Ombudsman: Ada Potensi Maladministrasi Kebijakan Impor Beras Pemerintah

Bangun Santoso, Welly Hidayat

Rabu, 24 Maret 2021 | 14:20 WIB
Ombudsman: Ada Potensi Maladministrasi Kebijakan Impor Beras Pemerintah
Sebagai ILUSTRASI: Gudang penyimpanan di Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Selasa (20/2).

Suara.com - Ombudsman RI mendesak pemerintah pusat untuk sementara waktu menunda keputusan impor beras hingga awal Mei 2021. Permintaan itu terkait adanya temuan awal soal dugaan terjadi maladministrasi terkait mekanisme pengambilan keputusan dalam kebijakan impor beras.

"Ombudsman meminta Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk melaksanakan rakortas (rapat koordinasi terbatas) guna menunda keputusan impor hingga menunggu perkembangan panen dan pengadaan oleh Perum Bulog pada awal Mei," kata anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika dalam konferensi persnya secara daring, Rabu (24/3/2021).

Yeka membeberkan temuan awal Ombudsman RI mengenai stok beras milik Perum Bulog per tanggal 14 Maret 2021 mencapai angka 883.585 ton.

Di mana rinciannya 859.877 ton merupakan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP), dan 23.708 ton stok beras komersial.

"Dari jumlah stok CBP yang ada saat ini, terdapat stok beras yang berpotensi turun mutu sekitar 400 ribu ton, yang berasal dari pengadaan dalam negeri selama periode 2018-2019, dan yang berasal importasi di 2018," ungkap Yeka.

Sehingga, kata Yeka, stok beras yang layak konsumsi kurang dari 500 ribu ton, atau sekitar 20 persen dari kebutuhan beras rata-rata tiap bulan (2,5 juta ton).

Dari informasi Kementerian Perdagangan, per bulan Februari 2021, stok beras yang ada di penggilingan padi sebesar 1 juta ton. Stok beras di LPM, 6,3 ribu Ton, Stok di PIBC sekitar 30,6 ribu ton, stok di Horeka sekitar 260,2 ribu ton, dan di rumah tangga sekitar 3,2 juta ton.

Merujuk angka sementara BPS pada tahun 2021, luas panen padi dari Januari hingga April 2021 mencapai 4,86 juta hektare dengan total potensi produktivitas padi pada subround Januari-April 2021 sebesar 25,37 juta ton GKG.

Yeka menambahkan, diperkirakan mempunyai potensi produksi beras pada Januari-April 2021 sebesar 14,54 juta ton beras atau mengalami kenaikan sebesar 3,08 juta ton (26,84 persen) dibandingkan produksi beras pada subround Januari-April 2020 sebesar 11,46 juta ton.

baca juga

"Merujuk data stok pangan dan potensi produksi beras nasional di 2021, Ombudsman menilai bahwa stok beras nasional masih relatif aman, dan tidak memerlukan Impor dalam waktu dekat ini,” ujar Yeka.

Yeka pun meminta agar Perum Bulog dapat meningkatkan serapan gabah dalam negeri. Sekaligus, Ombudsman mengimbau para pengusaha penggilingan untuk mempercepat giling gabah dan memastikan kualitas sesuai persyaratan pengadaan Perum Bulog.

“Temuan awal Ombudsman saat ini adalah kebijakan penyerapan beras oleh Perum Bulog, tidak diiringi dengan kebijakan penyalurannya. Hal ini berpotensi merugikan negara dan mematikan Perum Bulog,” ungkap Yeka

Melihat adanya potensi maladministrasi dalam mekanisme pengambilan keputusan impor beras, Yeka pun menyampaikan alternatif tindakan korektif yang akan didorong oleh Ombudsman adalah adanya early warning system.

"Itu dalam menentukan keputusan impor beras berbasis scientific dan evidence, serta mekanisme pengambilan keputusan yang cermat dan hati hati," ujar Yeka

Apalagi, kata Yeka, Ombudsman juga mencermati adanya potensi maladministrasi dalam manajemen stok beras akibat kebijakan yang tidak terintegrasi dari hulu-hilir.

" Termasuk di dalamnya terkait pelaksanaan Bantuan Pangan non Tunai (BPNT)," kata Yeka.

Untuk antisipasi potensi maladministrasi tersebut, Ombudsman RI akan melaksanakan inisiatif atas prakarasa sendiri untuk pencegahan terjadinya maladministrasi dalam tata kelola kebijakan importasi dan stok beras.

“Dalam seminggu ke depan, kami akan mengumpulkan berbagai informasi dari institusi terkait, dan selanjutnya akan mendalaminya ke lapangan untuk memperkuat data-data yang ada," imbuh dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Jubir Gus Dur: di Kabinet Jokowi Sedang Ada Lomba Coreng Wajah Bosnya

Eks Jubir Gus Dur: di Kabinet Jokowi Sedang Ada Lomba Coreng Wajah Bosnya

News | Rabu, 24 Maret 2021 | 14:18 WIB

Aneh, Stok Berlimpah Tapi Pemerintah Mau Impor Beras 1 Juta Ton

Aneh, Stok Berlimpah Tapi Pemerintah Mau Impor Beras 1 Juta Ton

Bisnis | Rabu, 24 Maret 2021 | 13:45 WIB

Sebut Ada yang Cari Panggung Soal Impor Beras, Arief Poyuono Sindir Siapa?

Sebut Ada yang Cari Panggung Soal Impor Beras, Arief Poyuono Sindir Siapa?

News | Rabu, 24 Maret 2021 | 12:24 WIB

Berpihak ke Petani, Fraksi PDI Perjuangan Tolak Impor Beras

Berpihak ke Petani, Fraksi PDI Perjuangan Tolak Impor Beras

Jawa Tengah | Selasa, 23 Maret 2021 | 18:20 WIB

Petani di Purbalinga Tolak Impor Beras

Petani di Purbalinga Tolak Impor Beras

Foto | Selasa, 23 Maret 2021 | 17:28 WIB

Fadli Zon: Nafsu Impor 1 Juta Ton Beras Hancurkan Petani

Fadli Zon: Nafsu Impor 1 Juta Ton Beras Hancurkan Petani

Hits | Selasa, 23 Maret 2021 | 13:42 WIB

Harga Gabah dan Wacana Impor Beras Bikin Petani di Banyumas Tambah Pusing

Harga Gabah dan Wacana Impor Beras Bikin Petani di Banyumas Tambah Pusing

Jawa Tengah | Selasa, 23 Maret 2021 | 12:23 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×