Ibu Kota Baru, Pemerintah Didesak Tunda Groundbreaking dan Fokus Pandemi

Siswanto | BBC | Suara.com

Jum'at, 26 Maret 2021 | 14:13 WIB
Ibu Kota Baru, Pemerintah Didesak Tunda Groundbreaking dan Fokus Pandemi
BBC

Suara.com - Pemerintah didesak untuk fokus menangani pandemi Covid-19, dan menunda pembangunan ibu kota negara baru di Kalimantan Timur tahun ini, sebagaimana yang direncanakan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Saat ini, pemerintah tengah menggodok draf RUU Ibu Kota Negara Baru sebagai landasan proyek itu dan akan segera mengajukannya ke DPR untuk dibahas, kata juru bicara Presiden.

DPR sendiri sudah menjadikan RUU itu sebagai salah satu prioritas program legislasi nasional tahun ini.

Proyek ini diperkirakan akan memakan biaya sekitar Rp500 triliun, yang pembiayaannya akan dilakukan melalui skema APBN, Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dan melalui pihak swasta.

Menurut peneliti ekonomi dan beberapa fraksi di DPR, biaya itu mestinya difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi warga.

Sementara, menurut pemerintah, proyek itu justru bermanfaat memulihkan ekonomi warga yang anjlok akibat pandemi.

'Segera masuk DPR'

Bappenas berencana untuk melaksanakan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan istana negara di lokasi ibu kota yang baru di Kalimantan Timur pada tahun 2021 ini.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas, Rudy Soeprihadi Prawiradinata mengatakan pembangunan akan dimulai setelah RUU Ibu Kota Negara, yang diajukan oleh pemerintah, disahkan DPR.

Draf RUU itu sendiri sampai saat ini masih ada di tangan presiden dan kata Rudy, akan disusun pemerintah dengan mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19.

"Pak presiden akan menyerahkan RUU ini kalau arahnya sudah jelas. Memang tujuan utama pemerintah ya untuk mengontrol pandemi Covid dulu.

"Cuma kan pembangunan ibu kota negara baru ini juga bisa sebagai penggerak ekonomi," ujar Rudy pada Kamis (25/03).

Sementara itu, Juru Bicara Presiden Fadjroel Rahman mengatakan pemerintah akan segera menyelesaikan draf RUU Ibu Kota Negara.

"Segera masuk [ke DPR]," ujarnya tanpa menjabarkan lebih lanjut kapan penyerahan akan dilakukan.

DPR sudah memasukkan RUU ini ke dalam program legislasi nasional (prolegnas) prioritas untuk tahun 2021, meski tiga fraksi, yakni Partai Keadilan Sejahtera, Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional (PAN) mengkritik pembahasan RUU itu di tengah pandemi.

Anggota DPR fraksi Demokrat, Herman Khaeron, mengatakan proyek itu mestinya ditunda karena menyedot anggaran besar.

Pembangunan ibu kota Negara baru disebut akan memakan biaya hingga Rp500 triliun. Sekitar 20% dari total itu, atau Rp100 triliun, direncanakan untuk dibebankan pada APBN.

Skema lainnya yang akan digunakan adalah Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha atau KPBU, yang umumnya melibatkan BUMD dan BUMN, juga ada mekanisme pembiayaan swasta.

Menurut Herman Khaeron, saat ini, pemerintah harusnya fokus pada wabah dan pemulihan akibat pandemi Covid-19.

"Untuk vaksin, kita butuh dana besar... Kemudian kalau kita memiliki reorientasi baru untuk membangun, bangunlah kawasan-kawasan industri saja, tunggu dulu daya beli masyarakat meningkat, lapangan pekerjaan terbuka, ekonomi tertopang stabil, sumber-sumber pendapatan negara sudah meningkat.

"Itulah saat rasional untuk membangun ibu kota baru, kalau memang itu dianggap urgen," ujarnya.

Ia menambahkan kajian mendalam soal pemindahan ibu kota baru masih dibutuhkan, mengingat pemindahan ibu kota tak hanya soal pembangunan infrastruktur, tapi juga pemindahan seluruh aparatur negara ke kota yang baru.

'Tidak urgen'

Hal yang sama diungkapkan peneliti ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti Suryaningrum, yang menyebut proyek pembangunan ibu kota negara baru tidak urgen.

Pemulihan ekonomi, katanya, bisa dilakukan dengan cara lain, seperti pemerataan ekonomi di berbagai daerah dan tak harus dengan memindahkan ibu kota.

"Beresin dulu nih Covid. Kalau sudah beres Covid, baru infrastruktur dan itu tidak harus dilakukan dengan pindah ibu kota.

"Pembangunan infrastruktur misalkan dapat dilakukan dengan membuka akses transportasi, seperti dalam hal trans Sumatera. Ibu kota di mana pun asal tak Jawa-sentris pembangunannya akan lebih baik. Ada pemerataan ekonomi," ujarnya.

Namun, Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas, Rudy Soeprihadi mengatakan yakin proyek ini akan mampu menggerakan ekonomi, salah satunya karena akan membuka banyak lapangan pekerjaan.

Rencana pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur resmi diumumkan pada tahun 2019.

Pemerintah mengumumkan sejumlah alasan pemindahan, dari masalah ketidakmerataan ekonomi hingga beban lingkungan di Pulau Jawa.

Sejak pertama digulirkan, proyek ini banyak dikritik, termasuk oleh aktivis lingkungan, yang khawatir pemindahan ibu kota akan merusak lingkungan di Pulau Kalimantan.


Pemerintah sebelumnya menyusun garis waktu untuk pembangunan ibu kota baru, sebagai berikut:

  • 2017-2019: Penyusunan dan penyelesaian kajian
  • 2020: Penyiapan regulasi dan kelembagaan, penyusunan masterplan kota, perencanaan kawasan
  • 2021: Penyediaan lahan, penyusunan Detail Engineering Design (DED) kawasan, dan groundbreaking pembangunan ibu kota baru
  • 2022-2024: Pembangunan kawasan inti pusat pemerintahan dan sebagian kawasan ibu kota negara
  • 2025-2029: Pembangunan ibu kota negara

Namun, pemerintah mengatakan jadwal itu mungkin akan meleset karena pandemi Covid-19.


Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Krisis Tambak di Kaltim: Bagaimana Petambak Bisa Bertahan di Tengah Perubahan Iklim?

Krisis Tambak di Kaltim: Bagaimana Petambak Bisa Bertahan di Tengah Perubahan Iklim?

News | Jum'at, 03 April 2026 | 11:53 WIB

Penampakan Uang Rp214 Miliar dan Tas Mewah Sitaan Kasus Korupsi di Kaltim

Penampakan Uang Rp214 Miliar dan Tas Mewah Sitaan Kasus Korupsi di Kaltim

Foto | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:17 WIB

Masjid Negara IKN Gelar Salat Id Perdana, Jadi Momen Bersejarah

Masjid Negara IKN Gelar Salat Id Perdana, Jadi Momen Bersejarah

Foto | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:53 WIB

Mudik Laut Samarinda-Parepare Mulai Padat Jelang Lebaran

Mudik Laut Samarinda-Parepare Mulai Padat Jelang Lebaran

Foto | Senin, 16 Maret 2026 | 07:00 WIB

Profil dan Karier Ananda Emira Moeis, Wakil Ketua DPRD Kaltim Viral di X

Profil dan Karier Ananda Emira Moeis, Wakil Ketua DPRD Kaltim Viral di X

Lifestyle | Senin, 09 Maret 2026 | 14:26 WIB

Konten Satire Musdalifah Beli Takjil Jadi Sorotan, Diduga Sindir Istri Gubernur Kalimantan Timur

Konten Satire Musdalifah Beli Takjil Jadi Sorotan, Diduga Sindir Istri Gubernur Kalimantan Timur

Video | Kamis, 05 Maret 2026 | 17:00 WIB

Panen Kritik, Gubernur Kaltim Rudy Masud Resmi Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar

Panen Kritik, Gubernur Kaltim Rudy Masud Resmi Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Rp8,5 Miliar

Entertainment | Senin, 02 Maret 2026 | 11:12 WIB

Penampilannya Disebut Mirip Noni Belanda, Istri Gubernur Kaltim Buka Suara: Hidup Cuma Sekali

Penampilannya Disebut Mirip Noni Belanda, Istri Gubernur Kaltim Buka Suara: Hidup Cuma Sekali

Entertainment | Senin, 02 Maret 2026 | 09:07 WIB

Gurita Kekuasaan Keluarga Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud: Ketua DPRD, Walikota, Anggota DPR

Gurita Kekuasaan Keluarga Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud: Ketua DPRD, Walikota, Anggota DPR

Entertainment | Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:03 WIB

Jam Tangan Rp2,5 Miliar, Segini Gaji Gubernur Kaltim yang Minta Mobil Dinas Rp8,5 M

Jam Tangan Rp2,5 Miliar, Segini Gaji Gubernur Kaltim yang Minta Mobil Dinas Rp8,5 M

Video | Jum'at, 27 Februari 2026 | 15:05 WIB

Terkini

LENGKAP Pernyataan Resmi Komando Pusat Amerika Serikat Putus Akses ke Pelabuhan Iran

LENGKAP Pernyataan Resmi Komando Pusat Amerika Serikat Putus Akses ke Pelabuhan Iran

News | Senin, 13 April 2026 | 09:46 WIB

AS Klaim Tembus Selat Hormuz, Iran Bantah Keras: Siapa yang Sebar Hoax?

AS Klaim Tembus Selat Hormuz, Iran Bantah Keras: Siapa yang Sebar Hoax?

News | Senin, 13 April 2026 | 09:39 WIB

Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump

Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump

News | Senin, 13 April 2026 | 09:23 WIB

Breakingnews! Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz dan Laut Iran

Breakingnews! Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz dan Laut Iran

News | Senin, 13 April 2026 | 08:51 WIB

Anggota DPRD DKI: Pengamen Ondel-Ondel Bukan Warga Jakarta Asli, Harus Diedukasi

Anggota DPRD DKI: Pengamen Ondel-Ondel Bukan Warga Jakarta Asli, Harus Diedukasi

News | Senin, 13 April 2026 | 08:48 WIB

Prabowo Diisukan Teken Perjanjian Militer, Pesawat AS Bebas Melintas di Indonesia

Prabowo Diisukan Teken Perjanjian Militer, Pesawat AS Bebas Melintas di Indonesia

News | Senin, 13 April 2026 | 08:23 WIB

Panas! Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Buru Kapal yang Lewati Selat Hormuz

Panas! Donald Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Buru Kapal yang Lewati Selat Hormuz

News | Senin, 13 April 2026 | 08:00 WIB

Kasus Pembunuhan Kacab Bank, 3 Oknum TNI Ajukan Eksepsi di Pengadilan Militer Hari Ini

Kasus Pembunuhan Kacab Bank, 3 Oknum TNI Ajukan Eksepsi di Pengadilan Militer Hari Ini

News | Senin, 13 April 2026 | 07:44 WIB

Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!

Amerika di Ambang Cemas: 68 Persen Warga Takut Perang Lawan Iran Tak Terkendali!

News | Senin, 13 April 2026 | 07:32 WIB

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal: Isu Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Bom Waktu

News | Senin, 13 April 2026 | 07:26 WIB