Reaksi AHY Tantang Moeldoko: Bohong dan Bohong Lagi

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Selasa, 30 Maret 2021 | 10:35 WIB
Reaksi AHY Tantang Moeldoko: Bohong dan Bohong Lagi
Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY didampingi rombongan dari 34 perwakilan DPD partai Demokrat mendatangi kantor Kementerian Hukum dan HAM, Senin (8/3/2021). [Suara.com/Yaumal]

Suara.com - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono beberapa kali dalam konferensi persnya menilai bahwa Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko acap kali menyatakan kebohongan terkait kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang yang mendaulat dirinya sebagai pengganti AHY.

Tidak sekadar menganggap Moeldoko berbohong, AHY tampak mempertanyakan serta menantang Moeldoko. Hal itu bisa terlihat dari pidato AHY dalam merespons pernyataan Moeldoko ihwal alasannya menerima pinangan sebagai ketua umum Partai Demokrat berdasarkan hasil KLB.

Pertama, AHY jelas menanyakan apa ideologi yang dianut Moeldoko. Pertanyaan itu terucap oleh AHY sebagai respons atas pernyataan Moeldoko sebelumnya, yang menyebut telah terjadi peetarungan ideologis di Partai Demokrat.

"Kami juga patut bertanya, apa sebenarnya ideologi yang dianut oleh KSP Moeldoko? Saya ulangi, kami patut bertanya, apa sebenarnya ideologi yang dianut KSP Moeldoko? Apakah ideologi yang sifatnya memecah belah melalui fitnah keji yang tidak bertanggung jawab? Tolong dijawab," kata AHY dalam konferensi pers di kantor DPP Partai Demokrat, Senin (29/3/2021).

Manuver AHY dalam merespons Moeldoko selanjutnya terlihat dari gaya AHY menantang kepala staf presiden itu untuk mengakui dirinya telah tertipu. AHY memandang Moeldoko saat ini hanya mencari pembenaran dengan terus melakukan kebohongan berulang.

Karena itu, menurut AHY sebaiknya Moeldoko mengaku bahwa sudah tertipu dari makelar politik, mengingat kubu versi KLB yang dianggap kubu AHY tidak mampu menunjukan keabsahan dan legitimasi mereka.

"Di sisi lain, jika KSP Moeldoko menyangkal kebohongan-kebohongannya itu, maka ia harus mengakui bahwa ia telah tertipu oleh para makelar politik. Pertanyaannya, beranikah KSP Moeldoko mengakui hal ini? Mengakui pernah atapun tertipu oleh para makelar politik," kata AHY.

AHY mengatakan bahwa sikap dan pernyataan Moeldoko selalu berisi kebohongan. Kebohongan yang terus tercipta dikatakan AHY tidak terlepas dari kebohongan yang sejak awal disampaikan oleh Moeldoko maupun kubunya.

"Jangan sampai karena merasa terpojok oleh perbuatannya sendiri dan juga terperangkap atas kebohongan awal bahwa dia tidak terlibat dalam gerakan pendongkelan kepemimpinan Partai Demokrat yang sah, kemudian ke depan KSP Moeldoko dengan pengikut-pengikutnya memproduksi lagi kebohongan-kebohongan baru. Menjadi mesin yang memproduksi fitnah , hoaks dan adu domba," tutur AHY.

baca juga

Diakui sendiri oleh AHY, ia sebelumnya sempat menaruh harapan bahwa Moeldoko akqn mengeluarkan pernyataan bernas, usai tidak muncul sejak dirinya didaulat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi hasil kongres luar biasa (KLB) Deli Serdang.

Namun harapan itu dipandang AHY tidak tercapai. Sebabnya, menurut dia Moeldoko tetap berbohong

"Kita pikir setelah lebih tiga minggu tak bersuara KSP Moeldoko akan mengeluarkan argumen yang bernas, ternyata cuma pernyataan bohong lagi dan bohong lagi. Bahkan seolah menghasut dengan pernyataan soal pertentangan ideologi," kata AHY.

Alasan Moeldoko Ambil Alih Demokrat

Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Moeldoko menyampaikan keputusannya menerima pinangan jadi ketua umum Partai Demokrat versi KLB melalui pertemuan di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, 5 Maret 2021, merupakan upaya menyelamatkan partai dan bangsa.

“Ada sebuah situasi khusus dalam perpolitikan nasional, yaitu telah terjadi pertarungan ideologis yang kuat menjelang 2024. Pertarungan ini terstruktur dan gampang dikenali. Ini menjadi ancaman cita-cita menuju Indonesia Emas 2045. Ada kecenderungan tarikan ideologis juga terlihat di tubuh Demokrat. Jadi, ini bukan sekadar menyelamatkan bangsa dan negara,” kata Moeldoko sebagaimana dikutip dari rekaman video yang ia bagikan lewat akun Instagram pribadinya @dr_moeldoko, yang dipantau di Jakarta, Minggu (28/3/2021).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Demokrat Lampung Selatan Minta Polisi Tindak Acara Ilegal Partai Demokrat

Demokrat Lampung Selatan Minta Polisi Tindak Acara Ilegal Partai Demokrat

Lampung | Selasa, 30 Maret 2021 | 10:07 WIB

Hari Ini Sidang Perdana AHY Gugat 10 Eks Kader Demokrat yang Dipecat

Hari Ini Sidang Perdana AHY Gugat 10 Eks Kader Demokrat yang Dipecat

News | Selasa, 30 Maret 2021 | 08:30 WIB

Moeldoko Ungkap Alasan Pimpin Demokrat, AHY Beri Respons Menohok

Moeldoko Ungkap Alasan Pimpin Demokrat, AHY Beri Respons Menohok

Riau | Selasa, 30 Maret 2021 | 07:23 WIB

Moeldoko Ungkap Alasan Jadi Ketum Demokrat, Yoyok Sukawi: Aneh dan Lucu

Moeldoko Ungkap Alasan Jadi Ketum Demokrat, Yoyok Sukawi: Aneh dan Lucu

Jawa Tengah | Selasa, 30 Maret 2021 | 05:55 WIB

Disebut Dalang GPK PD, AHY Tegaskan Proses PAW Jhoni Allen dari Senayan

Disebut Dalang GPK PD, AHY Tegaskan Proses PAW Jhoni Allen dari Senayan

News | Senin, 29 Maret 2021 | 20:20 WIB

AHY Tantang Moeldoko: Beranikah Anda Akui Tertipu Makelar Politik?

AHY Tantang Moeldoko: Beranikah Anda Akui Tertipu Makelar Politik?

News | Senin, 29 Maret 2021 | 20:06 WIB

AHY Sindir Moeldoko: Tiga Minggu Diam, Saat Bersuara Ternyata Bohong

AHY Sindir Moeldoko: Tiga Minggu Diam, Saat Bersuara Ternyata Bohong

News | Senin, 29 Maret 2021 | 19:54 WIB

Terkini

8 WNI Diduga Gabung Militer Rusia, Ketua MPR Desak Pemerintah Bergerak Cepat

8 WNI Diduga Gabung Militer Rusia, Ketua MPR Desak Pemerintah Bergerak Cepat

News | Sabtu, 05 September 2026 | 19:35 WIB

5 Sifat dan Karakter Utama Zodiak Leo Pria-Wanita, Punya Sisi Dominan yang Bikin Penasaran

5 Sifat dan Karakter Utama Zodiak Leo Pria-Wanita, Punya Sisi Dominan yang Bikin Penasaran

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 19:30 WIB

Belajar Melihat Dunia dari Perspektif Berbeda, Bekal Generasi Muda Menyambut Masa Depan

Belajar Melihat Dunia dari Perspektif Berbeda, Bekal Generasi Muda Menyambut Masa Depan

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 19:29 WIB

Menyelami Sensasi Sensori dan Ketegangan dalam Film 'Tuner'

Menyelami Sensasi Sensori dan Ketegangan dalam Film 'Tuner'

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 19:25 WIB

Dana IPO Superbank Rp1,4 T Masih Menganggur

Dana IPO Superbank Rp1,4 T Masih Menganggur

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 19:22 WIB

Motor Mungil Harga Rp84,5 Juta: Mengungkap Pesona Honda ST125 Dax yang Bikin 'Sultan' Rela Antre

Motor Mungil Harga Rp84,5 Juta: Mengungkap Pesona Honda ST125 Dax yang Bikin 'Sultan' Rela Antre

Otomotif | Sabtu, 05 September 2026 | 19:05 WIB

Belum Juga Debut Mees Hilgers Bikin Pelatih SC Heerenveen Kecewa Berat

Belum Juga Debut Mees Hilgers Bikin Pelatih SC Heerenveen Kecewa Berat

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 19:05 WIB

Pakar UMY Kritik Keras Penanganan Karhutla: Memidana 400 Orang Tak Bakal Buat Jera

Pakar UMY Kritik Keras Penanganan Karhutla: Memidana 400 Orang Tak Bakal Buat Jera

News | Sabtu, 05 September 2026 | 19:00 WIB

Drama di Way Halim: Tandukan Allano Gagalkan Kemenangan Bajul Ijo di Laga Pembuka

Drama di Way Halim: Tandukan Allano Gagalkan Kemenangan Bajul Ijo di Laga Pembuka

Lampung | Sabtu, 05 September 2026 | 18:59 WIB

Anggaran Cegah Karhutla Seret, Pemerintah Baru Bisa Bergerak Saat Api Membesar

Anggaran Cegah Karhutla Seret, Pemerintah Baru Bisa Bergerak Saat Api Membesar

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 18:56 WIB

×