Pria di Swedia Serang 8 Orang Pakai Kapak, Penyelidikan Teroris Dilakukan

Reza Gunadha, Hikmawan Muhamad Firdaus

Kamis, 04 Maret 2021 | 09:51 WIB
Pria di Swedia Serang 8 Orang Pakai Kapak, Penyelidikan Teroris Dilakukan
Ilustrasi TKP. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang pria bersenjatakan kapak menyerang dan melukai delapan orang di sebuah kota selatan di Swedia pada hari Rabu, ia kemudian ditembak dan ditangkap.

"Kami mendengar teriakan dari jalan. Kemudian kami melihat seorang pria memasuki toko, berteriak bahwa dia telah ditikam," ujar Asa Karlqvist, pemilik toko bunga, mengatakan kepada surat kabar lokal Vetlanda-Posten, disadur dari Al Jazeera, Kamis (4/3/2021).

"Darah mengalir dari bahunya jadi kami mengambil handuk dan menekan pada lukanya," katanya.

Perdana Menteri Stefan Lofven mengatakan sedang menyelidiki adanya motif tindakan teroris pada insiden penyerangan tersebut.

"Mengingat apa yang muncul sejauh ini dalam penyelidikan polisi, jaksa telah memulai penyelidikan awal atas kejahatan teroris," kata Stefan Lofven.

Para penyelidik polisi mengatakan mereka memulai penyelidikan awal terhadap percobaan pembunuhan dengan rincian "motif teroris apa pun".

"Tapi saat ini saya tidak bisa menjelaskan secara rinci," kata kepala polisi daerah Malena Grann.

Polisi mengatakan pria berusia 20-an itu menyerang orang-orang di kota kecil Vetlanda, 190 km (118 mil) tenggara Gothenburg, kota terbesar kedua di Swedia.

Hingga saat ini motif pelaku melakukan hal tersebut belum diketahui dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

baca juga

Petugas berwenang tidak memberikan perincian tentang identitas tersangka, yang kemudian dibawa ke rumah sakit setelah ditembak dalam proses penangkapan.

Kepala polisi setempat Jonas Lindell mengatakan "tampaknya luka-luka itu tidak mengancam jiwa" tetapi tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut.

Peristiwa itu terjadi di pusat kota Vetlanda, polisi mengatakan mereka mendapat laporan pukul 14.00 waktu setempat tentang seorang pria yang menyerang orang menggunakan kapak.

Polisi juga mengatakan ada lima tempat kejadian perkara yang menjadi titik penyerangan di kota berpenduduk sekitar 13.000 ini.

Lofven mengutuk dan menyatakan insiden tersebut "mengerikan" dan menambahkan badan keamanan domestik Swedia SAPO juga sedang menangani kasus tersebut.

"Mereka terus menilai apakah ada alasan untuk mengambil langkah-langkah peningkatan keamanan dan siap melakukannya jika perlu," katanya dalam sebuah pernyataan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gumpalan Meteorit Seberat 14 Kilogram Ditemukan di Swedia

Gumpalan Meteorit Seberat 14 Kilogram Ditemukan di Swedia

Tekno | Kamis, 25 Februari 2021 | 13:56 WIB

Tak Pernah Lockdown, Swedia Laporkan Kenaikan Kasus Baru COVID-19

Tak Pernah Lockdown, Swedia Laporkan Kenaikan Kasus Baru COVID-19

Health | Rabu, 03 Februari 2021 | 18:00 WIB

Kasus Covid-19 di Swedia Melonjak, Hampir 9.000 Jiwa Meninggal

Kasus Covid-19 di Swedia Melonjak, Hampir 9.000 Jiwa Meninggal

Video | Rabu, 06 Januari 2021 | 18:10 WIB

Terkini

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Siap Sambut Pengunjung Mulai 2 November, Eiger Nature Wadahi Konservasi dan Pemberdayaan Warga Bogor

Bogor | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:28 WIB

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Kapolres Bogor: Terduga Pelaku Pembunuh Bobotoh Cilik Bukan Suporter Bola

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 00:05 WIB

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

13 Hari Kasus Pengeroyokan Jurnalis Palembang Belum Tuntas, Koalisi Pers Desak Kapolda Dicopot

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:58 WIB

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

Pimpinan Natura City Disebut Tak Akan Hadiri Mediasi Sengketa Tanah 14 Hektare di Bogor

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Palembang hingga OKI Diguyur Hujan Buatan, TNI AU Kerahkan Hercules dan Casa untuk Atasi Karhutla

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:38 WIB

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

Natura City Tolak Proposal Damai PT SIR dalam Sengketa Tanah 14 Hektare di Gunung Sindur

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

×