Perkosa dan Bunuh Gadis 13 Tahun Pakai Kabel Aki, Pria Ini Dibui 24 Tahun

Reza Gunadha | Hikmawan Muhamad Firdaus | Suara.com

Kamis, 25 Maret 2021 | 16:51 WIB
Perkosa dan Bunuh Gadis 13 Tahun Pakai Kabel Aki, Pria Ini Dibui 24 Tahun
Ilustrasi kekerasan pada anak. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang pria di Rusia tega memperkosa dan mencekiknya dengan kabel aki mobil hingga tewas seorang gadis yang baru berusia 13 tahun.

Menyadur The Sun, Kamis (25/3/2021) Alexander Lipato (36) dari kota Kotovsk, Rusia, dijatuhi hukuman 24 tahun penjara atas kejahatan tersebut.

Insiden tersebut bermua ketika pria 36 tahun tersebut berjalan sendirian pada pukul 10 malam waktu setempat pada 7 Maret 2020.

Dia kemudian mengejar gadis muda, yang diidentifikasi sebagai Elizaveta Chernova, yang dilaporkan dalam perjalanan pulang ke rumah ibunya.

Dia menangkap Elizaveta, memukulinya secara brutal dan menyeretnya ke dalam mobil untuk dibawa ke tengah hutan terdekat.

Di hutan tersebut, Lipatov memperkosa gadis itu dan kemudian mencekiknya menggunakan kabel aki mobil yang dia ambil dari bagasi, menurut penyelidikan resmi.

Untuk menutupi aksi bejat dan kejamnya, Lipato kemudian mengubur jasad Elizaveta dan menghancurkan ponsel milik gadis malang itu.

Situs berita lokal Life melaporkan bahwa Lipatov awalnya menolak untuk mengakui kejahatan yang ia lakukan kepada polisi.

Dia mengatakan kepada pihak berwenang bahwa dia tidak sengaja menabrak anak itu dan panik lalu melemparkan jasad gadis itu ke sungai.

Namun, pihak berwenang menemukan bahwa mobil yang dikendarai Lipatov tidak menunjukkan adanya tanda-tanda tabrakan.

Pihak berwenang memeriksa bagian dalam kendaraan dan forensik menemukan bahwa terdapat DNA gadis itu.

Polisi melanjutkan penyelidikannya dan mencari di hutan terdekat dan menemukan jasad gadis itu.

Ibu gadis itu, yang hanya disebut Tatiana, berkata dalam sebuah laporan TV yang disiarkan oleh 360 TV bahwa putrinya mungkin dikubur hidup-hidup.

"Ketika saya melihat foto jasad Lisa di berkas kasus, saya langsung tahu bahwa anak perempuan saya dikubur hidup-hidup. Saya kira begitu karena posisi tubuhnya. Dia menutupi wajahnya dengan tangan kecilnya." jelas Tatiana.

Namun, penyelidikan menyimpulkan bahwa Lisa pertama kali dipukuli dengan kejam dan kemudian dicekik hingga tewas sebelum dikuburkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ribut Usai Pesta Miras, Seorang Wanita Tega Bunuh dan Mutilasi Pacar

Ribut Usai Pesta Miras, Seorang Wanita Tega Bunuh dan Mutilasi Pacar

Bogor | Rabu, 24 Maret 2021 | 09:28 WIB

Sadis! Seorang Wanita Tega Bunuh Pacar dan Mutilasi, Simpan Jasad di Kulkas

Sadis! Seorang Wanita Tega Bunuh Pacar dan Mutilasi, Simpan Jasad di Kulkas

News | Selasa, 23 Maret 2021 | 21:17 WIB

Bule Rusia Buronan Interpol Dideportasi dari Bali

Bule Rusia Buronan Interpol Dideportasi dari Bali

Foto | Selasa, 23 Maret 2021 | 17:42 WIB

Terkini

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:03 WIB

Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko

Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB

Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan

Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan

News | Selasa, 14 April 2026 | 19:00 WIB

Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun

Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:22 WIB

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:10 WIB

Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka

Kasus Suap PN Depok, KPK Telusuri Riwayat Mutasi Dua Hakim Tersangka

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:07 WIB

Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi

Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi

News | Selasa, 14 April 2026 | 18:00 WIB

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

Biaya Haji 2026 Tak Naik, Tapi Sumber Dana Rp1,77 Triliun Masih Gelap

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:55 WIB

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

Pastikan Ketersediaan Minyakita Aman, Dirut Bulog Sidak Pasar-pasar Di Jakarta

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:49 WIB

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

Warisan Orba dan Rawan Intervensi, Pakar Usul Peradilan Militer RI Adopsi Sistem Eropa

News | Selasa, 14 April 2026 | 17:36 WIB