Ketika Putra Hendropriyono Cecar Ridwan Kamil soal Teroris di Jawa Barat

Reza Gunadha | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Selasa, 09 Maret 2021 | 00:34 WIB
Ketika Putra Hendropriyono Cecar Ridwan Kamil soal Teroris di Jawa Barat
Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono mengundang Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam acara podcastnya, Senin (8/3/2021). [YouTube]

Suara.com - Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono mengundang Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam acara podcastnya, Senin (8/3/2021).

Dalam kesempatan tersebut, keduanya banyak  berdialog mulai dari soal Covid-19, intoleransi hingga ladang teroris di Jawa Barat. 

Sudah tidak asing apabila Detasemen Khusus (Densus) 88 menangkap teroris di kota-kota yang masuk ke dalam wilayah Provinsi Jawa Barat.

Diaz pun menanyakan kepada pria yang akrab disapa Emil tersebut untuk menanggulangi penyebaran paham radikalisme di wilayahnya. 

"Kalau kita menonton berita selain dari kasus intoleransi yang viral, ini kita nontonin Densus 88 nangkepin teroris di Jabar mulu, Bekasi, Bogor. Apa cara jitu Kang Emil untuk menangani terorisme ini?" tanya Diaz dalam kanal YouTube The MasBos yang dikutip Suara.com

Emil lantas menjawab kalau terorisme itu datang dari dua kebencian yakni kemiskinan yang akut dan ideologi.

Kalau kemiskinan, seseorang bisa memahami paham terorisme lantaran dirinya merasa miskin dan menyalahkan sistem. 

"Saya miskin karena kamu merebut hak saya dan kamu ini adalah golongan tertentu. Agama kamu berarti beda, mungkin agama kamu lah yang menyebabkan saya miskin, maka saya akan melawan agama kamu atau etnisitas kamu, kan, suka gitu ya," jelas Emil. 

Apabila disebabkan oleh faktor ekonomi, maka Emil akan menyelesaikan masalah terorisme dengan cara ekonomi pula. Ia memiliki sejumlah program untuk mengembangkan skill wirausaha seperti one pesantren one product. 

Program tersebut menyasar pesantren untuk bisa mengembangkan bisnisnya sendiri. Menurutnya kini sudah ada 1.500 pesantren yang memiliki bisnis sendiri mulai dari pabrik sabun, pabrik roti, atau bahkan berjualan sayur secara online. 

Kemudian, apabila kebencian itu datang dari ideologi, maka kuncinya adalah memperbanyak dialog. Kata Emil, masyarakat harus membiasakan diri untuk berdialog dengan orang yang dibenci. 

"Ibaratnya Mas Diaz, nih, ya, kalau boleh usul nih ngobrol bertiga, satu cebong banget, satu kampret banget dalam satu forum, jangan cebong dengan cebong, kampret dengan kampret. Kita itu enggak mau melatih diri satu meja dengan orang yang ekstrem," ucapnya. 

Bahkan Emil pun membuat program english for ulama. Di mana para ulama-ulama muda di Jawa Barat diberikan kesempatan belajar bahasa Inggris dan nantinya dikirimkan ke Inggris untuk menceritakan Islam di tanah Sunda. 

"Jadi saya bilang, semangat kuasai bahasa Arab untuk menguasai Alquran, Alhadist, kuasai bahasa Inggris untuk pergaulan internasional," tuturnya. 

Merangkum dari ceritanya tersebut, Emil pun mengaku memiliki program untuk menghentikan penyebaran paham radikalisme yang berujung kepada lahirnya teroris-teroris di Jawa Barat. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Senam dan Ziarah Jadi Klaster Baru Covid-19, Ini Pesan Ridwan Kamil

Senam dan Ziarah Jadi Klaster Baru Covid-19, Ini Pesan Ridwan Kamil

Jabar | Senin, 08 Maret 2021 | 18:10 WIB

OPINI: Rumor Pilpres 2024 Anies-Sandi vs.Ganjar-Emil

OPINI: Rumor Pilpres 2024 Anies-Sandi vs.Ganjar-Emil

Your Say | Sabtu, 06 Maret 2021 | 15:24 WIB

Desy Ratnasari Tunggu Dipinang, Ridwan Kamil: akan Indah pada Waktunya

Desy Ratnasari Tunggu Dipinang, Ridwan Kamil: akan Indah pada Waktunya

Jabar | Sabtu, 06 Maret 2021 | 08:00 WIB

Tiga Terduga Teroris di Kalbar Masih Ditahan di Mako Brimob

Tiga Terduga Teroris di Kalbar Masih Ditahan di Mako Brimob

Kalbar | Kamis, 04 Maret 2021 | 19:35 WIB

Pemkot Surabaya Mau Bantu Semua Keluarga Terduga Teroris Tapi Tak Semua Mau

Pemkot Surabaya Mau Bantu Semua Keluarga Terduga Teroris Tapi Tak Semua Mau

Jatim | Kamis, 04 Maret 2021 | 16:42 WIB

Ini Doa Ridwan Kamil untuk AHY Terkait Kudeta Partai Demokrat

Ini Doa Ridwan Kamil untuk AHY Terkait Kudeta Partai Demokrat

Jabar | Kamis, 04 Maret 2021 | 15:49 WIB

Ridwan Kamil Calon Ketua Umum Partai Demokrat? Petinggi PD Jabar Bicara

Ridwan Kamil Calon Ketua Umum Partai Demokrat? Petinggi PD Jabar Bicara

Bogor | Kamis, 04 Maret 2021 | 11:30 WIB

Mengerikan! Pemuda Ngamuk di Tengah Kota, Tusuk 8 Orang hingga Terkapar

Mengerikan! Pemuda Ngamuk di Tengah Kota, Tusuk 8 Orang hingga Terkapar

News | Kamis, 04 Maret 2021 | 10:45 WIB

Pria di Swedia Serang 8 Orang Pakai Kapak, Penyelidikan Teroris Dilakukan

Pria di Swedia Serang 8 Orang Pakai Kapak, Penyelidikan Teroris Dilakukan

News | Kamis, 04 Maret 2021 | 09:51 WIB

Densus 88 Antiteror Tangkap 22 Terduga Teroris di Jawa Timur

Densus 88 Antiteror Tangkap 22 Terduga Teroris di Jawa Timur

News | Rabu, 03 Maret 2021 | 16:52 WIB

Terkini

Israel - Lebanon Akan Berunding, Tapi Anak Buah Donald Trump Mau Nimbrung

Israel - Lebanon Akan Berunding, Tapi Anak Buah Donald Trump Mau Nimbrung

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:11 WIB

Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat

Negosiasi Islamabad Buntu, Israel Panaskan Mesin Siap Serang Iran dalam Waktu Dekat

News | Selasa, 14 April 2026 | 14:06 WIB

Oknum Polisi Diduga Terlibat di Pabrik Narkoba Zenith Semarang, Apa Perannya?

Oknum Polisi Diduga Terlibat di Pabrik Narkoba Zenith Semarang, Apa Perannya?

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:52 WIB

Sekjen DPR Menang Praperadilan, KPK Tak Menyerah: Hukum Belum Berakhir!

Sekjen DPR Menang Praperadilan, KPK Tak Menyerah: Hukum Belum Berakhir!

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:44 WIB

Protes Pemberitaan dan Karikatur Surya Paloh, Massa Partai Nasdem Kepung Kantor Tempo di Palmerah

Protes Pemberitaan dan Karikatur Surya Paloh, Massa Partai Nasdem Kepung Kantor Tempo di Palmerah

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:44 WIB

Geger Mobil Polisi Disebut Tabrak Warga Saat Tawuran di Tebet, Kapolsek Membantah

Geger Mobil Polisi Disebut Tabrak Warga Saat Tawuran di Tebet, Kapolsek Membantah

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:35 WIB

Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?

Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:29 WIB

Manuver ke Putin dan Macron, Prabowo Dinilai Sedang Jalankan Strategi Penyeimbang Diplomasi

Manuver ke Putin dan Macron, Prabowo Dinilai Sedang Jalankan Strategi Penyeimbang Diplomasi

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:27 WIB

Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas

Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas

News | Selasa, 14 April 2026 | 13:02 WIB

Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!

Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:52 WIB