4 WNI Diculik Komplotan Abu Sayyaf, Menlu Minta Perbatasan Sabah Diperketat

Agung Sandy Lesmana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Senin, 05 April 2021 | 10:39 WIB
4 WNI Diculik Komplotan Abu Sayyaf, Menlu Minta Perbatasan Sabah Diperketat
Menlu Retno LP Marsudi.

Suara.com - Pemerintah melalui Menteri Luar Negeri  Retno Marsudi menyerahkan empat WNI yang disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf Group (ASG) kepada keluarga di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (5/4/2021). Empat WNI tersebut adalah Arsyad, Arizal, Riswanto, dan Kairudin.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan keempat WNI tersebut telah disandera oleh kelompok Abu Sayaf selama 427 hari.

"Saudara-saudara kita ini telah menjadi korban penyanderaan Kelompok Abu Sayyaf selama 427 hari atau lebih dari 1 tahun 3 bulan," ujar Retno dalam jumpa pers secara virtual, Senin (5/4/2021).

Kata Retno, keberhasilan pemerintah memulangkan empat WNI ke Indonesia  tak lepas dari hasil kerja semua
pihak. Karenanya, ia menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh pihak yang telah membantu proses pembebasan, khususnya teman-teman dari TNI dan juga dari BIN.

"Apresiasi juga kami sampaikan kepada Pemerintah Filipina, yaitu melalui Western Mindanao Command (Westmincom) yang telah membantu bekerja sama dalam pembebasan sandera ini," ucap dia.

Retno menyebut sejak tahun 2016 hingga saat ini, tercatat 44 WNI menjadi korban penyanderaan Kelompok Abu Sayyaf. Dengan pembebasan ini, maka kata Retno tidak ada WNI yang saat ini menjadi korban penyanderaan.

Ia berharap kedepan pemerintah terus memperkuat aspek pencegahan dan meningkatkan pengamanan di perairan Sabah.

"Ke depan, kita harus memperkuat aspek pencegahan. Meningkatkan pengamanan di perairan Sabah oleh otoritas Malaysia dan dengan tentunya kerja sama dari kita dan juga dari Otoritas Filipina mutlak diperlukan," ucap Retno.

Selain itu, kata Retno kehati-hatian nelayan Indonesia yang bekerja di kapal ikan Malaysia juga penting untuk terus ditingkatkan. 

"Kami juga akan melakukan komunikasi yang lebih intensif kepada pemilik kapal di Malaysia. Dan tentunya pengembangan ekonomi di daerah asal juga penting untuk terus dikembangkan," tutur dia.

Retno mengaku senang melihat empat WNI tersebut bisa kembali berkumpul dengan keluarganya.

"Selamat berkumpul kembali dengan keluarga dan kepada Ibu dan Bapak keluarga, selamat juga berkumpul dengan empat bapak-bapak ini yang tentunya sudah cukup lama keluarga menunggu saat berbahagia ini, pembebasan mereka dari penyanderaan dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga," katanya.

Sebelumnya, empat WNI yang disandera oleh kelompok teroris Abu Sayyaf Group (ASG) berhasil diselamatkan oleh Aparat Keamanan Filipina. Diketahui keempat WNI tersebut merupakan bagian dari 5 (lima) orang WNI yang diculik oleh ASG pada 16 Januari 2020 di perairan Tambisan, Sabah, Malaysia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akhirnya! 4 WNI Korban Sandera Abu Sayyaf Kembali ke Keluarga

Akhirnya! 4 WNI Korban Sandera Abu Sayyaf Kembali ke Keluarga

News | Senin, 05 April 2021 | 09:48 WIB

Nelayan RI yang Diculik Kelompok Abu Sayyaf Diselamatkan Aparat Filipina

Nelayan RI yang Diculik Kelompok Abu Sayyaf Diselamatkan Aparat Filipina

News | Minggu, 21 Maret 2021 | 18:42 WIB

Kontak Dubes Inggris, Pemerintah Upayakan Timnas Tetap Ikut All England

Kontak Dubes Inggris, Pemerintah Upayakan Timnas Tetap Ikut All England

News | Kamis, 18 Maret 2021 | 14:41 WIB

Alhamdulillah! 2 ABK Indonesia yang Disandera di Libya Akhirnya Dibebaskan

Alhamdulillah! 2 ABK Indonesia yang Disandera di Libya Akhirnya Dibebaskan

News | Jum'at, 12 Februari 2021 | 13:12 WIB

Terkini

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:00 WIB

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:42 WIB

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:33 WIB

Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia

Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:30 WIB

UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI

UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:26 WIB

Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah

Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 20:12 WIB