Mengapa Terorisme Masih Tumbuh? Ini Penjelasan Eks Petinggi HTI

Erick Tanjung, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 03 April 2021 | 13:33 WIB
Mengapa Terorisme Masih Tumbuh? Ini Penjelasan Eks Petinggi HTI
Ilustrasi--Mabes Polri diserang oleh orang bersenjata api, Rabu (31/3/2021) sore. [Suara.com/Muhammad Yasir/Istimewa]

Suara.com - Eks juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI, Ismail Yusanto menyampaikan pandangannya terkait mengapa aksi terorisme masih marak terjadi di Indonesia belakangan ini. Menurutnya ada dua alasan yang membuat aksi terorisme subur di tanah air.

Pertama, aksi terorisme dilakukan sebagai bentuk perlawanan atas kezaliman yang diterima umat Islam baik di luar negeri maupun dalam negeri.

"Saya kira akhirnya jika kita percaya bahwa perlawanan itu ada, ini perlawanan terhadap kedzaliman yang dihadapi berbagai umat Islam di dunia, baik dalam konteks global maupun konteks nasional domestik," kata Ismail dalam sebuah diskusi daring bertema Terorisme dalam kacamata tokoh, Sabtu (3/4/2021).

Alasan kedua mengapa aksi terorisme itu ada, kata dia, bisa jadi hanya merupakan sebuah topeng dengan maksud sesungguhnya justru untuk memerangi agama Islam.

"Setelah sekian lama berjalan (aksi terorisme) kalau kita hitung dari mulai 2001 sampai hari ini kan berarti sudah 20 tahun, berarti war on terorism itu tidak bisa menjangkau seluruh komponen umat, maka kemudian dikembangkan sekarang war on radikalism. War on radikalism pada akhirnya juga sama war on terorism yaitu war on islam," tuturnya.

Menurutnya, memerangi Islam bukan dalam konteks memerangi secara sesungguhnya. Melainkan hanya memerangi nilai politik Islam hingga pemikirannya.

"Ini lah yang menjadi sasaran," kata dia.

Lebih lanjut, Ismail menegaskan, bahwa hanya ada dua alasan mengapa aksi terorisme ada.

"Jawabannya dua. Ini dilakukan bentuk perlawanan dari umat Islam jika itu benar atau kedua ini adalah sebagai alat untuk melegitimasi mencegah Islam bangkit," katanya.

baca juga

Untuk diketahui dalam beberapa waktu ini publik dikagetkan dengan dua aksi teror. Pertama aksi bom bunuh diri yang dilakukan oleh sepasang suami istri di depan halaman Gereja Katedral di Makassar, Minggu (28/3/2021).

Terbaru aksi teror atau penyerangan yang dilakukan seorang wanita bernama Zakiah Aini di gedung Mabes Polri, Jakarta, pada Rabu (31/3).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keras! Ustaz Riza Komen Aksi Terorisme: Membunuh Masuk 7 Perkara Dosa Besar

Keras! Ustaz Riza Komen Aksi Terorisme: Membunuh Masuk 7 Perkara Dosa Besar

Banten | Sabtu, 03 April 2021 | 08:05 WIB

MUI Bersuara Soal Aksi Terorisme: Bom Bunuh Diri di Situasi Damai Haram

MUI Bersuara Soal Aksi Terorisme: Bom Bunuh Diri di Situasi Damai Haram

Banten | Jum'at, 02 April 2021 | 07:32 WIB

Refly Harun Soroti Dugaan Pemerintah Terobsesi Teroriskan FPI

Refly Harun Soroti Dugaan Pemerintah Terobsesi Teroriskan FPI

News | Kamis, 01 April 2021 | 18:28 WIB

Terkini

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Tekanan Outflow Asing, Investor Diminta Hati-hati Pilih Saham Perbankan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Bukan Sekadar Jualan, UMKM Kuliner Semarang Diajak Ubah Chat WhatsApp Jadi Omzet

Jawa Tengah | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sekolah IGM Palembang Tunggak PBB Sejak 2019, Tagihan Capai Rp2,18 Miliar

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

Satu Tahun Sekolah Rakyat Berjalan, Pemerintah Terus Berupaya Benahi Layanan Siswa

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Fashion Meets Music, A|X Armani Exchange Hadirkan Club Partnership Pertama di Jakarta

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:26 WIB

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Peringatan Keras Bahlil untuk Singapura: Jangan Ajari Indonesia soal Komitmen Kontrak!

Video | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

Bakal Atur Ruang Digital hingga Jerat Korporasi, Yusril Targetkan RUU HAM Masuk DPR Akhir 2026

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:10 WIB

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

Bahas Obligasi Rp5,6 Triliun dengan Menkeu, Pramono: Jakarta Ikuti Keputusan Pusat

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:09 WIB

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

51.200 Liter Minyak Disita di Muratara, Bareskrim Ungkap Dugaan Pasokan Solar Ilegal ke Kontraktor

Sumsel | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

Pramono Tegaskan Ancol dan Ragunan Tak Bisa Gratis untuk Semua: Biaya Perawatan Besar!

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 22:03 WIB

×