Kemenkes: Tak Ada Laporan Lansia yang Alami KIPI Membahayakan

Chandra Iswinarno | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Jum'at, 19 Maret 2021 | 17:50 WIB
Kemenkes: Tak Ada Laporan Lansia yang Alami KIPI Membahayakan
Juru Bicara Pemerintah untuk Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Jumat (21/1/2021). [Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden]

Suara.com - Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengklaim belum ada laporan lansia yang mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang berat atau membahayakan.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam dialog "Selaras Vaksinasi dan Protokol Kesehatan" pada Jumat (19/3/2021).

"Sampai saat ini kita tidak menerima laporan dari seorang lansia yang kemudian mengalami KIPI yang begitu berat sehingga kemudian ini menjadi membahayakan jiwanya," ujarnya.

Nadia mengungkapkan, masyakarat yang mengalami KIPI cenderung merasakan pegal dan lelah.

"Jadi cenderung yang dirasakan ini misalnya pegal di bekas suntikan atau kemudian rasa capek gitu ya," ucap dia.

Tak hanya itu, Nadia menuturkan vaksinasi Covid-19 sangat aman. Dia bahkan mencontohkan, tenaga medis yang berusia di atas 60 tahun yang sudah divaksin hingga saat ini dalam kondisi sehat.

"Di awal itu kita melihat ya banyak tenaga kesehatan yang usianya diatas 60 tahun itu sudah mendapatkan vaksinasi. Bahkan ada yang lebih dari 60 tahun dan alhamdulillah mereka dalam kondisi sehat sampai sekarang," tuturnya.

Lantaran itu, dia memastikan, jika vaksin sangat aman untuk disuntikan kepada lansia.

"Jadi artinya vaksin ini sangat sangat aman bahkan disuntikan kepada lansia pun juga kejadian ikutan pasca imunisasi, atau efek sampingnya itu sangat sangat ringan," katanya. 

Tak hanya itu, dia juga menyebut, ada kriteria -kriteria lansia yang bisa mendapatkan vaksinasi  Covid-19. Bahkan jika kondisi tidak dimungkinkan, lansia tersebut tidak akan mendapatkan vaksinasi. 

"Karena kita juga menyesuaikan itu dengan kondisi lansia. Kalau memang tidak memungkinkan untuk mendapatkan vaksinasi sesuai dengan kondisi tubuhnya, maka vaksin pasti tidak akan diberikan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penerima Vaksin Covid-19 dari Moderna Alami KIPI di Kulit

Penerima Vaksin Covid-19 dari Moderna Alami KIPI di Kulit

Health | Jum'at, 05 Maret 2021 | 10:03 WIB

KIPI Sulawesi Selatan : Vaksin Covid-19 Tidak Membunuh Eha Soemantri

KIPI Sulawesi Selatan : Vaksin Covid-19 Tidak Membunuh Eha Soemantri

Sulsel | Rabu, 24 Februari 2021 | 13:17 WIB

Ketua Komnas KIPI: KIPI Vaksin Covid-19 Hanya 5 Kasus Per 10 Ribu Suntikan

Ketua Komnas KIPI: KIPI Vaksin Covid-19 Hanya 5 Kasus Per 10 Ribu Suntikan

Health | Selasa, 23 Februari 2021 | 05:27 WIB

Terkini

Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel

Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:03 WIB

Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron

Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron

News | Rabu, 15 April 2026 | 14:00 WIB

Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia

Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:54 WIB

Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh

Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:51 WIB

Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah

Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:48 WIB

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:36 WIB

Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit

Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:22 WIB

Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa

Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:14 WIB

DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana

DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:12 WIB

Jangan Sampai Menyesal! Ini Risiko Besar Jika Berangkat Haji Tanpa Visa Sah

Jangan Sampai Menyesal! Ini Risiko Besar Jika Berangkat Haji Tanpa Visa Sah

News | Rabu, 15 April 2026 | 13:09 WIB