alexametrics

Menko PMK Minta Keluarga Stunting Masuk Jadi Prioritas PKH

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari
Menko PMK Minta Keluarga Stunting Masuk Jadi Prioritas PKH
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. (ANTARA/HO-Kemenko PMK)

Hal tersebut disampaikan Muhadjir saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Rabu (17/3/2021)

Suara.com - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkap masih banyak keluarga dengan anak penderita stunting tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos).

Karena itu ia menyarankan supaya keluarga yang memiliki anak penderita stunting harus mendapatkan bansos baik berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH).

Hal tersebut disampaikan Muhadjir saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Rabu (17/3/2021).

Muhadjir menjelaskan, bahwa untuk memastikan keluarga stunting mendapatkan bansos bisa dilihat melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Ia meyakini data-data keluarga stunting akan dimasukkan ke dalam DTKS.

Baca Juga: Guru Besar FKUI Prof Aman B Pulungan: Stunting Bukan Hanya Masalah Nutrisi

"Nanti saya akan memberitahu Kementerian Sosial usulan-usulan dari bawah, keluarga yang penderita stunting itu untuk diprioritaskan (masuk DTKS dan menerima PKH)," jelasnya.

Berbicara soal stunting, Muhadjir menemukan adanya angka stunting yang tinggi di Kabupaten Nias Barat yakni lebih dari 40 persen atau di atas rata-rata nasional sebesar 27,67 persen.

Temuannya itu dianggapnya perlu mendapatkan perhatian baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

"Ini penting karena berkaitan dengan masa depan pembangunan Indonesia. Pada 20-30 tahun mendatang, mereka yang anak kecil ini yang menentukan. Kalau sampai anak stunting, ini yang bahaya," tandasnya.

Baca Juga: Program Pencegahan Terganggu akibat Covid-19, Angka Stunting Naik

Komentar