Paus Fransiskus Sebut Pemberkatan dari Serikat Homoseksual Tak Sah

Selasa, 16 Maret 2021 | 17:25 WIB
Paus Fransiskus Sebut Pemberkatan dari Serikat Homoseksual Tak Sah
Paus Fransiskus. [Zaid AL-OBEIDI / AFP]

Suara.com - Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, mengatakan bahwa pendeta tidak bisa memberkati para penyuka sesama jenis dan menganggap hal semacam itu tidak sah.

Dalam keputusannya pada Senin (15/3/2021), Paus Fransiskus menilai pemberkatan seperti itu tidak dapat dilakukan karena mustahil bagi Tuhan untuk memberkati dosa.

Melansir USA Today, kantor ortodoksi Vatikan, Kongregasi bagi Doktrin Iman (CDF), mengatakan pihaknya menanggapi pertanyaan tentang kaum gay. Tanggapan tersebut diterbitkan dalam pernyataan dua halaman yang diterjemahkan ke dalam tujuh bahasa.

"Pemberkatan dari serikat homoseksual tidak dapat dianggap sah," kata Paus. 

"Sama sekali tidak ada alasan untuk menganggap serikat homoseksual sama atau bahkan sejalan dengan rencana Tuhan atas pernikahan dan keluarga," lanjutnya.

Namun, gereja dan dan pendeta disebut masih bisa memberkati orang-orang gay yang hidup dalam kesetiaan. Pelarangan pemberkatan hanya berlaku bagi segala bentuk berkat yang mengakui persatuan mereka.

"Sebaliknya, dinyatakan terlarang bagi segala bentuk berkat yang cenderung mengakui persatuan mereka," tulis pernyataan tersebut.

Berbeda dengan Vatikan, seperti yang dikutip dari Reuters, paroki dan pendeta di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat dan Jerman, mulai memberkati persatuan sesama jenis sebagai pengganti pernikahan. Disebutkan pula bahwa terdapat seruan bagi para uskup untuk secara de facto melembagakan hal ini.

Kendati demikian, praktik ini nyatanya menimbulkan kekhawatiran bagi kaum konservatif. Sebanyak 1,3 miliar anggota gereja mempertanyakan legalitas dari pernikahan kaum sesama jenis.

Baca Juga: Paus Fransiskus Peringati 500 Tahun Masuknya Kristen di Filipina

Sebuah survei yang dilakukan tahun lalu oleh Pew Research menunjukkan hasil yang kontradiktif antara negara-negara di Eropa Barat dan Eropa Timur. Mayoritas umat Katolik di Amerika Serikat dan Eropa Barat menyatakan persetujuannya atas pernikahan gay sementara mayoritas di Eropa Timur dan negara-negara bekas blok Soviet menentangnya.

Praktik-praktik pernikahan sesama jenis ini sendiri sudah diputuskan “negatif” oleh CDF. Menyetujui hal tersebut, Paus Fransiskus, kata CDF, menjelaskan bahwa keputusan itu tidak dimaksudkan sebagai bentuk diskriminasi yang tidak adil, melainkan sebagai pengingat akan kebenaran ritus liturgi. (Maulida Balqis)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI