karat Konsumen Ini Mendadak Dinilai 20 Karat dan Viral

Niat Cek Gratis Malah Tekor, Emas 24 Karat Konsumen Ini Mendadak Dinilai 20 Karat dan Viral

Bogor | Selasa, 03 November 2026 | 12:31 WIB

Wujudkan Modernisasi Pertanian, Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Alsintan

Wujudkan Modernisasi Pertanian, Pemprov Jateng Salurkan 1.507 Alsintan

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:30 WIB

4 Sabun Muka BHA untuk Kulit Berminyak: Bebas Jerawat dan Pori-pori Tersumbat!

4 Sabun Muka BHA untuk Kulit Berminyak: Bebas Jerawat dan Pori-pori Tersumbat!

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 12:30 WIB

Cara Pakai Hair Oil yang Benar agar Rambut Tidak Lepek dan Lebih Berkilau

Cara Pakai Hair Oil yang Benar agar Rambut Tidak Lepek dan Lebih Berkilau

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:29 WIB

Wira's Playroom Buka Ruang Belajar Inklusif, Tawarkan Pendekatan Belajar Sesuai Kebutuhan Anak

Wira's Playroom Buka Ruang Belajar Inklusif, Tawarkan Pendekatan Belajar Sesuai Kebutuhan Anak

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:26 WIB

KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai

KPK Buka Peluang Hadirkan Ahmad Dhani sebagai Saksi Kasus Bea Cukai

Bekaci | Selasa, 03 November 2026 | 12:26 WIB

Ramalan Zodiak Sagitarius Sepanjang November 2026: Siap Sambut Kejutan Akhir Tahun

Ramalan Zodiak Sagitarius Sepanjang November 2026: Siap Sambut Kejutan Akhir Tahun

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 12:25 WIB

Kawal Kasus Kekerasan Seksual Anak, Bupati Karawang Minta Polisi Usut Tuntas

Kawal Kasus Kekerasan Seksual Anak, Bupati Karawang Minta Polisi Usut Tuntas

Jabar | Selasa, 03 November 2026 | 12:24 WIB

Penyusutan Gletser Picu Ancaman Krisis Air di Masa Depan: Siapa Paling Terdampak?

Penyusutan Gletser Picu Ancaman Krisis Air di Masa Depan: Siapa Paling Terdampak?

News | Selasa, 03 November 2026 | 12:24 WIB

×