alexametrics

Donald Trump Ternyata Belum Bayar Utang Saat Beli McDonalds

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Donald Trump Ternyata Belum Bayar Utang Saat Beli McDonalds
Donald Trump. (Foto: AFP)

Doonald Trump sangat menyukai McDonalds

Suara.com - Mantan Presiden AS Donald Trump terkenal menyukai makanan cepat saji, termasuk McDonalds. Rupanya, ia pernah ngutang USD 130 dengan pengawalnya untuk beli cheeseburger.

Sayangnya, utang sejak tahun 2008 itu belum juga dibayar hingga saat ini, 2021. Fakta ini diungkap sendiri oleh mantan pengawal yang meminjamkan uangnya saat itu.

Menyadur TMZ Sabtu (03/04), pria ini bekerja sebagai pengawal Trump selama 5 tahun. Pada 2008, dalam perjalanan pulang dari lapangan golf di Skotlandia, rombongan Trump mampir di McDonalds.

Saat itu Trump tak memiliki uang Inggris dan bertanya pada pengawalnya yang bernama Kevin Mckay, apakah dia bisa meminjam uang tunai untuk beli burger.

Baca Juga: Sekutu Trump Bikin Heboh, Diduga Terlibat Prostitusi dengan Wanita Muda

McKay mengatakan dia bisa memberinya dan mereka memesan 20 cheeseburger, kentang goreng dan sekitar 10 hingga 15 Coca Cola. Ia masih ingat, Trump menghabiskan 2 cheeseburger dengan kentang goreng dan diet coke.

Ilustrasi makan burger demi bikin konten mukbang. (Pixabay/Michael Wave)
Ilustrasi cheeseburger. (Pixabay/Michael Wave)

McKay mengatakan uang USD 130 yang saat ini setara Rp 1,8 juta pada saat itu adalah jumlah yang besar baginya karena dia menghasilkan sekitar USD 2.700 atau Rp 39 juta sebulan saat bekerja dengan Trump.

Hal yang ia sesalkan saat ini adalah seharusnya menagih utang Trump saat itu.  Namun ia terus mengabaikannya karena Trump juga tidak pernah mengungkitnya.

Kevin McKay dipecat pada 2012 dan dia mengaku stres bekerja dengan Trump dan membuatnya kehilangan pernikahannya selama 23 tahun.

Obsesi Trump terhadap McDonald's sudah dikenal luas. Dia pernah menyajikan McDonald's ke Clemson dan North Dakota State setelah mereka memenangkan kejuaraan nasional sepak bola.

Baca Juga: Ogah Tiru Donald Trump, Joe Biden Tak Berniat Temui Kim Jong Un

Komentar