Menyusul Ketegangan di Mozambik, AS Kirim Dukungan, Portugal Kirim Tentara

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 31 Maret 2021 | 11:21 WIB
Menyusul Ketegangan di Mozambik, AS Kirim Dukungan, Portugal Kirim Tentara
DW

Suara.com - Amerika Serikat berjanji mendukung Mozambik, menyusul serangan mematikan di Palma, yang dilakukan oleh milisi yang terkait dengan Islamic State. Sementara Portugal mengirimkan tentaranya.

Portugal akan mengirimkan tentara ke bekas koloninya, Mozambik, menyusul serangan jihadis yang terkait dengan Islamic State  di Palma, Mozambik Utara, ujar Menteri Luar Negeri Portugal, Augusto Santos Silva.

"Sebuah tim yang terdiri dari sekitar 60 tentara Portugis sedang bersiap-siap ... mereka akan ditempatkan di Mozambik dalam beberapa pekan mendatang," kata Santos Silva dalam wawancara dengan saluran TV pemerintah, RTP, Senin (29/03) malam.

"Para tentara ini akan mendukung serdadu Mozambik dalam melatih pasukan khusus."

Dalam peningkatan drastis aksi pemberontakan kelompok militan al-Shabab yang terkait dengan IS, pada hari Rabu (24/03) lalu, kaum milisi menyerang kota di Provinsi Cabo Delgado tersebut.

Pemerintah Mozambik menyatakan puluhan orang telah meninggal dunia akibat serangan itu.

Palma telah menjadi sasaran pemberontakan al-Shabab sejak tahun 2017. Pada hari Senin (29/03), Palma tampak hampir kosong.

Islamic State mengklaim bahwa para pendukungnya telah menguasai kota. AS sampaikan dukungan pada pemerintah Merespons ketegangan di Palma, Mozambik, juru bicara Pentagon, John Kirby mengatakan tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah Mozambik, "untuk melawan terorisme dan ekstremisme dengan kekerasan, serta mengalahkan IS."

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengutuk serangan di Palma dan mengatakan pihaknya berkoordinasi erat dengan otoritas lokal untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terkena dampak kekerasan.

baca juga

"Kami sangat prihatin dengan situasi yang masih berkembang di Palma di mana serangan bersenjata yang dimulai pada tanggal 24 Maret, dilaporkan menewaskan puluhan orang," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric.

Setelah serangan milisi diluncurkan pekan lalu, Kota Palma berangsur sepi. Penduduknya melarikan diri melalui jalan darat, perahu atau dengan berjalan kaki.

Puluhan orang dilaporkan masih belum ditemukan. Serangan tersebut adalah yang terbesar dan terdekat dengan proyek gas alam cair bernilai miliaran dolar yang dibangun oleh perusahaan Prancis, Total dan perusahaan raksasa energi lainnya.

IS klaim serangan

"Pasukan kekhalifahan merebut kota strategis Palma," kata Islamic Sate dalam sebuah pernyataan yang diposting di saluran Telegramnya.

Kelompok itu mengklaim serangannya ditujukan pada militer dan pemerintah, dengan menewaskan puluhan tentara dan "anggota negara Tentara Salib,"- sebuah istilah yang dipakai untuk merujuk warga negara Barat.

Sebagian korban adalah pekerja asing. Kota berpenduduk 75.000 orang di Provinsi Cabo Delgado itu semuanya dikosongkan, demikian dikatakan aktivis masyarakat sipil Adriano Nuvunga, kepada kantor berita AFP.

"Kekerasan telah berhenti, tetapi diyakini beberapa milisi telah mundur dan beberapa lainnya masih bersembunyi," tambahnya.

Para saksi mata mengatakan sejumlah milisi telah menyelinap ke kota itu menjelang serangan terjadi.

"Para penyerang tiba beberapa hari sebelumnya dan bersembunyi di rumah penduduk setempat yang mereka bayar," kata seorang warga Palma, yang berbicara dari Mueda, tempat dia kini berlindung.

"Serangan dimulai di sepanjang jalan utama menuju Palma," katanya lebih lanjut.

Penduduk melarikan diri

Banyak korban selamat mengatakan mereka telah berjalan selama berhari-hari melalui hutan untuk mencari perlindungan di Mueda, 180 kilometer ke arah selatan.

Banyak mereka yang tiba di sana dengan kaki bengkak. "Banyak orang jatuh karena kelelahan dan tidak dapat melanjutkan berjalan, terutama orang tua dan anak-anak," kata seorang pelarian di Mueda yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pemerintah mengatakan dari puluhan orang tewas dalam serangan itu, tujuh di nataranya adalah orang-orang yang terperangkap, saat akan dievakuasi dari sebuah hotel tempat mereka mencari perlindungan.

Seorang warga Afrika Selatan termasuk di antara mereka yang meninggal dunia. Saksi mata mengatakan kepada AFP, bahwa para pemberontak Islamis itu pertama kali menargetkan bank dan kantor polisi, sebelum akhirnya menyebar ke seluruh kota.

Ribuan warga melarikan diri dengan perahu ke Kota Pemba. Sekitar 10.000 orang lainnya menunggu dievakuasi untuk diangkut ke sana, demikian menurut lembaga bantuan.

Serangan itu memaksa pekerja asing dan penduduk setempat untuk mencari perlindungan sementara di sebuah pabrik gas yang dijaga ketat yang terletak di Semenanjung Afungi di dekatnya.

"Sejumlah besar warga sipil yang diselamatkan dari Palma juga diangkut ke Afungi, di mana mereka menerima bantuan kemanusiaan dan logistik," kata perusahaan Total, dalam sebuah pernyataan.

Mewaspadai serangan baru

Ditengarai "akan ada serangan baru terhadap mereka yang mengungsi," ujar Chance Briggs dari organisasi bantuan Save the Children yang bermarkas di Inggris.

Sementara itu pemimpin badan PBB untuk anak-anak, UNICEF, Henrietta Fore, khawatir dampak serangan terhadap anak-anak "akan brutal".

Hanya dalam tiga tahun, pemberontakan Islam di Mozambik utara telah menewaskan ribuan orang.

Adriano Nuvunga, direktur eksekutif Pusat Demokrasi dan Pembangunan (CDD) di Mozambik menyebutkan: "Setiap orang telah bertanya selama tiga tahun terakhir siapa orang-orang ini. Ada pemahaman bahwa keluhan lokal mendorong konflik ini, dan mungkin telah dibajak oleh dinamika teroris internasional," kata Nuvunga kepada DW. Nuvunga, seorang aktivis hak asasi manusia, menyalahkan marginalisasi dan ekstraksi sumber daya alam oleh elite tanpa pembangunan lokal, sebagai sumber kritis konflik.

Raksasa energi Prancis, Total telah menginvestasikan 20 miliar dollar AS untuk mengekstraksi gas alam cair (LNG) di Cabo Delgado.

Jaringan kegiatan ekonomi terlarang, termasuk perdagangan narkoba, kebrutalan, dan pelanggaran hak asasi manusia oleh berbagai kepentingan orang yang terpapar secara politik, mungkin juga telah berkontribusi.

Ancaman bagi negara tetangga

Kekerasan Mozambik telah mengirimkan kegelisahan ke negara tetangga Tanzania, Afrika Selatan, dan Zimbabwe.

"Sudah ada kelebihan di Tanzania," kata Alex Vines, kepala program Afrika di Chatham House. Awal bulan ini, Amerika Serikat menetapkan Islamic State di Mozambik sebagai organisasi teroris asing.

AS menyodorkan nama Abu Yasir Hassan - seorang warga negara Tanzania - sebagai pemimpin kelompok tersebut.

AS bulan ini mulai melatih pasukan Mozambik dalam operasi kontra pemberontakan.

"Penting untuk diingat bahwa meskipun pada intinya ini adalah masalah Mozambik, ini juga merupakan masalah regional," kata Vines, sambil menambahkan bahwa koordinasi dan kerja sama antara Mozambik dan Tanzania dalam masalah khusus ini telah meningkat."

Namun, Jasmine Opperman, seorang peneliti di ACLED, melihat dukungan AS sebagai "langkah nyata untuk memperluas pengaruh dan kehadirannya" di wilayah tersebut.

"Ini jelas upaya AS untuk mengambil hati di Mozambik dan berbagai negara di Afrika," kata Opperman kepada DW.

Dia mengatakan bahwa dia prihatin dengan "internasionalisasi Cabo Delgado yang mungkin, pada gilirannya, mengabaikan akar masalah lokal. Hal ini memberi status pada Islamic State di Mozambik yang sebenarnya tidak dimilikinya. " rzn/vlz (AFP/Chrispin Mwakideu)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emil Audero Berstatus Pinjaman di Rayo Vallecano? Singkirkan Kiper Portugal dan Argentina

Emil Audero Berstatus Pinjaman di Rayo Vallecano? Singkirkan Kiper Portugal dan Argentina

Bola | Selasa, 01 September 2026 | 22:24 WIB

Bocoran dari Wawancara Terbaru: Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun?

Bocoran dari Wawancara Terbaru: Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun?

Your Say | Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:08 WIB

10 Tahun Hiidup Bersama Cristiano Ronaldo Resmi Nikahi Georgina Rodrguez

10 Tahun Hiidup Bersama Cristiano Ronaldo Resmi Nikahi Georgina Rodrguez

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 10:09 WIB

Indonesia-Portugal Perkuat Kerja Sama, Menteri P2MI Siapkan Penempatan Pekerja Migran Berkualitas

Indonesia-Portugal Perkuat Kerja Sama, Menteri P2MI Siapkan Penempatan Pekerja Migran Berkualitas

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 20:40 WIB

Instagram Cristiano Ronaldo Diduga Menyukai Unggahan FIFA Soal 'Bantu' Argentina

Instagram Cristiano Ronaldo Diduga Menyukai Unggahan FIFA Soal 'Bantu' Argentina

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:21 WIB

6 Daftar Negara yang Lolos Piala Dunia 2030, Spanyol hingga Argentina

6 Daftar Negara yang Lolos Piala Dunia 2030, Spanyol hingga Argentina

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:20 WIB

Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo

Pelatih Baru Portugal Jorge Jesus Tak Takut Pinggirkan Cristiano Ronaldo

Bola | Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:44 WIB

Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'

Teori Konspirasi Usai Kegagalan Portugal: Cristiano Ronaldo Sengaja 'Disuntik Mati'

Bola | Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:05 WIB

Tak Punya Gelar Piala Dunia, Apakah Cristiano Ronaldo Sah Disebut Legenda Terbesar Portugal?

Tak Punya Gelar Piala Dunia, Apakah Cristiano Ronaldo Sah Disebut Legenda Terbesar Portugal?

Your Say | Jum'at, 10 Juli 2026 | 17:51 WIB

Jorge Jesus Selangkah Lagi Latih Portugal, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?

Jorge Jesus Selangkah Lagi Latih Portugal, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?

Bola | Kamis, 09 Juli 2026 | 12:15 WIB

Terkini

OTT Kasus HGB Summarecon Naik Penyidikan, Identitas Tersangka Segera Diumumkan!

OTT Kasus HGB Summarecon Naik Penyidikan, Identitas Tersangka Segera Diumumkan!

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:26 WIB

3 Rekomendasi Smartwatch untuk Lansia dengan Fitur Deteksi Jatuh dan Tombol SOS

3 Rekomendasi Smartwatch untuk Lansia dengan Fitur Deteksi Jatuh dan Tombol SOS

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 16:23 WIB

LRT City Tak Kunjung Diserahterimakan, Refund Jadi Salah Satu Opsi

LRT City Tak Kunjung Diserahterimakan, Refund Jadi Salah Satu Opsi

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 16:21 WIB

Pernah Dirumorkan Bakal Dinaturalisasi, Begini Nasib Terbaru Pemain Keturunan Indonesia Finn Dicke

Pernah Dirumorkan Bakal Dinaturalisasi, Begini Nasib Terbaru Pemain Keturunan Indonesia Finn Dicke

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 16:21 WIB

The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi

The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:20 WIB

Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk

Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 16:19 WIB

Motul Indonesia Perkuat Jaringan Layanan Lewat Pembukaan Bengkel B-Quik

Motul Indonesia Perkuat Jaringan Layanan Lewat Pembukaan Bengkel B-Quik

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 16:19 WIB

Kulit Remaja Bebas Jerawat Tanpa Kuras Dompet! 4 Acne Serum Rp30 Ribuan

Kulit Remaja Bebas Jerawat Tanpa Kuras Dompet! 4 Acne Serum Rp30 Ribuan

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:18 WIB

Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit

Ulasan The Detective Is Already Dead Vol 1-4: Dialog Menggigit, Eksekusi Plot Bikin Menjerit

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:18 WIB

Perhutanan Sosial Dinilai Minim Evaluasi, Aktivis Soroti Pemberian Izin

Perhutanan Sosial Dinilai Minim Evaluasi, Aktivis Soroti Pemberian Izin

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:17 WIB

×