Penerima Vaksin Covid-19 dari Moderna Alami KIPI di Kulit

Risna Halidi, Lilis Varwati

Jum'at, 05 Maret 2021 | 10:03 WIB
Penerima Vaksin Covid-19 dari Moderna Alami KIPI di Kulit
Moderna Inc. [Modernatx]

Suara.com - Sejumlah penerima vaksin Covid-19 buatan Moderna diketahui mengalami efek samping berupa reaksi di kulit beberapa hari setelah disuntik. Dokter telah menuliskan laporan kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) itu dalam jurnal medis New England Journal of Medicine.

Dalam laporannya, dokter merinci 12 kasus reaksi kulit yang muncul sekitar empat hingga 11 hari setelah dosis pertama vaksin Moderna diberikan. Rata-rata orang mengalami pada hari kedelapan.

Sekitar setengah dari penerima vaksin juga mengalami reaksi kulit setelah pemberian dosis kedua, meskipun tidak terlalu parah. 

Sebagian besar reaksi itu bisa diobati dengan antihistamin dan es, tetapi beberapa pasien memerlukan pengobatan steroid yang diresepkan baik dalam bentuk topikal atau pil.

Sebagian besar ruam kulit sembuh setelah empat hingga lima hari. Ruam yang terjadi dianggap tidak berbahaya tetapi dapat disalahartikan sebagai infeksi dan penggunaan antibiotik yang tidak perlu, tulis para dokter dalam laporannya.

"Dokter mungkin tidak siap untuk mengatasi reaksi lokal yang tertunda terhadap vaksin mRNA-1273. Mengingat peningkatan kampanye vaksinasi massal di seluruh dunia, reaksi ini cenderung menimbulkan kekhawatiran di antara pasien dan permintaan untuk evaluasi," tertulis dalam laporan tersebut, dikutip dari Fox News.

"Kami berharap surat ini mendorong pelaporan dan komunikasi tambahan mengenai karakteristik epidemiologi, penyebab, dan implikasi dari reaksi kulit yang tertunda ini. Karena informasi ini dapat menghilangkan kekhawatiran pasien, mendorong penyelesaian vaksinasi, dan meminimalkan penggunaan agen antibiotik yang tidak perlu," lanjutnya.

Reaksi kulit yang tertunda itu dicatat dalam terjadi pada kurang dari 1 persen penerima setelah dosis pertama dan hanya di 0,2 persen setelah mereka menerima dosis kedua. Para dokter mencatat bahwa semua penerima vaksin menerima dosis kedua.

Berbicara kepada Bloomberg, Kimberly Blumenthal, penulis utama makalah dan co-direktur program epidemiologi klinis di Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston, mendesak mereka yang mengalami reaksi kulit tertunda setelah dosis pertama untuk memastikan tetap menerima dosis vaksin kedua.

baca juga

"Tujuan kami adalah untuk menunjukkan betapa dramatisnya mereka, sementara pada saat yang sama tidak ada yang lebih parah dengan dosis 2. Begitu banyak pasien yang saya rawat ini mengkhawatirkan mereka. Apakah ini infeksi? Apakah ini berarti saya tidak dapat memiliki dosis 2? Apakah itu akan terjadi dengan dosis 2? (Reaksi kulit) Ini gangguan, tapi tidak berbahaya," kata Blumenthal. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orangutan dan Bonobo di AS Terima Vaksin Covid-19 Eksperimental

Orangutan dan Bonobo di AS Terima Vaksin Covid-19 Eksperimental

Tekno | Jum'at, 05 Maret 2021 | 09:30 WIB

Jokowi Ajak Benci Produk Asing, HNW: Vaksin Saja Ambil dari Luar Negeri!

Jokowi Ajak Benci Produk Asing, HNW: Vaksin Saja Ambil dari Luar Negeri!

Hits | Jum'at, 05 Maret 2021 | 07:57 WIB

Kabar Gembira, 4,6 Juta Dosis Vaksin dari Inggris Segera Tiba Maret Ini

Kabar Gembira, 4,6 Juta Dosis Vaksin dari Inggris Segera Tiba Maret Ini

Bogor | Jum'at, 05 Maret 2021 | 07:10 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×